PADANG – Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menyampaikan bahwa setiap kejadian di dunia ini dan segala sesuatunya itu tidak bisa ditentukan oleh manusia. Karena bahwasanya ada yang menentukan, menguasi dan maha mengatur segala-galanya yakni Allah SWT.
Seperti peristiwa virus corona atau Covid-19 yang tengah mewabah di dunia saat ini, menurutnya, tentunya bencana atau musibah ini setidaknya menyuruh setiap insan manusia bisa mengambil hikmah dan pelajaran daripada itu semua.
“Maka itu, mengawali kutbah Jumat ini, khatib berpesan terutama sekali marilah kita mensyukuri nikmat dan karunia yang diberikan oleh Allah SWT bagi kita sampai saat ini. Sehingga kita dapat menjalankan kehidupan dengan sebaik-baiknya sesuai tuntunan daripada Allah SWT dan juga keteladanan Rasulullah SAW. Semoga kita semua mendapatkan derajat orang-orang yang bertakwa di sisi Allah SWT,” imbau Mahyeldi sewaktu menjadi khatib salat Jumat di Masjid Agung Nurul Iman Padang, Jumat (5/6/2020).
Seperti diketahui, pelaksanaan salat Jumat di Masjid Agung Nurul Iman kali ini merupakan yang perdana dilakukan pasca penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Padang.
Mahyeldi menyebut, dalam khutbah kali itu ia mendasarinya dengan firman Allah SWT di dalam Surat Ali Imran ayat 190-191. Dimana dari Surat Ali Imran Ayat 190 Allah SWT menjelaskan bahwa “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”.
Kemudian sambungnya, begitu juga di dalam Surat Ali Imran Ayat 191 yang artinya; (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.
“Oleh karena itu, kita harus senantiasa meningkatkan keimanan dan juga harus mampu melihat dan mempelajari tanda-tanda kekuasan Allah SWT,” sebutnya dalam pelaksaan salat Jumat secara aturan ‘social distancing’ dan ‘physical distancing’ serta standar protokol Covid-19 itu.
Terkait tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, wali kota yang juga seorang da’i itu mengambil contoh virus corona yang sampai saat ini mampu memberikan ancaman bagi manusia. Bahkan, negara-negara besar di belahan dunia pun mampu dilumpuhkan sebuah virus yang muncul lebih kurang beberapa bulan yang lalu itu.
“Oleh karenanya, kita harus memahami bahwasanya semua yang terjadi di dunia ini adalah atas kehendak Allah SWT. Agar kita bisa berfikir dan mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap kejadian. Semoga bencana virus corona yang menimpa kita saat ini dapat kita ambil hikmahnya untuk menjadi hamba Allah yang lebih baik lagi ke depan,” seru Mahyeldi sembari menutup khutbahnya.(*)
PADANG – Menjelang pelaksanaan tata kehidupan baru atau new normal, Pemerintah Kota Padang menyusun Peraturan Wali Kota (Perwako). Sebelum Perwako disahkan, Pemko Padang mensosialisasikannya kepada stakeholder maupun asosiasi yang ada.
“Kita ingin sempurnakan Perwako, karena itu kita sosialisasikan dulu,” ujar Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah saat sosialisasi Perwako melalui video conference dengan asosiasi pedagang dan stakeholder di Rumah Dinasnya, Kamis (4/6/2020).
Mahyeldi mengatakan, di Perwako tertuang tata pelaksanaan new normal maupun sanksi administratif jika ada warga yang melanggar. Wali Kota menyebut, pihaknya tidak ingin Perwako tidak mengakomodasi keinginan warga.
“Kita tak ingin Perwako ini tidak akomodatif,” jelasnya.
Saat melakukan sosialisasi kepada stakeholder dan asosiasi yang ada di Padang, ternyata banyak hal yang terdapat di Perwako yang harus disempurnakan. Sebab menurutnya, Padang merupakan milik seluruh warga. Bukan milik wali kota.
“Makanya kita bangun komunikasi dengan masyarakat sehingga Perwako dapat sempurna,” jelas Mahyeldi.(*)
Padang – Setelah lama tidak menggelar salat akibat pandemi Covid-19, Masjid Agung Nurul Iman akhirnya kembali dibuka. Pengurus masjid memberlakukan protokol kesehatan bagi jamaah yang salat di masjid milik Pemerintah Kota Padang itu.
“Masjid kita buka kembali 5 Juni ini,” ungkap Ketua Harian Masjid Agung Nurul Iman, Mulyadi Muslim, Kamis (5/6/2020).
Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan dan ditaati oleh jamaah yang akan salat di Masjid Agung Nurul Iman. Diantaranya wajib menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Jamaah akan dicek suhu tubuh ketika memasuki gerbang masjid.
“Jamaah yang sakit, dan dalam kondisi tidak sehat diharapkan tidak memaksakan diri untuk ikut salat berjamaah,” ujar Mulyadi Muslim didampingi Sekretaris Umum Soedarman.
Menjaga agar diterapkannya physical distancing, jamaah diharapkan sudah berwudhu dari rumah atau kantor masing-masing. Peralatan shalat seperti sajadah dan mukena harus dibawa dari rumah.
“Shaf pelaksanaan salat akan diberi tanda agar shaf tidak miring dan sesuai standar protokol kesehatan,” jelasnya lagi.
Terpisah, Kepala Bagian Kesra Setdako, Amriman menyebut, pihaknya telah menyiapkan thermo gun untuk pengukur suhu di masjid tersebut. Thermo gun digunakan ketika jamaah memasuki masjid untuk mengetahui kondisi kesehatan jamaah.
“Kita sudah siapkan dua buah thermo gun. Semoga dengan dibukanya masjid akan mengobati rindu jamaah untuk salat berjamaah di masjid,” tutur Amriman.(*)
Padang- Ketua DPRD Padang Syafrial Kani melakukan panen perdana jagung yang ditanam Kelompok Tani Sungkai Permai di Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, Kamis (4/6). Turut hadir dalam kegiatan itu anggota DPRD Sumbar Desrio Putra.
Dalam kesempatan itu, Syafrial Kani menyatakan mendukung upaya masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan khusunya petani. Apalagi potensi lahan yang ada di kawasan Lambung Bukit sangat luas mencapai ratusan hektar.
“Kita di DPRD Padang tentunya mendukung upaya-upaya masyarakat untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian di kawasan ini. Lahan yang tersedia sangat luas sementara yang tergarap masih sangat sedikit.
Dia bahkan mendorong kawasan itu untuk menjadi sentra salah satu komiditas pertanian misalnya, Manggis, Durian atau jagung.
“Kita siap mendukung dengan mengalokasikan dana pokok pikiran sebesar Rp200 juta untuk menyediakan bibit. Mudah-mudahakn pada 2022 nanti sudah bisa direalisasikan,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Sumbar Desrio Putra mendorong kawasan itu menjadi sentar jagung. Sebab kebutuhan jagung sangat tinggi sementara suplai dari petani masih sangat minim.
“Rata-rata setahun itu, kebutuhan jagung mencapai 3,7 juta ton, sementara petani kita hanya mampu menyediakan sekitar 950 ribu ton. Jadi masih ada kekurangan sekitar 1,8 sampai 2 juta ton. Kini kekurangan itu terpaksa didatangakan dari luar daerah bahkan impor,”
Padang– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat merencanakan bersama kabupaten kota sebelum membuka objek wisata ada beberapa item Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus disiapkan ketika pelaksanaan tatanan normal baru produktifitas aman covid (New Normal)
Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno ketika menerima Audiensi dari Anggota Dewan Perwakilan Daeerah (DPD) RI Sumatera Barat dalam rangka membahas tentang langkah-langkah pelayanan (SOP) sebelum membuka kembali objek wisata dan hotel di daerah Provinsi Sumatera Barat era new normal di ruang kerja Gubernur. Kamis (4/6/2020). Gubernur Sumbar juga mengatakan, dalam pelaksanaan SOP tersebut mengacu bagaimana memunculkan karakter masyarakat disiplin protokol covid. “Untuk pelayanan hotel nantinya tetap dibuka sesuai protokol covid, tetapi tidak boleh mengadakan event-event yang menimbulkan keramaian,” ujarnya
Kemudian gubernur juga mengajak untuk karyawan misalnya, ketika mereka datang hotel harus langsung melakukan cek suhu, cuci tangan menggunakan alat pelindung diri (APD), setelah itu mereka baru diperkenankan untuk melaksanakan tugas. Dalam kunjungan ini hadir semua Anggota DPD RI Dapil Sumbar, Leonardy Harmainy, Anggota DPD RI Emma Yohanna, Anggota DPD RI Alirman Sori dan Anggota DPD RI, Muslim M Yatim. (*)
PADANG – Upaya penanganan sekaligus memutus mata rantai penyebaran virus corona di Pasar Raya Padang, Kota Padang, menuai pujian dari berbagai pihak. Pasar yang menjadi kebanggaan bagi masyarakat Sumatera Barat itu mendapat pujian dari Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI), Abdullah Mansuri dalam hal penanganan Covid-19.
Abdullah menilai, penanganan virus Corona di pasar raya Padang sudah sangat tepat. Dimana, saat ini telah dilaksanakan tes Swab kepada para pedagang untuk mengetahui pedagang terinveksi virus Corona atau tidak. Kemudian kios atau kedai dari para pedagang yang sudah menjalani tes Swab diberi tanda. Ditambah dengan adanya pos pendisiplinan protokol Covid-19 yang diisi oleh Personil TNI- Polri dan pihak terkait lainnya.
Inilah yang seharusnya dilakukan oleh pasar-pasar lain di Indonesia. Jika hal itu dilakukan maka akan meyakinkan publik bahwa pasar benar-benar aman untuk melakukan transaksi jual beli.
“Dengan adanya tes secara menyeluruh maka otomatis masyarakat di wilayah itu akan displin. Masyarakat akan berbenah diri, mematuhi protokol kesehatan Covid-19, menggunakan hand sanitizer, memakai masker bagi pedagang dan pembeli,” kata Ketua Umum IKAPPI Abdullah Mansuri dalam siaran Berita MetroTV, Rabu (03/06/2020)
Ia menuturkan, pasar merupakan pusat ekonomi rakyat, ujung distribusi pangan dan tempat bergeraknya ekonomi. Pemerintah Daerah harus memperhatikan claster pasar lebih serius karena potensi penyebaran virus Corona disana sangat tinggi.
“Kalau hal itu dilakukan maka otomatis masyarakat di wilayah itu akan menjaga diri dan mematuhi imbauan dari pemerintah,” pungkasnya. (*)
PADANG – Pelayanan kepada pasien Covid-19 yang dirawat di RSUD Rasidin harus dilakukan dengan maksimal. Begitu juga pelayanan kepada keluarga pasien. Kita ingin, pasien yang telah sembuh, pulang dengan tersenyum. Itulah tugas dan tanggung jawab kita.
Hal itu dikatakan Wali Kota Padang Mahyeldi ketika berbincang dengan Direktur RSUD Rasidin dr. Herlin Sridjani, para tenaga medis RSUD Rasidin, tenaga CS dan petugas Security, saat meninjau pelayanan pasien Covid-19 RSUD Rasidin, Kamis (4/6/2020).
Kedatangan Wali Kota Mahyeldi ke rumah sakit khusus Covid-19 Kota Padang tersebut didampingi Kabag Prokopim Amrizal Rengganis.
Di kesempatan itu, Wali Kota Mahyeldi juga menanyakan tindakan-tindakan medis yang diberikan kepada pasien, serta pelayanan lainnya. Termasuk protokol pelayanan yang digunakan tenaga medis saat merawat pasien.
Direktur RSUD Rasidin dr. Herlin Sridjani, mengatakan, pelayanan bagi pasien covid-19 diberikan selama 24 jam. Dan seluruh kamar perawatan dipantau melalui CCTV. “Perawat kita standby dan memantau selama 24 jam. Selain pelayanan medis, kita juga memberikan pelayanan rohani”, ujar dr. Herlin.
Ia juga mengatakan, pasien covid-19 yang dirawat di RSUD Rasidin tidak hanya pasien dari Kota Padang tapi juga pasien yang berasal dari daerah lain. “Hingga hari ini, kita telah merawat pasien sebanyak 113 orang, dan 66 orang telah sembuh”, imbuhnya lagi.
Ditambahkannya, RSUD Rasidin memiliki fasilitas pelayanan rawat inap untuk 57 orang pasien covid-19. Dan juga melayani layanan IGD bagi pasien Covid-19. (Prokopim)
PADANG – Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah ikut memberikan selamat kepada Prof. Ganefri, Ph.D yang resmi dilantik dan diambil sumpah jabatannya oleh Dirjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Kamis (4/6/2020).
Prof. Ganefri, Ph.D kembali melanjutkan jabatannya sebagai Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) untuk periode jabatan 2020-2024.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang tersebut sewaktu menjadi tamu kehormatan menghadiri prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah yang dilakoni Prof. Ganefri, Ph.D secara virtual di auditorium UNP, Kamis (4/6/2020). Dalam pelantikan tersebut juga dihadiri undangan kehormatan baik para kepala daerah se-Sumatera Barat, para rektor berbagai perguruan tinggi di Sumbar serta keluarga besar civitas akademika UNP.
“Alhamdulillah, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Padang kami mengucapkan selamat kepada pak Prof. Ganefri, Ph.D yang kembali dipercaya menjabat Rektor UNP untuk periode 2020-2024 ke depan. Semoga beliau mampu melaksanakan amanah yang diemban untuk memajukan UNP hingga masa-masa yang akan datang,” ungkap Mahyeldi mendoakan.(*)
Tidak ada lagi kasus baru Covid-19 dari klaster Pegambiran
PADANG – HARIANPAUH.CAR.BLOG Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani mengatakan Pemkot Padang sudah berhasil memutus mata rantai penularan virus corona dari klaster Pegambiran. Klaster Pegambiran Padang diketahui sudah mencatatkan 20 kasus positif. Feri menyebut kasus terakhir di klaster Pegambiran terjadi pada 14 Mei lalu.
“Tidak ada kasus baru dari klaster pegambiran. Sejauh ini sudah 20 kasus dan putusnya sudah lama,” kata Feri, Kamis (4/6).
Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Padang menurut Feri selama ini telah melakukan tracking terhadap 20 kasus positif dari klaster Pegambiran.Tracking dilakukan terhadap orang-orang yang terlibat kontak dengan orang positif sebelumnya dari klaster tersebut.
Pemko Padang menurut Feri menetapkan klaster Pegambiran sudah putus terhitung begitu masa inkubasi kasus terakhir sudah habis yakni sampai 28 Mei.
“Masa inkubasi virus 14 hari. Berarti dari 14 sampai tanggal 28 tidak ada penambahan kasus jadi itu sudah bisa dinyatakan putus,” ujar Feri.
Sekarang klaster penularan virus corona di Kota Padang yang belum berhasil dihentikan adalah klaster Pasar Raya Padang. Klaster Pasar Raya Padang memang menjadi klaster terbesar di Kota Padang bahkan di Sumatera Barat. Sampai sekarang klaster Pasar Raya Padang sudah mencatatkan 200 kasus lebih.
Feri menyebut Pemko Padang terus berupaya menekan angka penularan dari klaster Pasar Raya Padang agar dapat terhenti seperti klaster Pegambiran. Caranya menurut Feri dengan melakukan pengambilan sampel swab secara masif.
Walikota Padang H.Mahyeldi Ansharullah, mengajak warga kota Padang untuk rajin berolahraga. Apalagi di tengah pandemi Virus Corona.
Bila Kota Padang nanti menjadi sebuah daerah diberlakukan aturan, “New Normal”, kembali kepada kehidupan baru, tentu jelas Pemko Padang akan mempersiakan berbagai persiapan bagi warga kota.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang, Mahyeldi saat berolahraga bersepeda di kawasan wisata Pantai Padang. Rabu 3/6/2020.
Berlakunya aturan baru “New Normal,” di Kota Padang nantinya yaitu kembali kepada kehidupan baru, setelah beberapa hari PSBB kita laksanakan berjalan dengan baik, sehingga korban dari virus corona menurun.
Mari kita persiapkan kehidupan serba baru dengan segala fasilitas yang ada dapat kita manfaatkan dengan, terurama menghidupkan kembali pertumbuhan roda perekonomian rakyat di Kota Padang, ujar Wali Kota.
Mahyeldi mengajak warga kota Padang, “Ayo Olahraga, Di mana saja, Kapan saja. Mudah-mudahan dengan adanya berolahraga kesehatan semangkin terjaga, ketahanan tubuh tambah tangguh.
Berolahraga, kata Mahyeldi, secara rutin dapat diterapkan dengan cara bersepeda atau berjalan kaki. Sebab menurutnya, olahraga dapat dilakukan di mana saja tanpa terpaku dengan fasilitas olahraga tertentu.
“Jalan kaki itu saja sudah merupakan sebuah olahraga. Begitu juga bersepeda, jadi banyak cara untuk tetap berolahraga sambil berkegiatan rutin,” katanya. (*)
PADANG – Alhamdulillah, sampai hari ini pasien yang sudah sembuh sebanyak 22 orang dari data Rabu Sore, (3/6/2020). Sementara dari RSUD dr. Rasidin Padang, dari 85 pasien yang dinyatakan positif sudah sembuh 65 orang. Jadi total yang sudah sembuh dari 395 yang positif sebanyak 177 orang di Kota Padang.
Penanganan pasien yang sembuh tersebut khusus untuk RSUD dr. Rasidin Padang lebih banyak melakukan secara spritual, dengan melakukan zikir, murottal quran, dengan tim rohanian yang sudah disiapkan untuk terapi di RSUD tersebut.
“Kami selama ini melakukan pendekatan kerohanian untuk langkah terapi kepada pasien positif COVID-19 dengan sentuhaan dan ilmu kejiwaan, shalat subuh berjamaah dan senam pagi. Sehingga tidak menimbulkan kejenuhan, kerisauan dan beban pikiran bagi pasien yang dirawat dirumah sakit kami. Tausiyah yang kami berikan tersebut sangat efektif dan bermanfaat bagi pasien itu sendri. Ini terbukti dari 113 orang yang kita rawat sejak awal sudah sembuh sebanyak 65 orang,” sebut dr. Herlin Sridiani, Dirut RSUD dr. Rasidin Padang.
Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, Feri Mulyani Hamid juga menjelaskan, 22 orang pasein positif yang sudah sembuh dari data Rabu sore tersebut, terdiri dari karantina Kemenag 13 orang, karantina Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) 8 orang, dan Semen Padang Hospital (SPH) 1 orang.
Sampai saat ini, dari yang dirawat 103 orang dari berbagai rumah sakit di Kota Padang, sebanyak 48 orang sudah di isolasi dirumah. Juga ada yang dikarantina 51 orang. Dari persentase data diatas, dari 395 orang yang positif telah sembuh sebanyak 177 orang dan meninggal 18 orang maka sudah 45 persen data yang sembuh yang sudah kami catat sampai saat, jelas kepala DKK Kota Padang itu.
Untuk hari hari ini, Rabu (3/6/2020) terjadi penambahan 6 orang yang pasien yang positif coronadi Kota Padang. “Kita berharap kedepannya yang positif akan berkurang dan yang sembuh semakin banyak sehingga pasien yang positif ini bisa kembali hidup normal ditengah-tengah masyarakat dan jangan sampai dikucilkan dalam pergaulan sehari-hari.
Wali Kota Padang H.Mahyeldi sangat gembira dengan sembuhnya 22 pasien yang selama ini positif di Kota Padang. Khusus untuk RSUD dr. Rasidin kita tidak hanya merawat pasien yang dari Padang saja tapi juga melayani pasien dari luar daerah. Di RSUD saat ini ada pasien luar daerah yang dirawat seperti pasien dari Kabupaten 50 Kota, Agam, Sijunjung, Pesisir Selatan yang sembuh dan sudah kembali kedaerah masing-masing, kecuali pasien dari Sijunjung masih dirawat hingga saat ini.
Namun, Wali Kota Padang mengajak masyarakat untuk tetap memenuhi protokol kesehatan, memakai masker, manjaga distancing dan mematuhi himbauan dari Pemerintah mengenai protokol kesehatan ini, ajak Mahyeldi yang didampingi Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amrizal Rengganis. (*)
Sensus Penduduk (SP) Online Badunsanak yang dilakukan di Kota Padang sampai saat ini telah mencapai 61.573 Kepala Keluarga (KK). Hal itu berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang.
Hal itu disampaikan Kepala BPS Kota Padang Alfianto saat memberikan laporan dan keterangan terkait kepada Wali Kota Padang Mahyeldi di Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (3/6/2020).
Alfianto menyebut, jumlah itu pun didominasi oleh para Aparatul Sipil Negara (ASN) atau pegawai BUMN/BUMD, keluarga Mahasiswa dan Pelajar, serta masyarakat pengguna ponsel.
“Kita memasang target capaian SP Online Badunsanak Kota Padang minimal 22,08 persen(sekitar 53.245 KK dari total 241.146 KK di Kota Padang). Alhamdulillah dapat terealisasai 115,64 persen dari target yang sudah ditetapkan,” ungkapnya.
Kepala BPS Kota Padang melanjutkan, SP Online Badunsanak di Kota Padang telah berakhir pada 29 Mei 2020. Untuk itu mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Padang yang telah ikut berpartisipasi aktif di SP Online Badunsanak.
Bagi masyarakat yang belum melakukan SP Online Badunsanak akan didata oleh Petugas Sensus pada September 2020 nanti.
“Saat ini diperkirakan sekitar 75 persen lagi masyarakat yang belum terdata di Sensus Penduduk 2020. Untuk itu, pada September 2020 nanti Petugas Sensus akan melakukan sensus wawancara melalui RT/RW,” jelasnya.
Sementara itu di waktu sama, Wali Kota Padang Mahyeldi menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang mengucapkan apresiasi kepada BPS Kota Padang yang telah sukses melaksanakan SP Online Badunsanak di Kota Padang sejauh ini.
“Kita harus mensukseskan Sensus Penduduk 2020 di Kota Padang. Maka dari itu kita perlu mendorong masyarakat untuk berpartisipasi aktif,” ujar Wako Mahyeldi yang didampingi Kadis kominfo Rudy Rinaldy.
Selanjutnya, Mahyeldi juga mengucapkan terimakasih kepada BPS Kota Padang yang telah menghadirkan data-data melalui ‘Padang Dalam Angka’. Karena dengan adanya data-data ini dapat mendukung pembangunan kedepan di Indonesia. (*)
Kota Padang saat ini tengah mempersiapkan diri menyongsong era new normal life (tatanan kehidupan baru) yang rencananya akan diberlakukan ke depan.
Seperti diketahui, Kota Bingkuang hingga saat ini masih dalam tahap pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 3 hingga 7 Juni mendatang.
Hal itu disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi kepada wartawan usai mengikuti video conference (vidcon) bersama Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno, Rabu (3/6/2020). Vidcon itu dilakukan Mahyeldi dari ruangan Padang Command Center (PCC) Kantor Balai Kota Padang.
Adapun vidcon yang diikuti kepala daerah se-Sumbar tersebut, membahas penetapan rencana penerapan panduan new normal life produktif dan aman virus corona (Covid-19) di kabupaten/kota se-Sumbar.
“Saat ini kita masih mengevaluasi sampai habis batas PSBB jilid 3 ke depan. Meski kasus positif Covid-19 di Padang cukup banyak, namun alhamdulillah sampai saat ini kita sudah berhasil memutus sebanyak 11 klaster penyebaran Covid-19. Tinggal lagi klaster Pasar Raya yang tengah kita putus dan sekarang sudah menunjukkan penurunan kasus positif dibanding hari-hari sebelumnya,” ungkap wako didampingi para asisten dan kepala OPD terkait.
Mahyeldi menyebutkan, untuk pemutusan klaster Pasar Raya Pemko Padang juga didukung semua pihak termasuk unsur TNI/Polri untuk pendisiplinan baik pedagang atau pengunjung agar tetap mematuhi protokol Covid-19.
“Mudah-mudahan segala sesuatunya akan berjalan lebih baik lagi dan kasus Covid-19 terus kita tekan,” ujarnya.
Sementara itu sambung wako, memasuki era new normal life secara bertahap pihaknya tengah memikirkan untuk pengaktifan rumah ibadah, pariwisata, perdagangan dan sektor utama lainnya. Dimana bagi yang berada di zona hijau akan dibuka namun tetap diberlakukan standar protokol Covid-19.
“Nanti sewaktu memasuki era new normal life kita akan umumkan mana-mana saja zona hijau dan yang zona yang masih merah di Kota Padang. Sehingga, secara bertahap ekonomi masyarakat bisa kembali bergerak beserta aktivitas lainnya setelah sekian lama terhenti akibat pandemi Covid-19. Insya Allah, kita akan membuat konsep-konsep baru dan penguatan lainnya untuk membantu dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat ke depan,” sebutnya.
Lebih lanjut dikatakan wako, sekaitan memasuki masa transisi setelah berakhirnya PSBB jilid 3 pada 7 Juni nanti, pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan Peraturan Wali Kota (Perwako) terkait. Setidaknya ada 7 sektor yang akan didiskusikan dengan stakeholder, akademisi dan pihak terkait lainnya.
“Adapun 7 sektor terkait itu adalah sektor pemerintahan, perdagangan, pendidikan, pariwisata, transportasi, sosial budaya industri,” ulasnya.
Maka dari itu Mahyeldi berharap, aturan yang dibuat dalam Perwako itu nantinya akan lebih komprehensif dan aplikatif sehingga segala sesuatunya berjalan dengan sebaik-baiknya.
“Perwako ini nantinya juga akan diperkuat lagi yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Daerah (Perda) ke depan. Sehingga juga akan ada penegakan dan sanksi tegas yang dilakukan dalam memaksimalkan penanganan Covid-19 di era new normal life nantinya,” terangnya.(*)
SIBERUT — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat saat ini mulai mempersiapkan segala sesuatu pelaksanaan perubahan tatanan kehidupan baru produktifitas aman covid (new normal) yang bakal diterapkan pemerintah pusat disegala sektor, termasuk sektor pendidikan.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat mengunjungi beberapa sekolah SMA dan SMK di kepulauan Siberut Kabupaten Kepulauan Mentawai, Selasa (2/6/2020).
Wagub Sumbar katakan, keadaan pendidikan di Siberut Selatan masih sangat jauh dari harapan yang ditargetkan oleh Pemprov Sumbar dalam upaya mencerdaskan anak-anak bangsa yang berintelektual dan bermartabat.
“Dalam pandemi Covid-19 sudah hampir tiga bulan semua siswa belum diizinkan untuk masuk sekolah. Semua siswa dianjurkan untuk belajar melalui sistem daring. Tentunya sangat miris bagi di daerah pedalaman dan kepulauan. Tadi kita sudah rapat dengan para guru dan kepala sekolah disini. Kendalanya memang daerah sini tidak memiliki jaringan internet. Kita harus carikan solusinya segera agar cepat berkembang,” kata Nasrul Abit.
Nasrul Abit ungkapkan, bahkan, tidak semua guru dan siswa memiliki ponsel pintar dan tersentuh jaringan internet, khususnya yang berada di desa terpencil kepulauan. Tentunya membuat kegiatan belajar mengajar dari rumah tak bisa dijalankan secara efektif.
“Setelah dilakukan evaluasi metode pembelajaran daring di Siberut hanya ada 10 persen, berarti ini belum optimal dan tidak efesien,” ucapnya.
Menurut Nasrul Abit, keterbatasan teknologi dan akses internet menjadi masalah utama. Siswa tidak mengetahui tugas yang diberikan para guru.
Terkait permasalahan tersebut Kepala SMAN 1 Siberut selatan Kristin Filiana Br. Maringga, S.Pd, juga mengungkapkan sejak adanya wabah virus Corona melanda, pemkab Mentawai meliburkan semua siswa.
“Kami sangat khawatir, kalau terlalu lama libur bisa-bisa anak-anak didik kita akan bodoh, ditambah kendalanya siswa disini tidak bisa melakukan pendidikan melalui daring karena daerah sini tidak mencukupi jaringan internet. Tidak semua murid memiliki HP,” jelas Kristin.
Kristin juga sampaikan, sementara untuk aset komputer di SMAN 1 Siberut termasuk cukup, hanya tidak dilengkapi jaringan Wifi. Ia juga berharap pemprov Sumbar bisa memfasilitas hal tersebut untuk kemajuan pendidikan di Mentawai.
“Kami berharap pemprov Sumbar bisa memperhatikan kebutuhan pendidikan disini termasuk bantuan dana transportasi bagi guru yang tergolong mahal,” ungkapnya.
Sementara di SMKN 2 Siberut Selatan kepala sekolah Amati Telaumbanua juga menyampaikan pemprov Sumbar kelengkapan sarana dan prasarana, termasuk akses jalan menuju ke sekolah yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua yang memiliki tanjakan yang tinggi
“Jalan yang kecil hanya bisa kendaraan roda dua lewat sini. Kalau bisa jalan ini diperlebar dan bisa dilalui oleh kendaraan roda empat,” sebut Amati.
Keterbatasan fasilitas internet juga dirasakan belasan siswa di SMKN 2 Siberut Selatan.
Sulitnya mengakses internet, membuat mereka berbondong-bondong untuk pulang kampung. Karena pada umumnya di daerah Siberut SMA dan SMK adalah pelajar yang datang dari pulau-pulau kecil yang tidak memiliki setara dengan SMA dan SMK.
Padang – Pegambiran merupakan kluster virus corona terbesar kedua di Padang. Beruntung mata rantai virus di kluster ini dapat terputus. Hingga kini tidak ditemukan lagi kasus positif.
“Semua yang positif sudah sembuh,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid, Selasa (2/6/2020).
Dikatakan Kadiskes, sebanyak 20 orang yang terpapar virus corona terdapat di kluster pegambiran. Seluruhnya merupakan petugas medis di Puskesmas Pegambiran.
“Begitu ada kasus pertama di Pegambiran langsung kita lihat kontak dan ke mana aktifitasnya, kita tracking,” jelas Feri Mulyani Hamid.
Ternyata, satu petugas medis ini selain bertugas di Puskesmas juga bekerja di salah satu klinik. Kebetulan pemilik klinik sedang dirawat akibat positif Covid-19.
“Ini yang menjadi sumber penularan. Semua yang kontak dengan petugas itu kita periksa,” kata Kadiskes.
Feri Mulyani menyebut, petugas yang terpapar atau positif Covid-19, dilihat kontaknya di rumah. Semua yang berkontak dengan petugas medis kemudian diisolasi.
“Alhamdulillah kini semuanya sudah sembuh,” ungkap Feri Mulyani Hamid.
Kadiskes melihat, hingga kini belum terdapat potensi kluster baru. Pihaknya juga tengah fokus memutus mata rantai Covid-19 di kluster terbesar, Pasar Raya Padang.(*)
Harianpauh.car.blog – Persepal fc pauh v berangkat ke Lapangan simpang tinju Gunung pangilun untuk menjalani laga persahabatan kota Padang pada Selasa (02/06/2020). Pelatih bpak Ham Dani 22 pemain.
Dari semuanya, pelatih kelahiran kampung dalam tersebut membawa enam pemain untuk mengisi barisan belakang.
Nama-nama beken yang pernah membela Timnas Indonesia beberapa tahun lalu pun kembali mendapatkan kesempatan untuk berseragam Tim Persepal fc pauh v . Sejumlah pemain tersebut sejak awal dibawa oleh si pitok sebagai pengimbang pemain muda yang juga memang disukainya.
Pengalaman dan jam terbang para pemain senior tentu menjadi faktor penting untuk mengangkat mentalitas tim Persepal fc pauh v yang juga diisi oleh para pemain muda yang juga memiliki semangat dan motivasi tinggi untuk.
Dari enam pemain bertahan yang dibawa, Lima di antaranya kembali hadir Di Persepal fc pauh v
Sebagai anggota DPRD Kota Padang, Jakfar melakukan peninjauan pembangunan jalan lingkungan di Kurao Kapalo Banda Kelurahan Sungai Sapih Kecamatan Kuranji Kenagarian Pauh IX Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa, 2 Juni 2020.
Jakfar mengatakan, kunjungan tersebut dalam rangka menjalankan amanah masyarakat dalam fungsi pengawasan lapangan kegiatan pemerintah Kota Padang.
“Ini merupakan manah sebagai anggota dewan dalam rangka melaksanakan fungsi pengawasan,” ungkap Jakfar di sela-sela kunjungan.
Ia berharap pengerjaan jalan dapat terlaksana sesuai perencanaan dan selesai tepat waktunya, sehingga jalan tersebut bermanfaat bagi masyarakat.
Jakfar dalam kunjungan tersebut ingin memastikan pembangunan jalan lingkungan tersebut menggunakan material semen molen dari Semen Padang dengan ketebalan 12 cm.
“Memastikan jalan lingkung masyarakat ini menggunakan material semen molen dari Semen Padang dengan ketebalan 12 cm. Panjang dan lebarnya menyesuaikan dengan anggaran yang ada,” kata Jakfar.
Menurut Jakfar jalan tersebut sangat penting artinya bagi masyarakat di daerah tersebut.
KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul yang merupakan salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin melalui pembangunan infrastruktur pendidikan. Salah satunya dengan melanjutkan pembangunan Gedung Laboratorium dan Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang yang sempat terhenti pada 2016.
“Kita lanjutkan pembangunan sarana pendidikan guna mendukung peningkatan kualitas SDM. Manfaatkan fasilitas yang sudah dibangun. Generasi mendatang harus lebih pintar karena fasilitasnya lebih baik,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.
Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya melanjutkan pembangunan Gedung Laboratorium dan Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang yang mangkrak dari 1 lantai menjadi 3 lantai seluas 1.512 m persegi.
Selain menyelesaikan konstruksi gedung, Kementerian PUPR juga menambahkan fasilitas penunjang seperti tram untuk difabel, CCTV, AC dan ruang kelas belajar. Pembangunan gedung senilai Rp 7,8 miliar ini dilakukan pada 2019 dan dapat diselesaikan dalam waktu 4,5 bulan.
Gedung ini telah diserahkelolakan kepada Politeknik Negeri Padang pada 18 Februari 2020 untuk segera dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar melalui skema tatanan normal baru atau new normal.
“Kami harap fasilitas ini dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk kegiatan belajar mengajar. Ini adalah wujud konkret dan bukti nyata dukungan Kementerian PUPR untuk SDM unggul Indonesia maju,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sarpras Pendidikan, Olahraga dan Pasar Iwan Suprijanto.
Sementara Direktur Politeknik Negeri Padang Surfa Yondri mengucapkan terima kasih dan rasa syukur karena gedung yang pembangunannya sempat terhenti kini sudah selesai.
“Terima kasih kepada Presiden Joko Widodo dan Kementerian PUPR yang telah menyelesaikan pembangunan gedung laboratorium dan bengkel elektro ini dan segera akan kita manfaatkan. Mudah-mudahan dengan adanya gedung ini kegiatan belajar mengajar dapat ditingkatkan dan kapasitas gedung ini juga bisa menambah daya tampung kita di Politeknik Negeri Padang,” ucap Surfa.
Pembangunan Gedung Laboratorium dan Bengkel Elektro Politeknik Negeri Padang merupakan satu dari empat perguruan tinggi di Sumatera Barat yang direhabilitasi dan rekonstruksi oleh Kementerian PUPR. Tiga perguruan tinggi lainnya adalah Institut Seni Indonesia (ISI) Padangpanjang, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar dan Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.
Pekerjaan rehabilitasi Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) ini mengacu pada Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 43 Tahun 2019 tentang Pembangunan, Rehabilitasi, atau Renovasi Pasar Rakyat, Prasarana Perguruan Tinggi, dan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
Kriteria pembangunan PTN dan PTKIN adalah tanah milik PTN, PTKIN atau Lembaga dan Kementerian terkait, bangunan tidak dalam sengketa atau masalah hukum, diprioritaskan bangunan yang kondisi tidak rampung lebih dari 50%, memiliki Amdal dan IMB, telah dilakukan audit dari BPKP dan audit kelayakan bangunan. (OL-09)
Padang, Harianpauh.car.blog – Anggota DPRD Kota Padang Budi Syahrial meminta Pemko Padang meninjau lagi rencana proses belajar mengajar (PBM) secara tatap muka mulai dilaksanakan Juli mendatang. Ia menilai, masih adanya pertambahan kasus positif Covid-19, membuktikah penyebaran virus Corona masih terjadi di Kota Padang.
“Kami meminta PBM ditinjau dulu, jangan dipercepat. Karena pastikan dulu kondisi kota ini sampai benar-benar kondusif. Dan tidak ada lagi penularan Corona,” kata Budi kepadaPadangkita.com, Senin (1/6/2020).
Seperti diketahui, Dinas Pendidikan Kota Padang telah membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri tahun pelajaran 2020/2021.
Proses penerimaan siswa baru ini tertuang dalan Instruksi Kepala Dianas Pendidikan Kota Padang. Mirip denga PPDB sebelumnya, PPDB tahun ini dilakukan melalui tiga jalur, yakni jalur prestasi non-akademik, jalur pendidikan inklusif dan jalur online.
Untuk jalur prestasi non-akademik pendaftaran/pengambilan formulir dilaksanakan 2-7 Juni. Pengambilan formulir dan penyerahan persyaratan administrasi 2-8 Juni. Pengumuman siswa yang diterima 12 Juni. Lalu pendaftaran ulang ke sekolah 15-16 Juni 2020.
Dalam instruksi itu juga dijelaskan, jalur pendidikan inklusif PPDB untuk masuk SMP Negeri, dilaksanakan untuk mengakomodir dan memberikan hak dan kesempatan yang sama terhadap siswa yang berkebutuhan khusus untuk memasuki jenjang pendidikan lebih tinggi.
Untuk pendaftaran asesmen I dimulai 20 Januari – 20 Maret. Pendaftaran asesmen II 26 Mei – 3 Juni. Pengambilan surat pengantar SD 2-5 Juni dan SMP 2-11 Juni. Kemudian pendaftaran ulang sekolah SD 2-6 Juni dan SMP 2-12 Juni.
Pendaftaran jalur online untuk SD tahap I dimulai 11-16 Juni. Pengumuman tahap I tanggal 17 Juni. Pendaftaran ulang 18-19 Juni. Pendaftaran tahap II (pemenuhan daya tampung) 20-23 Juni. Pengumuman tahap II, 24 Juni. Pendaftaran ulang 25-26 Juni.
Kemudian pendaftaran online SMP tanggal 24-29 Juni. Registrasi online peserta didik 17-20 Juni. Verifikasi data 19-27 Juni. Registrasi ulang 24-26 Juni. Cek bukti registrasi 28-29 Juni.
Tahap I PPDB jalur afirmasi dengan kuota maksimal 15 persen, perpindahan tugas orang tua/wali dengan kuota maksimal 5 persen dan prestasi akademis maksimal 30 persen. Pendaftaran 30 Juni – 2 Juli. Pengumuman 3 Juli. Pendaftaran ulang 3-4 Juli.
Tahap II PPDB jalur zonasi dengan kuota minimal 50 persen. Perpindahan tugas orang tua/wali pemenuhan kuota maksimal 5 persen. Pendaftaran 5-7 Juli. Pengumuman 8 Juli. Pendaftaran ulang 8-9 Juli.
Dalam instruksi yang ditandatangani Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi itu, ditegaskan bahwa proses PPDB ini tidak dipungut biaya dalam bentuk apapun.
Sejalan dengan tuntasnya PPDB, maka PBM secara tatap muka penuh sebagaimana sebelum masa Covid-19, akan dilaksanakan di sekolah-sekolah. Ini juga sesuai dengan rencana Pemprov Sumbar untuk menerapkan “new normal” di seluruh daerah di Sumbar, setelah berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap III. (*)
Hari ini, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abi bersama Tim dari BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan Sumbar dan tim dari Humas Setda Sumbar meninjau penanganan dan pencegahan penyebaran Covid-19 di masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai untuk persiapan menuju tatanan kehidupan baru, Senin Pagi (1/6/2020). “Pagi ini, kami bersama tim akan mengunjungi Mentawai, ada tiga pulau yang menjadi prioritas, guna memastikan penanganan virus corona di pulau tersebut berjalan dengan baik,” kata Nasrul Abit.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Satgas Covid-19 Kabupaten Kepulauan Mentawai, jumlah pasien positif terpapar virus corona tersebar di tiga pulau tersebut, yaitu Pulau Siberut, Sipora dan pulau Sikakap. “Kami terus melakukan kegiatan-kegiatan pencegahan penularan dan penyebaran virus corona ini. Jangan sampai nanti terjadi lonjakan kasus,” ucapnya.
Selain itu rombongan Wagub Sumbar juga mengunjungi beberapa rumah sakit dan fasilitas kesehatan dan SMA/SMK di beberapa daerah terpencil kepulauan Mentawai. “Nantinya kita mendata semua yang akan dibutuhkan dalam pelaksanaan tugas Covid-19 terkait, apalagi untuk fasilitas kesehatan masih kekurangan di Mentawai, apalagi sebentar lagi kita akan memasuki kehidupan normal baru,” sebutnya.
Wagub Sumbar menambahkan dalam penanganan Covid-19 harus ada keseragaman sesuai prosedur protokol serta kebijakan pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Dalam penanganan Covid-19, kita harus bergerak cepat dan dilakukan bersama, Provinsi, Kabupaten dan Kota bergerak bersama untuk mengoptimalkan upaya memutus rantai penyebaran virus corona,” tambahnya.
Kembali Satpol PP Padang mengamankan 10 Orang yang diduga berprofesi sebagai pengemis dibeberapa lokasi perapatan lampu merah di Kota Padang, Sumatera Barat, semua di angkut ke Mako Satpol PP jalan Tan Malaka Padang, Minggu (31/5/2020) sekira pukul 15.30.WIB.
Mereka yang terjaring ini kedapatan sedang melakukan aktivitas meminta-minta di lokasi lampu merah kawasan Simpang Kandang, dan Simpang Telkom Padang.
Diketahui petugas dari pendataan kepada 10 orang yang terjaring ini, lima orang diketahui ternyata benar berprofesi sebagai pengemis dan di dampingi dua orang sebagai pemandunya, sementara itu Seorang ibu tega membawa dua orang anak untuk mengemis di kawasan Simpang Telkom Padang juga turut diamankan, Total 10 orang yang diamankan petugas.
Setelah dilakukan pendataan pengemis ini langsung diantar petugas ke Dinas Sosial jalan Delima Padang dalam rangka pembinaan lanjutan, operasi ini dipimpin langsung oleh Kasi Operasi dan pengendalian Satpol PP Padang Yudi Aries.
Terkait penertiban ini Kasat Pol PP Padang mengatakan bahwa personilnya telah diperintahkan untuk selalu aktif melakukan pengawasan terutama di perapatan lampu merah yang sering dijadikan tempat meminta minta oleh mereka apalagi dalam situasi pandemi Covid 19 saat ini. “Kita telah perintahkan kepada personil kita untuk selalu aktif dalam melakukan pengawasan di perapatan lampu merah, sebab kegiatan pengemis tersebut tentu telah menganggu ketertiban umum yang dapat membahayakan keselamatan mereka, apalagi saat pandemi Covid 19 saat ini, kita tidak tau apakah mereka telah menerapkan Sosial Distancing atau Tidak, bisa saja tanpa disadari mereka bisa terpapar Covid 19” terang Alfiadi.(*)
Mwawasan,Padang(Sumbar) ~ Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat mengikuti peringatan hari lahirnya Pancasila secara virtual yang berlangsung tepat dimulai jam 08.00 Wib tanggal 1 Juni 2020 di ruang kerja gubernur.
Dalam arahannya, presiden sampaikan bahwa nilai-nilai luhur Pancasila harus kita hadirkan secara nyata dalam kehidupan kita, Pancasila harus terus menjadi nilai yang hidup dan bekerja dalam kehidupan kita, nilai yang bekerja dalam kebijakan dan keputusan pemerintah, nilai yang hidup terus bergelora dalam semangat rakyat Indonesia.
“Tidak hentinya saya mengajak seluruh penyelenggara negara dari pusat sampai daerah untuk terus meneguhkan keberpihakan kita kepada masyarakat yang sedang mengalami kesulitan.” ujar Presiden
Presiden melanjutkan “Untuk melayani masyarakat, jangan membeda-bedakan kelompok, ras dan agama, serta untuk memenuhi kewajiban kita melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia”.
Seusai upacara virtual, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno yang didampingi Wakil Gubernur Nasrul Abit juga menyampaikan ucapan selamat hari lahirnya Pancasila dan berharap ditengah terpaan covid-19 tetap menjaga jato diri sebagai insan pancasila.
“Ditengah pandemi covid-19 yang menerpa kita, jangan sampai nilai-nilai pancasila kita lupakan. Pancasila adalah roh kebangsaan dan roh pemersatu kita. Tetaplah jadi insan yang pancasilais walau ditengah wabah covid. Diharapkan dengan kegotongroyongan dan dengan kebersamaan kita semua, wabah covid-19 ini segera berakhir” ungkap Irwan Prayitno.
Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatera Barat
PADANG. Menandatangani kerjasama pengelolaan objek wisata Pantai Air Manis antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan Perusda Padang Sejahtera Mandiri (PSM). Penandatangan kerjasama berlangsung usai upacara virtual Hari Lahir Pancasila di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balaikota Padang, Senin (01/06/2020).
Penandatanganan kerjasama tersebut disaksikan Wakil Walikota Hendri Septa, Sekda Amasrul dan Kepala Disparbud Arfian serta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Padang.
Kerjasama ini kita lakukan untuk efisiensi dan efektifitas kerja. Hal itu karena keterbatasan SDM yang dimiliki Pemerintah Kota Padang.
Kerjasama dengan Perusda merupakan konsep pemerintah daerah ke depan. Melalui kerjasama itu memungkinkan pengelolaan semua potensi bisa lebih optimal.
“Pengelolaan potensi bekerjasama dengan perusda merupakan konsep kita ke depan. Dengan demikian potensi – potensi yang dimiliki bisa terkelola lebih optimal,”
Kerjasama pengelolaan Pantai Air Manis yang akan di mulai pada masa new normal nanti akan menjadi starting point untuk pengelolaan objek – objek wisata lainnya ke depan.
“Ini starting point untuk pengelolaan potensi pariwisata di Kota Padang,”
Kami mengapresiasi kinerja Disparbud yang sudah berhasil menggenjot PAD melalui pengelolaan objek wisata. Ke depan Disparbud diharapkan fokus pada pengembangan potensi, baik objek maupun usaha industri pariwisata.
Ke depan diharapkan Disparbud fokus pengembangan potensi yang baru, baik potensi objek maupun usaha industri pariwisata (*)
Pengetatan orang masuk ke Padang tetap menjadi perhatian Pemerintah Kota Padang. Posko perbatasan di empat titik pintu masuk itu beroperasi hingga PSBB berakhir.
“Posko perbatasan tetap beroperasi hingga 7 Juni,” tutur Wakil Walikota Padang, Hendri Septa, Sabtu (30/5).
Tetap beroperasinya posko perbatasan untuk mengawasi pergerakan orang yang masuk Kota Padang. Mereka yang tidak memiliki KTP Padang akan disuruh putar balik, termasuk mereka yang mengalami masalah kesehatan.
“Mereka yang tidak memiliki KTP Padang dan tidak jelas tujuannya akan kami tolak,” ucap Hendri Septa.
Dijelaskannya, sejak PSBB Jilid III diberlakukan, tidak ada lagi pengawasan di posko oleh Aparatur Sipil Negara (ASN). Pengawasan hanya dilakukan oleh petugas yang telah ditunjuk. “ASN tidak kita tugaskan lagi berposko secara bergantian,” ujar Hendri. (*)
Padang, harianpauh.car.blog— Dengan diperpanjangnya masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 7 mei 2020, Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang meningkatkan intensitas patroli bersama TNI dan Polri.
Kasat Pol PP Padang Alfiadi mengatakan, Satpol PP akan turun ke tengah-tengah masyarakat secara masif dalam penegakan disiplin protokol kesehatan penanganan wabah Covid-19.
“Kita akan bekerja lebih keras lagi bersama TNI dan Polri dalam menyadarkan masyarakat, pemilik toko, pengusaha, pedangan dan pembeli secara humanis, agar bisa mematuhi protokol kesehatan yang sudah di tetapkan dengan memakai masker, menjaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun,” ucap Alfiadi, Sabtu (30/5/2020).
Selain ditempatkan di posko-poskochek point dan tempat-tempat keramaian, seperti pasar-pasar tradisional, Satpol PP juga akan melakukan patroli rutin ke tengah-tengah masyarakat Kota Padang.
“Penegakan disiplin harus betul-betul diterapkan masyarakat untuk memutus mata rantai penyebaran dan Corona virus ini segera berakhir di Kota Padang, dan kita kembali kepada aktivitas seperti sebelum terjadinya wabah,” katanya.
Untuk mencapai itu semua sangat dibutuhkan kesadaran masyarakat dan kita semua untuk melaksanakan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
Sekadar diketahui, sejak Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memberlakukan pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) wilayah untuk menekan penyebaran virus corona (Covid-19) petugas Satpol PP rutin melakukan patroli dan kegiatan lainnya untuk memutus mata rantai Covid-19.
Ini sekaligus untuk mengawal penerapan SK Walikota No 257 Tahun 2020 tentang kelanjutan PSBB.
Dalam pencegahan dan memutus mata rantai semua pihak terus ber upaya begitu juga Satpol PP, kembali meningkatkan pengawasan dan sosialisasi.
Seperti yang dilakukan pada Jumat (29/5/2020) malam, hingga Sabtu dini hari. Beberapa tempat pedagang kuliner malam di sasar dan diingatkan petugas.
Personel yang dipimpin Kabid SDA Pol PP Padang, Syafnion membubarkan puluhan orang dari beberapa lokasi yang didatangi.
Dalam operasi tersebut Satuan Tugas Pol PP Padang mendatangi dan mehimbau para pedagang, bahwa PSBB masih akan berlanjut maka kembali kepada masyarakat agar tetap melaksanakan protokol kesehatan guna pencegahan Covid-19.
Di beberapa tempat didapati para PKL menyediakan kursi dan meja terpaksa di bongkar petugas. Pemiliknya diingatkan agar tidak menyediakan tempat duduk sehingga masyarakat yang membeli hanya untuk dibungkus.(*)
Saya tahu hidup Saya susah Dan sulit, tetapi Saya tidak menyerah untuk berusaha bangkit dari kesulitan Dan keterpurukan Saya, melakukan apapun yang Saya bisa, selalu berdoa kepada Allah memohon ampun atas segala dosa Pengurus persepal meminta perlindungan Dan petunjuk yang Maha Kuas.
Memang semua tidak instant terjadi perubahan, mungkin Allah ingin melihat sejauh Dan segigih apa persepal ingin berubah, seniat apa persepal buat , yang dapat persepal lakukan berusaha Dan berdoa.
Saya yakin semua kegigihan grup persepal akan indah pada waktunya, bila ada yang bertanya kapan indahnya, itu semua rahasia Allah Karena Dia yang lebih tahu kapan kebahagian itu layak datang pada diri kita.
Kalau ada yang bilang, and bicara mudah, realisasinya sulit, maka Saya akan bilang bahwa saat ini Saya dalam proses itu, proses dimana Saya belajar mengatasi kesulitan-kesulitan Saya.
Jadi untuk yang lain jangan menyerah, jangan putus asa, Allah memberikan kita Anugerah Otak agar kita bisa berpikir panjang Dan tidak putus asa, serta kehilangan akal.
Selalu semangat, jangan pernah menyerah Persepal harus semangat
Transmart sudah menyiapkan pola pelayanan pelanggan sesuai dengan protokol covid-19.
PADANG — PT Trans Retail Indonesia cabang Padang atau Transmart cabang Padang menyiapkan pola pelayanan pelanggan ketika sudah memasuki skenario new normal. General Manager Transmart Padang Yudi Siswanto mengatakan pihaknya sudah menyiapkan pola pelayanan pelanggan sesuai dengan protokol covid sejak Provinsi Sumbar menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Seperti menyiapkan tempat pencucian tangan di depan lobi Gedung Transmart, mengecek suhu tubuh pelanggan dan semua karyawan, mewajibkan penggunaan masker, mengurangi aktivitas sejumlah toko terutama yang menyajikan makanan siap saji dan tempat nongkrong. Kemudian Transmart juga sudah lama menutup Transtudio dan Cinema.
“Kita juga sudah membatasi jam operasional dan membatasi jumlah pengunjung. Tapi karena masih sepi, pengurangan costumer belum kami lakukan,” kata Yudi, Jumat (29/5).
Jam operasional normal Transmart Padang kata Yudi biasanya dari jam 10.00 WIB sampai jam 22.00 WIB. Sejak ada PSBB, jam operasional Transmart Padang dikurangi menjadi dari pukul 11.00 WIB sampai jam 20.00 WIB.
Sejak virus corona mulai menjangkiti Kota Padang hingga ibu kota Sumbar tersebut kini menjadi zona merah Covid-19, menurut Yudi, pelanggan Transmart tidak lagi seramai biasanya. Sehingga aturan akan membatasi hanya 50 persen pelanggan maksimal belum mereka terapkan sampai saat ini.
Yudi menyebut bila pelanggan Transmart Padang meningkat, pihaknya akan membatasi hanya 50 persen saja yang boleh masuk berbelanja. Dan Transmart Padang menurut Yudi juga telah menyediakan layanan home delivery dengan syarat minimal angka belanja Rp 250 ribu.
Yudi belum dapat menyebutkan waktu Transmart Padang buka secara normal. Pihaknya masih menantikan instruksi dari Gubernur Sumbar untuk kepastian new normal. “Yang pasti kita mengacu kepada aturan pemerintah,” ujar Yudi.
Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit hari ini mengunjungi pusat pembelanjaan Transmart Padang dalam rangka persiapan penerapan tatanan kehidupan baru new normalJumat. Nasrul Abit menyebut mal dan tempat ibadah memang sudah mulai dilonggarkan untuk berangsur menujunew normal.
Hal itu bertujuan untuk menggerakan ekonomi masyarakat secara perlahan di masa pandemi virus corona. Walau begitu, mal menurut Nasrul juga wajib menerapkan protokol covid. Termasuk kewajiban mengurangi jumlah pengunjung dengan batas maksimal hanya 50 persen saja.
“Kita harap agar pihak pengelola mal menerapkan berbagai SOP sesuai dengan standar kesehatan covid dengan mengutakaman kesehatan dan kenyamanan serta kepercayaan kepada para pengunjung,” kata Nasrul Abit.
PADANG – Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah menerima 1 unit incinerator bantuan organisasi masyarakat Tionghoa HBT, HTT. Alat penghancur limbah tersebut akan digunakan di RSUD dr. Rasidin Padang.
“Kami berterima kasih kepada HBT, HTT dan Santu Yusuf serta masyarakat Tionghoa di Indonesia atas bantuan incinerator. Ini bentuk kepedulian bersama dalam penanganan limbah, khususnya limbah medis yang saat ini ditakuti menyebarkan virus corona,” kata Mahyeldi usai menerima incinerator secara simbolis di RSUD Rasidin, Jumat (29/05/2020).
Menurut Mahyeldi, alat pembakar limbah tersebut sangat dibutuhkan. Pasalnya, incinerator mengefektifkan penghancuran limbah medis di rumah sakit daerah itu. Termasuk juga limbah medis eks penanganan pasien Covid-19.
“Dengan bantuan ini, RSUD Padang yang pertama di Sumatera Barat menggunakan. Setahu saya, incinerator ini baru ada di Pekanbaru dan Padang untuk pulau Sumatera,” sebutnya.
Buya, sapaan Walikota Padang itu, lebih lanjut mengulas, incinerator bantuan tersebut memang masih berkapasitas kecil. Pihaknya berupaya untuk bisa mengadakan incinerator yang berkapasitas lebih besar ke depan.
“Incinerator ini berkemampuan membakar limbah 50 kilogram per jam. Ke depan tentu kita berupaya mengadakan yang berkapasitas lebih besar,” ujarnya.
Turut hadir Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edi Hasymi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Mairizon, Kabag Protokol dan komunikasi pimpinan Amrizal Rengganis, Direktur RSUD dr. Rasidin Padang, Herlin Sridiani. (*)
Pemprov Sumbar mengapresiasi tim laboratorium yang bekerja tanpa lelah selama 22 jam. Yang paling luarbiasanya adalah, mereka telah melakukan pemeriksaaan sample sebanyak 1.461 dalam waktu 22 jam. Ini pekerjaan tim yang sangat luar biasa dan merupakan rekor pemeriksaan sample swab terbanyak yang pernah ada di Indonesia.
Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit dalam dialog online via zoom bersama Ikatan Apoteker Sumbar dalam rangka Upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam penanggulangan Covid-19. di ruang rapat Wakil Gubernur Sumbar, Kamis (28/5/2020).
Wakil Gubernur menjelaskan deteksi dini adalah kita mencari sebanyak- banyaknya para terindikasi mulai dari ODP, PDP dan OTG, itu dicari semua.
Selanjutnya, deteksi dini harus dipercepat di Sumatera Barat dengan angka 537 gak usah takut, “Menurut hasil deteksi kita dindingkan dengan Provinsi lain Sumatera Barat lebih cepat dalam penanganan uji laboratorium, dikarena Kedokteran Unand mempunyai labor sendiri, jadi samplenya bisa diperikas setiap hari sehingga Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand termasuk terbaik di Indonesia” ujar Wagub Sumbar.
Wagub Sumbar mengapresiasi tim paramedis yang telah bekerja luar biasa tanpa kenal lelah siang malam, tidak bertemu keluarga, dengan keikhlasan masih tetap bertahan untuk tetap setia merawat dan mengobati pasiennya.
” Semoga pengabdian para medis ini menjadi amal ibadah yang tak terhingga nilainya dan paramedis kita juga diberikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Allah SWT, aamin ,” ujar Nasrul Abit.
Nasrul Abit juga katakan saat ini upaya dilakukan Pemprov. Sumbar dalam menghadapi wabah corona antara lain sudah siapkan rumah sakit rujukan covid-19 diantaranya RS M. Jamil, RSAM, RS Unand, RS M.Natsir, RS Semen Padang, RS Reksodiwiryo, dengan tota 147 tempat tidur, kemudian Rumah Sakit Khusus Covid-19, diantaranya RSUD Pariaman dan RSUD Rasidin Padang, dengan jumlah 273 tempat tidur, dan jejaring rumah sakit Covid-19 RSUD Daerah dengan jumlah 563 tempat tidur.
“Menyiapkan 9 lokasi karantina untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) 5 lokasi dan Orang Dengan Covid Positif Ringan (OD-CPR) 4 lokasi.
” Empat lokasi karantina ODP diantaranya, Asrama Diklat PPSDM Kemendagri Ragional Bukittinggi di Baso, UPT Asrama Haji Padang Pariaman, UPTD Balai Pelatihan Penyuluhan, Asrama BLK Padang Panjang, Arama BLK Payakumbuh .Sedangkan untuk karantina (OD-CPR) berlokasi di Asrama Diklat BPSDM Prov Sumbar, UPTD Balatkop Dinas Koperasi UKM Prov Sumbar, Asrama Diklat Bapelkes Dinas Kesehatan , Gedung ITC UPTD BPTSD Prov Sumbar Payakumbuh. Dan Inilah sarana-sarana yang kami siapkan mualai dari perlengkapannya, tenaga kesehatan, Dokter beserta Perawatnya itu akan kita siapkan semua,” ucap Wagub.
Nasrul Abit juga menjelaskan untuk pengendalian akan dilakukan secara Edukasi kita sudah lakukan sosialisasi-sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami di Provinsi saja sudah cukup banyak mengirim surat hampir 100 surat tentang instruksi bagaimana penanganan Covid ini mulai dari ke tingkat desa, kelurahan sampai ke tingkat terendah” katanya
Selain itu Wagub mengatakan perlu juga dilakukan tracing, ketika ditemukan satu kasus seperti di pasar raya kemarin, mereka langsung ditracing dengan siapa yang bersangkutan, berhubungan siapa kelurganya semuanya kita cari, sehingga diisilasi, diswab ke laboratorium Unand ketika hasilnya positif, dengan siapa dia berkomunikasi dan berinteraksi ini yang harus ditracing sehingga dapat ditemukan kasus baru.
Kemudian selanjutnya Wagub menjelaskan tentang Isolasi ini juga boleh dirumah dan juga ada tempat disiapkan oleh pemerintah provinsi sebanyak 9 lokasi, ada yang di Padang, Bukittinggi dan Padang panjang semuanya sudah tersebar tempat isolasi baik mereka yang positif maupun yang belum, dan yang Pasien Dalam Perawatan (PDP) biasanya sudah diisolasi.
Lebih lanjut, ketika hasilnya positif maka akan dimasukkan kekarantina, dirawat dengan standar Covid, mereka akan mendapatkan pengobatan dan dirawat, minimal 14 hari dan ada juga yang tiga minggu. ( tf/zs)
Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid 2 di Sumatera Barat (Sumbar) akan berakhir pada 29 Mei 2020. Hingga saat ini, pemerintah provinsi (Pemprov) setempat belum mengambil kebijakan, apakah akan tetap menerapkan PSBB atau menyiapkan konsep kondisi normal yang baru atau new normal di tengah pandemi Covid-19 ini.
Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, keputusan itu akan dirampungkan besok, tepatnya Kamis (28/5) setelah melakukan rapat dan evaluasi bersama wali kota/bupati se-Sumbar. Ada dua opsi yang akan diambil usai rapat yang akan digelar tersebut. Pertama, akan tetap menerapkan PSBB, atau menyiapkan konsep new normal.
“Keputusan ada dua opsi. Perpanjang PSBB atau new normal. Keputusan besok kita tunggu hasil rembukan bersama. Apakah dilanjutkan? Tidak sampai di sini saja, karena kita tidak memikirkan kesehatan saja, tetapi juga ekonomi ke depan, dengan kajian mereka (bupati/wali kota) masing-masing,” kata Nasrul Abit saat diskusi online dengan IJTI Sumbar melalui aplikasi zoom, Rabu (27/5) malam.
Ia mengatakan, dari hasil rapat dan evaluasi yang telah digelar bersama bupati dan wali kota sebelumnya, ada yang tegas minta diperpanjang, dan ada yang menyatakan mengambil kesepakatan agar Sumbar mulai berbenah menuju gaya hidup new normal.
“Dari 19 kabupaten/kota, ada yang tegas minta diperpanjang, ada yang menyatakan ambil kesepakatan new normal. Termasuk masalah sekolah, sudah ada kajiannya. Kajian Wali Kota Bukittinggi cukup dipahami, mana tau Bukittinggi menjadi acuan sendiri,” lanjut dia.
Menurutnya, keputusan yang akan dipilih besok, merupakan yang terbaik untuk Sumbar. Dan tentu itu atas kesiapan bersama. Seperti memerhatikan ketersediaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis, kesiapan rumah sakit jika terjadi lonjakan, dan tempat karantina.
“Ini yang perlu dipenuhi. Terus jugatracking-nya bagaimana, transportasi lokalnya bagaimana, agar bisa melakukan new normal ini. Sebenarnya ada istilah yang diberikan WHO untuk negara di Eropa. Indonesia ternyata mengacu kesini, masuk kenew normal,” ulas dia.
Lebih lanjut Nasrul Abit menjelaskan,new normal adalah gaya hidup baru. Meskipun ini baru sebatas wacana, mau tidak mau, suka tidak suka, kita harus menuju gaya hidup new normalini. Karena kita tidak tahu kapan virus ini akan benar-benar hilang.
“Walaupun ini wacana, mau tidak mau, suka tidak suka, kita sudah harus terapkan new normal. Pertama di sektor kesehatan, seperti menjaga jarak atau physical distancing, selalu pakai masker jika keluar rumah, artinya protokol kesehatannya seperti itu,” tambahnya.
Namun, ia meminta agar kita semua tidak terpaku terhadap wacana new normal tersebut. Sebelum menerapkan fase itu, kita mesti berbicara evaluasi PSBB yang telah diberlakukan di Sumbar selama dua tahap ini. Perlu juga ditentukan apakah pelaksanaan PSBB ini sukses atau tidak.
“Sekarang jangan terpaku new normal, kita nanti juga akan memasuki new normal. Kita bicara dulu PSBB Sumbar, apakah sukses atau tidak, sama-sama saja kita nilai. Berdasarkan pantauan saya, di posko perbatasan Limapuluh Kota ternyata tidak ada yang mematuhi. Ketika saya pantau ke sana, tidak ada kendaraan yang lolos. Tapi ketika saya pulang, banyak yang lolos,” bebernya.
Namun, kata dia, jika keputusan esok yaitu menyudahi PSBB dan menuju kehidupan new normal, yang menjadi catatan adalah bagaimana mendisiplinkan masyarakat agar segera mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Peran TNI-Polri pun sangat berguna dalam mengedukasi masyarakat agar bisa memulai hidup disiplin, terutama dalam segi kesehatan.
“Kalau kita bubarkan PSBB, bagaimana mendisiplinkan masyarakat. Makanya diperbantukan TNI-Polri untuk memberi edukasi bagaimana memulai disiplin. Jadi kita ke depan, harapan kedatangan dari personel TNI-Polri, kalau kita punya perbatasan 10, sekitar 30 atau 40 orang kita letak di tiap perbatasan, kita bagi saja,” tambah dia.
Lebih lanjut kata dia, di sisi lain, jika PSBB tetap diberlakukan, secara ekonomi akan terus berdampak terhadap masyarakat. Contohnya saja, Bukittinggi merupakan daerah wisata dan pusat perbelanjaan, tentu ini harus menjadi pertimbangan.
“Di satu sisi, kalau tetap PSBB, secara ekonomi akan berpengaruh, ini perlu pertimbangan. Bukittinggi daerah wisata, makanya kita dengar dulu kajiannya Bapak Wali Kota Bukittinggi,” ulas dia.
Dalam tahapan pemulihan ekonomi di era new normal, kata Nasrul Abit, Sumbar sangat tergantung terhadap produksi UMKM dari bahan pangan, pertanian, perkebunan dan sektor pariwisata. Jika terus dibiarkan, makin lama pertumbuhan ekonomi di Sumbar akan semakin menurun.
“Pemulihan ekonomi ada tahapannya. Di sini tentu langkah kita lakukan. Kesehatan ada 6 langkah, ekonomi ada 5 fase yang harus dilakukan. Semuanya harus ada kajian secara akademis. Besok kita pastikan. Masing-masing daerah harus sudah pahami risko baik dan buruknya,” tegas dia.
Untuk itu, Nasrul Abit kembali mengimbau agar masyarakat harus segera menyesuaikan kondisi saat ini dan mengubah perilaku yang sebelumnya mungkin tidak bersih, sekarang harus belajar hidup bersih. Kemudian yang sebelumnya ekonomi terpuruk, bagaimana kita harus bangkit.
“Untuk itu masyarakat Sumbar harus menyesuaikan kondisi ini. Kita mengubah perilaku yang selama ini tidak bersih, harus bersih. Yang selama ini ekonomi terpuruk, kita harus bangkit. Akan banyak perubahan jika masuk fase new normal,” ulas dia.
Lalu, bagaimana dengan orang yang masih membandel alias tidak menjalankan protokol kesehatan Covid-19? Menurut Nasrul Abit, agar masyarakat bisa disiplin, harus diberikan sanksi yang tegas agar mereka tidak mengabaikan protokol kesehatan Covid-19. Namun demikian, sanksi itu tidak bisa dibentuk dengan peraturan gubernur (Pergub) ataupun peraturan wali kota (Perwako).
“Bagaimana dengan yang keras kepala? Pertama ada sanksi, sanksi ini pada saat ini kita belum boleh. Tidak bisa dengan Pergub dan Perwako. Karena PSBB adalah membatasi pergerakan orang, dan acuannya adalah Permenkes dan Permenhub, guna memutus mata rantai. Kalau buat Perda, kan tidak bisa dalam waktu cepat. Dengan kedatangan TNI-Polri, diharapkan ada sanksi khusus,” kata dia.
Dia menjelaskan, berdasarkan edaran dari gugus tugas pusat, jika keputusan yang diambil adalah tetap memberlakukan PSBB, Pemerintah Provinsi atau Pemerintah Daerah tidak perlu mengajukan surat perpanjangan PSBB. Surat yang perlu dibuat itu jika suatu daerah yang masa PSBB-nya akan berakhir, dan memutuskan tidak memperpanjangnya.
“Edaran dari gugus tugas pusat menyatakan bahwa jika ingin diperpanjang, tidak perlu ada surat baru, cukup penghentian surat. Sekali lagi saya sampaikan, semua pertimbangan dan masukan yang menyangkut new normal menjadi pertimbangan besok. Mudah-mudahan keputusannya yang terbaik untuk Sumbar. Sebenarnya ini adalah peringatan untuk masuk new normal, semua harus siap,” pungkasnya.
PADANG – HARIANPAUH.CAR.BLOG Di tengah pandemi virus corona atau Covid-19 yang masih mewabah di Kota Padang, organisasi sosial kemasyarakatan Karang Taruna ikut melakukan berbagai hal positif, salah satunya mengembangkan budidaya ikan nila.
Hal itu merupakan hasil usaha ekonomi produktif (UEP) Karta Jaya hasil binaan Karang Taruna Kota Padang yang berlokasi di Tarantang, Kecamatan Lubuk Kilangan.
Dalam hal ini juga didukung Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Kelautan dan Perikanan beserta Dinas Sosial dan pihak terkait lainnya.
Ketua Karang Taruna Kota Padang, Yaldi Chaniago mengatakan, ia bersama pengurus UEP Karta Jaya bersyukur karena budidaya ikan nila yang selama ini dikelola berhasil dan dapat dipanen untuk pertama kalinya.
“Alhamdulillah, kita mampu menggelar panen perdana ikan nila hasil UEP Karta Jaya hari ini. Kita bersyukur panen ini dihadiri langsung bapak Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa serta beberapa kepala OPD terkait di Pemko Padang dan undangan lainnya,” ungkap Yaldi dalam prosesi acara panen perdana ikan nila hasil UEP Karta Jaya tersebut, Kamis pagi (28/5/2020).
Dalam kesempatan itu juga hadir Ketua MPKT Karang Taruna Kota Padang Zulhardi Z. Latif yang juga anggota DPRD Padang, Camat Lubuk Kilangan Yalmasril serta unsur Forkopimca dan elemen masyarakat setempat. Juga hadir Ketua Karamg Taruna Sumbar Mahdianur serta Camat Lubuk Begalung Wilman Muchtar.
Yaldi menceritakan, untuk budidaya ikan nila tersebut diawali dari menerima bibit awal sebanyak 20.000 dengan masa panennya lebih kurang selama lima bulan.
“Jadi proses pendanaan dari UEP ini berasal dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang dalam pemberian bantuan bibit. Sementara pakannya swadaya atau iuran dari anggota dan juga bantuan dari hibah Karang Taruna. Insya Allah panen ikan nila UEP Karta Jaya ini diperkirakan mencapai lebih dari 1 ton kg lebih. Dan kemana hasilnya di samping untuk kemajuan UEP Karta Jaya juga untuk kebutuhan lainnya. Apalagi sekarang dalam masa pandemi Covid-19, tentu kebutuhan pangan menjadi utama seperti ikan nila ini,” sebut Yaldi.
Terkait usaha budidaya ikan nila tersebut, Ketua UEP Karta Jaya Hendratmo yang juga Wakil Ketua Karang Taruna Kota Padang menyebut, hasil panen ikan nila ini akan dimanfaatkan untuk mengembangkan UEP Karta Jaya ke depannya.
“Sesuai arahan Karang Taruna Kota Padang, hasilnya akan kami kembangkan untuk kemajuan UEP Karta Jaya. Kalau bisa hasilnya juga dimanfaatkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan nantinya,” ungkapnya.
Hendratmo menambahkan, adapun UEP Karta Jaya ini didirikan bertujuan untuk memancing dan merangsang agar generasi muda di Kota Padang khususnya melalui wadah Karang Taruna, mau berwirausaha. Karena Karang Taruna juga menjadi wadah pemberdayaan kegiatan ekonomi produktif.
“Karang taruna bukan hanya organisasi sosial kepemudaan saja, Karang Taruna juga wadah pembinaan dan pemberdayaan dalam upaya mengembangkan kegiatan ekonomi produktif dengan pendayagunaan semua potensi, baik SDM maupun SDA yang telah ada,” katanya didampingi Sekretaris UEP Karta Jaya Feryanto Irawan.
Sementara itu Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa dalam sambutan dan arahannya memberikan apresiasi terhadap UEP Karta Jaya di bawah binaan Karang Taruna Kota Padang yang sukses mengelola budidaya ikan nila yang cukup banyak dengan beberapa kolam tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Padang kami bersyukur dan bangga Karang Taruna hadir memberikan solusi melalui UEP ini, apalagi sekarang sedang pandemi Covid-19, tentu hasil panen ikan nila ini sangat penting untuk kebutuhan dan ketersediaan pangan masyarakat. Bahkan hasilnya tentu untuk keberlanjutan UEP ini juga,” ungkap wawako.
Lebih lanjut Hendri pun memotivasi seluruh pemuda di Kota Padang untuk dapat melakukan hal serupa yang dilihatkan pengurus UEP Karta Jaya tersebut.
“Dengan upaya seperti ini tentu sangat positif dan banyak yang terbantu baik pemerintah, Karang Taruna dan masyarakat. Maka itu semoga hal ini terus dipertahankan dan dilanjutkan oleh Karang Taruna Kota Padang. Minimal setiap kecamatan ada satu UEP yang bisa dihasilkan. Maka itu selamat atas panen perdana ikan nila ini dan semoga bermanfaat bagi kita semua,” imbuh wawako mengakhiri.(*)
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kembali memperpanjang masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakhir 29 Mei 2020 mendatang. Masa PSSB diperpanjang selama 9 hari, yakni 30 Mei hingga 7 Juni 2020.
Hal itu mengemuka saat digelar video conference (vicon) antara Gubernur Sumatera Barat dengan Bupati/Walikota se Provinsi Sumbar, Kamis (28/5/2020).
“Perpanjangan PSBB ini merujuk pada aturan dari Kementerian Perhubungan (Kemhub) yang memperpanjang masa larangan mudik Lebaran 2020 dari semula hingga 31 Mei 2020 menjadi sampai 7 Juni 2020,” jelas Irwan.
Lebih jauh jelaskannya, dalam pelaksanaan PSSB tahap ke tiga, ada empat penekanan. Pertama, melakukan tahap-tahap persiapan menuju new normal dengan melakukan pengurangan pembatasan-pembatasan yang ada di PSBB.
Kedua, mendisiplinkan masyarakat untuk ikut protokol covid-19 sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo kepada Kapolri, Panglima TNI, dan diteruskan kepada Kapolda dan Danrem.
Ketiga, melakukan persiapan maksimal untuk sistem kesehatan, rumah sakit, laboratorium dengan melakukan testing maksimal, tracing, isolasi dan treatment perawatan.
keempat, Provinsi memberikan dukungan kepada kabupaten/kota yang ingin melaksanakan new normal sesuai aturan dari Kemenkes dan Kemendagri.
Irwan menyebut, PSSB tahap ketiga hanya diikuti oleh 18 kabupaten/kota di Sumatera Barat. Sementara untuk Kota Bukittinggi tidak mengikuti karena Bukittinggi sudah masuk wilayah bebas covid-19.
“Saya berharap, PSBB tahan ketiga ini akan berjalan lebih efektif dan optimal lagi dibanding PSBB sebelumnya. Maka itu kita sampaikan kepada seluruh elemen dan masyarakat di Sumbar, mari kita sama-sama mendukung pelaksanaan PSBB agar berjalan lancar,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wakil Wali Kota Hendri Septa bersama unsur Forkopimda, pimpinan OPD terkait mengikuti vicon terkait perpanjangan masa PSBB tersebut dari Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.
Wali Kota Mahyeldi menyampaikan, atas nama Pemerintah Kota Padang menyatakan setuju dengan kabupaten/kota yang lainnya atas diresmikannya perpanjangan masa pemberlakuan PSBB untuk tahap ketiga sampai 7 Juni 2020 nanti.
“Dengan diperpanjangnya masa PSBB, kami berharap pengawasan orang yang keluar masuk di masing-masing perbatasan kabupaten/kota lebih ditingkatkan dan diperketat lagi,” ujarnya.
Sekaitan dengan penanganan virus corona di Kota Padang, Mahyeldi menjelaskan, sampai saat ini pihaknya telah melakukan swab kepada 5.402 orang. Dari 5402 dinyatakan positif terinveksi virus corona sebanyak 357 orang.
“Ada dua klaster terbesar penyebaran virus corona, Pasar Raya Padang dan Pegambiran. Alhamdulillah, klaster Pegambiran sudah berhasil kita putus. Yang tersisa hanya klaster Pasar Raya Padang. Insha Allah ini akan lebih kita optimalkan lagi untuk memutusnya,” terang Wako.
Sekaitan dengan menuju New normal atau tatananan baru, Pemerintah Kota Padang juga tengah melakukan pengurangan pembatasan-pembatasan yang ada di PSBB. Diantaranya memberikan kelonggaran kepada masyarakat untuk melaksanakan shalat Jum’at dibeberapa daerah yang tidak terpapar covid-19.
“Kita juga terus bekerjasama dengan Dandim, Kapolres dan pihak terkait lainnya untuk mendisiplinkan masyarakat untuk ikut protokol covid- 19 ketika melakukan aktivitas,” pungkasnya. (*).
PADANG – Kawasan Sungai Pisang Kecamatan Bungus Teluk Kabung, bakal menjelma sebagai primadona baru destinasi wisata di Kota Padang. Hal itu menyusul dibangunnya dermaga terapung untuk transportasi antar pulau.
“Sungai pisang nanti menjadi gerbang wisata pulau, baik di Kota Padang maupun kawasan Mandeh. Menyusul pembangunan dermaga terapung dan faslitas pendukung lainnya,” kata Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah saat meninjau dampak abrasi di Sungai Pisang, Kamis (28/05/2020).
Menurut Mahyeldi, potensi wisata di Sungai Pisang bukan saja alamnya yang indah akan tetapi juga ada sejarah di sini. Hal itu dibuktikan dengan adanya tiga prajurit pejuang yang dimakamkan di sini.
Di samping itu, lanjut Mahyeldi, posisi strategis Sungai Pisang sangat menguntungkan masyarakat setempat. Banyak peluang usaha yang bisa dikembangkan.
“Masyarakat di sini tidak harus menjadi nelayan karena banyak peluang usaha yang bisa dijalani, baik antar jemput wisatawan, pemandu wisata maupun menjual souvenir dan kuliner,” ujar Mahyeldi.
Terkait rencana pengembangan Sungai Pisang dibiayai dari APBD Kota Padang, APBD Provinsi dan APBN. Saat ini sudah teralokosi anggaran sebesar Rp.35 milyar untuk pembangunan dermaga terapung.
“Ada tiga sumber pendanaan untuk rencana pengembangan kawasan wisata Sungai Pisang. APBD kota dan provinsi serta APBN. Saat ini ada sebesar Rp. 35 milyar untuk biaya pembangunannya,” jelas Mahyeldi.
Untuk penataan pemukiman masyarakat nelayan di kawasan tersebut, menurut Mahyeldi sudah ada perumahan nelayan yang menampung mereka. Sehingga nantinya warga tidak lagi terancam abrasi dan penataan kawasan pantai Sungai Pisang lebih mudah.
“Dengan menempati perumahan yang disediakan, warga tidak terancam abrasi dan kawasan ini lebih mudah ditata. Sudah ada 58 rumah yang disediakan. Berjarak 800 meter dari lokasi pantai,” katanya.
Beberapa hari sebelumnya kawasan pantai Sungai Pisang dan pantai lainnya di Kota Padang dilanda abrasi. Dampak yang ditimbulkan abrasi mengakibatkan 53 rumah terendam dan 7 bagian dapur rumah terseret ombak di Sungai Pisang.
“Dinas Sosial sudah mengatasinya dengan membantu kebutuhan dasar warga yang terdampak,” ujarnya.
Dalam peninjauan ke Sungai Pisang Walikota Padang didampingi Kepala Dinas PUPR Yeni Yuliza, Kepala DPRKPP Tri Hadianto, Kepala Dinas Sosial Afriadi, Sekretaris dan Kabid pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Amarizal Rengganis serta Camat Bungus Teluk Kabung M. Latif. (*)
Saat pandemi Covid-19 mengharuskan setiap orang saling membantu. Menjaga kekompakan dan meningkatkan rasa nasionalisme.
Demikian antara lain disampaikan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Padang Rudy Rinaldy di Balaikota Padang, Kamis (28/5/2020).
“Mari kita saling membantu, meningkatkan rasa nasionalisme dan tidak saling menyalahkan di masa pandemi ini,” katanya.
Menurutnya, saling menyalahkan di masa pandemi akan menurunkan rasa empati. Rudy Rinaldy mengajak seluruh warga untuk mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Aturan yang dibuat pemerintah untuk mengedukasi warga agar disiplin dan menerapkan protokol kesehatan. Ini merupakan upaya pemerintah melindungi warganya. Apalagi di negara lain yang sudah lebih maju, terutama di segi fasilitas kesehatannya, masih saja tidak berdaya melawan virus corona, apalagi kita,” ucap Rudy Rinaldy.
Dijelaskan Rudy, Covid-19 merupakan virus baru yang hingga kini belum ditemukan vaksinnya.
“Saat ini semua kita masih belajar cara mengatasi virus ini, yang harus diingat bagaimana supaya kita tidak mengabaikan regulasi dasar yang sudah ditetapkan,” jelasnya.
Rudy menilai, rencana normal baru yang diapungkan pemerintah merupakan konsep yang paling cocok digunakan saat pandemi ini. Konsep ini perlu didukung seluruh elemen masyarakat.
“Apalagi virus ini tidak akan pernah lenyap, sebab virus ini sama seperti virus influenza yang akan menyerang siapa saja ketika imun tubuhnya rendah,” katanya.(*)
Padang – Pembatasan dan pengetatan orang masuk Kota Padang sudah dilakukan sejak pandemi Covid-19 melanda. Mereka yang tidak mengantongi tanda pengenal Padang tak diperbolehkan masuk.
Upaya Kota Padang meredam masuk dan keluarnya virus corona ini cukup diapresiasi banyak pihak. Seperti Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, menurutnya pengetatan orang masuk Kota Padang merupakan langkah baik agar warganya tidak terkena ataupun membawa virus.
“Saya mengapresiasi apa yang telah dilakukan Wali Kota Padang yang tidak mengizinkan siapa saja masuk Padang, saya setuju,” kata Ramlan Nurmatias saat Rapat PascaPSBB tahap II bersama Gubernur Sumatera Barat dan seluruh bupati/wali kota se-Sumbar secara virtual, Kamis (28/5/2020).
Sementara itu, Pemerintah Kota Padang telah mendirikan posko protek di empat titik perbatasan. Posko tersebut membatasi pergerakan orang yang masuk Kota Padang.
Keberadaan posko tersebut cukup membantu. Tidak saja membantu warga Padang agar tidak terpapar virus yang datang dari luar, tetapi juga membantu warga pendatang.
“Selama ini ada yang salah persepsi kenapa diperketat masuk Padang. Padahal sebetulnya justru akan baik bagi daerah pendatang tersebut,” ungkap Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah.
Pengetatan di posko perbatasan merupakan langkah agar daerah para pendatang tidak terpapar virus. Menjaga agar kabupaten / kota di Sumbar tetap hijau alias tidak memiliki kasus positif Covid-19.
“Karena Padang sudah zona merah di setiap kecamatan, jika pendatang datang ke Padang, mereka berpotensi membawa virus ke daerahnya sendiri,” kata Mahyeldi.(*)
– Lantai 2 Gedung Koppas Plaza Pasar Raya Padang Provinsi Sumatera Barat terbakar, Rabu (27/5/2020) siang.
Berdasarkan pantauan Covesia, ada 3 mobil pemadam kebakaran yang diturunkan untuk memadamkan api.
Selain petugas Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, personel Satuan Polisi Pamong Praja Kota Padang dan pihak kepolisian juga tampak berada di lokasi.
Berdasarkan pantauan Covesia, masyarakat juga terlihat memadati lokasi kebakaran. Pedagang yang mengetahui tempat tersebut terbakar, berusaha untuk menyelamatkan barang mereka.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang Dedi Henidal mengatakan pihaknya mendapatkan informasi tentang kebakaran itu pada pukul 12.40 WIB. Tujuh menit kemudian, petugas Dinas Pemadam Kebakaran pun berada di lokasi.
“Yang terbakar ada 2 toko. Tapi yang terdampak ada 4 toko. Toko yang terbakar adalah gudang. Habis terbakar,” ujarnya saat diwawancarai rekan-rekan wartawan di lokasi.
Api berhasil dipadamkan sekitar 13.00 WIB.
Dia menuturkan tidak ada korban jiwa pada kejadian ini. Meski demikian ada seorang lelaki yang terkena luka bakar.
Menurut Dedi, total kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.
Saat ditanyakan penyebab kebakaran, dia belum bisa memastikan. “Biar pihak kepolisian yang mengusut,” katanya.
Meski demikian, seorang pelebur logam yang ada di lokasi kejadian itu, Taufik (43), mengatakan penyebab kebakaran karena ledakan tangki berisi bahan bakar.
Menurutnya, tangki berisi bahan bakar tersebut digunakan sebagai bahan bakar peleburan logam. Taufik sendiri mengalami luka bakar di wajah akibat kejadian itu.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Andre Algamar, saat diwawancarai rekan-rekan wartawan di lokasi, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi dan meningkatkan kewaspadaan bahaya kebakaran di Pasar Raya Padang.
Padang – Empat provinsi di Indonesia disiapkan sebagai “percontohan” untuk memulai normal baru atau tatanan suasana dan kondisi yang baru di masa pandemi Covid-19. Provinsi itu yakni DKI Jakarta, Jawa Barat (Jabar), Sumatera Barat (Sumbar), dan Gorontalo.
Persiapan normal baru itu dilakukan dengan menerjunkan personel TNI/Polri di titik-titik keramaian di empat provinsi tersebut.
Wali Kota Padang, Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mendukung rencana tersebut. Menurutnya, dengan turunnya personil TNI/Polri akan berdampak baik bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, hal ini tentunya bagus bagi masyarakat kita. Terutama dalam mendisiplinkan masyarakat sehingga sosialisasi normal baru menjadi masif,” ungkap Mahyeldi di Balaikota Padang, Rabu (27/5/2020).
Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyatakan akan mengerahkan pasukan di 1.800 titik di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, untuk mendisiplinkan masyarakat dalam melaksanakan protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona. TNI akan bekerja sama dengan Polri. Rencananya pendisplinan protokol kesehatan ini akan dilaksanakan di empat provinsi dan 25 kabupaten kota, objeknya adalah tempat-tempat lalu lintas masyarakat, mal-mal, pasar-pasar rakyat, tempat pariwisata.
Menurut Panglima TNI, dari data yang ada di empat provinsi dan 25 kabupaten/kota, ada 1.800 objek yang akan dilaksanakan pendisiplinan tersebut.(*)
HARIANPAUH.CAR.BLOG — Hingga Rabu (27/5/2020) pagi, gelombang tinggi masih terjadi di pesisir Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Gelombang tinggi menyebabkan air laut naik hingga ke jalan.
Pantauan harianhaluan.com, gelombang air laut yang cukup besar mengakibatkan landmark Gedung Kebudayaan Sumatera Barat mengalami kerusakan. Hentaman ombak yang langsung menimpa landmark tersebut membuat beberapa huruf pada tulisan lepas dari posisinya.
Selain itu, sepanjang jalan area tapi laut (taplau) dipenuhi oleh sampah yang berserakan akibat gelombang ombak laut. Terlihat, beberapa pengunjung mengabadikan moment gelombang ombak tinggi sedangkan masyarakat lainnya, memanfaatkan ombak yang keruh untuk memancing ikan di dekat jembatan Merpati Tugu Perjuangan.
Ombak yang airnya keruh di kawasan Pantai Padang lebih besar dari biasanya, menyebabkan sejumlah rumah dan pemukiman tergenang air. Selain itu, beberapa pedagang mulai membereskan dagangannya menghindari ombak tersebut. (*)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (tengah) saat rapat penanganan Covid-19 di Sumbar beberapa waktu lalu.
Harianpauh.car.blog – Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno menjelaskan tentang konsep New Normal yang mulai disosialisasikan oleh Pemerintah Pusat.
“New Normal merupakan suatu kehidupan dengan kebiasaan baru, aktifitas baru, dimana masyarakat diminta berdamai dan beradaptasi Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin,” ungkap Irwan saat melakukan Vidio conference (Vidcon) dengan Bupati Walikota se-Sumbar, Selasa (26/5/2020).
Lebih lanjut disebutkan Irwan, bahwa tidak mungkin berdiam diri terus di rumah, mungkin sudah banyak yang protes, jenuh, apalagi menyangkut persoalan ekonomi.
Irwan menjelaskan konsep New Normal diantaranya melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi.
“Konsep New Normal akan dijalankan sembari menunggu Vaksin Covid19 ditemukan,” terangnya.
Selain itu, sebelum menetapkan keputusan pasca pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jilid dua yang akan berakhir pada Tanggal 29 Mei 2020, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat secara maraton terus melakukan sejumlah persiapan.
Dalam paparannya Gubernur mengatakan bahwa sampai dengan hari ini warga Sumbar yang terjangkit Covid-19 mencapai 510 kasus positif, dimana dari 19 kab/kota tersisa satu daerah yaitu Kabupaten Sijunjung yang sama sekali tidak ditemukan kasus positif.
Meski demikian, dari data yang ada tergambar bahwa sebaran kasus Covid-19 kab/kota se-Sumbar mulai menunjukkan grafik yang cenderung menurun.
“Kecuali di Padang, dari belasan cluster sudah banyak yang berhenti, terputus. Cuma cluster Pasar Raya ini mungkin agak sulit karena orang yang berjualan selama masa inkubasi sudah banyak bertemu orang dan belanja akhirnya membuat banyak yang tersebar,” papar Irwan.
PADANG: Walikota Padang H.Mahyeldi memberikan apresiasi untuk jajaran Satpol PP dalam melaksanakan tugas cukup baik. Walaupun keterbatasan personil bertugas dilapangan tidak ada halangan. Dan tentu kita bersyukur sampai saat ini semua jajaran Pol PP sehat dan prima, apalagi disaat adanya wabah Covid-19.
Walaupun frekuensi tugas Satpol PP semenjak Covid-19 meningkat namun terlasana sangat baik. Setiap melaksanakan tugas dilapangan Satpol PP dibekali alat pelindung diri (APD) berupa masker, sehingga tugas dilapangan jadi maksimal.
Keseriusan dari jajaran Satpol PP penegak Perda ini dalam bertugas begitu sungguh-sungguh. Dengan kesungguhan itu semangkin cepat untuk memutus mata rantai Covid-19 di Kota Padang. sebut Mahyeldi usai melaksanakan apel di jajaran Satpol PP rabu (27/5/2020)
Walikota Padang menyebut, seluruh jajaran Satpol PP, baik dari pimpinan pasukan, tim yang diturunkan untuk melakukan penegakan peraturan Perda yang ada dikota Padang sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan aturan. Apalagi dengan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di saat Covid-19, Pol PP bekerja maksimalnya dan masif baik pada siang dan malam harinya.
Berjalannya pelaksanaan PSBB ini, maka frekuensi eskalasi kegiatan dari Satpol PP terjadi peningkatan. Atas dedikasi, kesungguhan serta keseriusan Satpol PP melaksanakan tugasnya,Mahyeldi berjanji akan memberikan Vitamin sehat bagi 492 personil Satpol PP. Pemerintah Kota Padang memgucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran penegak Perda itu.
Selanjutnya Mahyeldi menambahkan, tugas Satpol PP selama pandemi Covid-19 setiap hari berinteraksi dengan orang yang fositif Covid. menyelamatkan, membantu serta melaksanakan sosialisasi dan melakukan pengamanan di empat titik posko pengamanan Covid-19(Prokopim)
Padang – Angka penyebaran Corona Virus Disease 19 (Covid-19) di Pasar Raya Padang semakin tak terbendung. Ini setelah ditemukannya ratusan pedagang yang terpapar virus tersebut. Ahli Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Padang, Dr dr Andani Eka Putra menekankan pentingnya sosialisasi di kawasan pasar terbesar di Padang itu.
“Sosialisasi agar lebih gencar di sana,” katanya saat diwawancarai Diskominfo Padang, Rabu (27/5/2020).
Sosialisasi yang digencarkan tidak saja berupa ajakan langsung ke seluruh pedagang untuk mematuhi protokol kesehatan. Akan tetapi juga memasang baliho, spanduk dan lainnya agar pedagang dan pembeli mengetahui pentingnya protokol kesehatan. Termasuk ajakan untuk memeriksakan diri lewat tes swab.
“Tes swab yang dilakukan di Pasar Raya merupakan upaya untuk memutus mata rantai, pedagang agar memeriksakan dirinya,” ujarnya.
Andani mengatakan, mungkin selama ini pedagang merasa dirinya tidak berbahaya. Akan tetapi ada keluarga mereka di rumah yang bisa saja tepapar dan membahayakan.
“Sekarang bagaimana pedagang untuk memeriksakan dirinya lewat swab dan menjaga semua hal,” sebutnya.
Andani juga menekankan, sosialisasi tidak saja dilakukan di Pasar Raya. Akan tetapi juga di pasar-pasar satelit. Sehingga pasar tidak lagi menjadi tempat penyebaran virus corona terbesar.(*)
Padang – Harianpauh.car.blog– Pasca lebaran, jumlah terkonfirmasi wabah Covid-19 di Sumatera Barat (Sumbar) kembali bertambah. Kini, totalnya sudah mencapai 510 orang , setelah terjadinya penambahan 32 kasus pada Selasa (26/5).
Dari jumlah penambahan itu, usianya rata-rata masih muda. Dari usia balita hingga belasan tahun, bahkan ada yang berusia lima bulan. Semua yang terinfeksi Covid-19 ini tersebar di beberapa kelurahan di Kota Padang, namun masih klaster Pasar Raya Padang.
Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Sumbar, Jasman Rizal menyebutkan, jumlah itu berdasarkan hasil laporan dr. Andani Eka Putra dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang, serta Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukittinggi. “Semua penambahan hari ini, dari klaster Pasar Raya Padang, yang terinfeksi dari pasien sebelumnya,” kata Jasman kepada Gatra.com secara tertulis, Selasa (26/5).
Setidaknya, ada 12 orang masih usia anak-anak klaster Pasar Raya Padang ini positif Covid-19. Mulai dari bayi perempuan (5 bulan), warga Kuranji Padang, perempuan (3 tahun), warga Indarung Padang, laki-laki (4 tahun), warga Kuranji, perempuan (5 tahun) warga Purus Padang.
Kemudian, perempuan (5 tahun), warga Indarung, laki-laki (6 tahun) warga Kuranji, perempuan (7 tahun) warga Kuranji, perempuan (7 tahun), warga Indarung, perempuan (9 tahun) warga Indarung, perempuan (9 tahun) warga Kuranji, laki-laki (13) tahun warga Indarung, dan perempuan (13 tahun) warga Kuranji.
“Sementara usia selebihnya dari 20 sampai 64 tahun, dari pedagang hingga pegawai Dinas Pasar, dan penanganannya ada isolasi mandiri, ada di rumah sakit rujukan,” ujar Jasman yang juga Kadis Diskominfo Sumbar itu.
Selain itu, orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 9.041 orang. Sebanyak 8.919 orang sudah selesai dipantau, 122 orang masih pemantauan. Lalu, pasien dalam pengawasan (PDP) 872 orang, sebanyak 834 dinyatakan negatif, dab 38 orang masih dirawat diberbagai rumah sakit rujukan.
Pemerintah telah menerapkan larangan mudik Lebaran guna mencegah penyebaran virus Corona. Namun, beragam cara dilakukan warga rantau untuk bisa kembali ke daerah asalnya.
Salah satunya warga yang mudik ke Sumatera Barat (Sumbar). Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno mengatakan, meski telah melakukan penyekatan, namun banyak warga yang melakukan berbagai cara untuk mudik ke wilayahnya.
“Jadi, sejak kita tanggal 22 April lakukan PSBB kemudian 24 April disambut Permenhub 25 soal larangan mudik, itu tidak boleh sama sekali, dipulangkan-dipulangkan semua yang mau mudik ke sini (Sumbar),” kata Irwan lewat saluran zoom dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Selasa (26/5/2020).
Irwan pun mencontohkan beberapa modus pemudik dalam mengelabui petugas. Salah satunya dengan berpura-pura menjadi anggota TNI hingga mudik menggunakan mobil ambulans.
“Nah ada beberapa yang nyelonong dengan kecepatan besar pas dini hari dia langsung nerobos. Lalu modusnya juga ada yang pakai travel gadungan, ada yang pakai TNI baju gadungan ya, ada yang masuk mobil ambulans, truk, tapi jumlahnya sepertinya tidak banyak,” sebutnya.
Irwan menambahkan, sejak tanggal 31 Maret hingga 22 April, total ada 109.204 ribu perantau yang kembali ke Sumbar. Namun, angka tersebut kemudian menurun usai penerapan PSBB dan larangan mudik dilakukan.
“Setelah PSBB itu ada pengaruh 30% tidak pulang kampung ya. Jadi PSBB ini kan tidak ada pelarangan, tapi pembatasan. Jadi, misalnya yang naik mobil Kijang Inova dari 6 jadi 3. Nah kemudian setelah tanggal 24 April keluar Permenhub 25 soal larangan mudik, itu sudah hampir dikit sekali, jadi totalnya tidak sampai 3.000 hingga 4.000,” tutur Irwan.
“Jadi, kondisinya memang kita upayakan untuk menghambat, membatasi dan melarang supaya tidak terjadinya imported case positif di Sumbar,” lanjut dia.
Hingga hari ini, Irwan menyebutkan total ada 510 kasus positif Corona yang terjadi di wilayah Sumbar. Dari jumlah total tersebut, sebanyak 39 kasus merupakan imported case.
Lebih lanjut, Irwan berharap pemerintah pusat segera memperpanjang aturan Permenhub Nomor 25 tentang larangan mudik. Sebab, biasanya, warga yang mudik ke Sumbar hingga satu bulan lamanya.
“Perlu diingat itu Permenhub 25 itu usianya sampai 31 Mei. Kalau kami di daerah memohon itu biasanya yang di Sumbar yang mudik itu bisa sampai satu bulan. Jadi kalau bisa diperpanjang sehingga pada akhirnya mengurangi kasus-kasus baru dan membantu juga yang di Jakarta,” kata Irwan.
Petugas pemadam kabakaran sedang memadamkan apo yang membakar toko di Pasar Raya Padang.
PADANG – HARIANPAUH.CAR.BLOG
Kebakaran melanda kawasan Pasar Raya Padang, Sumbar pada hari kedua lebaran, Senin sore (25/5/2020). Informasinya, setidaknya ada sekitar 19 petak toko yang ada di belakang Pasar Raya Blok 1, tepatnya di belakang Mapolresta Padang terbakar, sekitar pukul 17.45 WIB.
Dilansir dari harianhaluan.com, api yang menyebabkan kebakaran ini, diduga berasal dari toko kaca yang ada di sekitar lokasi tersebut, kemudian menjalar ke toko-toko lainnya yang berdekatan di lokasi kejadian.
Petugas Pemadam Kebakaran dari Pemko Padang, mengerahkan mobil pemadam kebakaran dengan puluhan personel guna melakukan pemadaman. Saat ini, petugas masih berjibaku memadamkan api.
PADANG – PT Semen Padang menyatakan telah mempersiapkan diri dalam menghadapi kondisi “The New Normal” atau pola hidup baru di tengah pandemi COVID-19 yang masih terjadi hingga saat ini.
“Kita siap melaksanakan kondisi ‘The New Normal’. Sejak Maret lalu, Semen Padang telah membentuk Tim Penanganan COVID-19. Kemudian tim ini telah berhasil menyiapkan protokol atau Panduan Kerja Kondisi ‘The New Normal’,” kata Ketua Tim COVID-19 Semen Padang yang juga Kepala Departemen Komunikasi & Hukum Perusahaan, Oktoweri, di Padang, Senin (25/5/2020).
Oktoweri yang didampingi Wakil Ketua Tim COVID-19 R.Trisandi Hendrawan, dan Kepala Unit Humas & Kesekretariatan, Nur Anita Rahmawati memaparkan protokol ‘The New Normal’ telah mulai disosialisasikan kepada insan PT Semen Padang. Selanjutnya, juga akan disosialisasikan kepada seluruh stakeholders lainnya.
“Protokol ini tidak hanya mengatur hal-hal yang berkaitan dengan aspek manusia (human capital & culture), cara kerja (process & technology), namun juga berkaitan dengan pelanggan, pemasok, mitra, dan stakeholders lainnya (business continuity),” terang Oktoweri.
Sebagai salah satu anak usaha BUMN yang memiliki peran strategis, kata Oktoweri, PT Semen Padang selama ini telah berpartisipasi aktif dalam mendukung langkah-langkah strategis Pemerintah dalam menanggulangi pandemik COVID-19.
Semen Padang telah melaksanakan berbagai program untuk membantu masyarakat di tengah wabah pandemi COVID-19, seperti mempersiapkan Semen Padang Hospital sebagai RS rujukan COVID-19 untuk membantu pemerintah mempercepat penyembuhan pasien COVID-19. Juga, pemberian bantuan paket sembako bagi 5205 rumah tangga miskin, bantuan ribuan masker untuk masyarakat, bantuan fasilitas cuci tangan untuk Posko Cek Point, Puskesmas, Pasar, Mako Pol PP, dan Balai Kota Padang. Bantuan bilik sterilisasi untuk rumah sakit-rumah sakit di Sumbar.
Semen Padang juga memberikan bantuan penyemprotan disinfektan di 145 titik fasilitas umum yang ada di Ring I PT Semen Padang, yaitu di Kecamatan Lubuk Kilangan, dan pemberian vaksin influenza gratis untuk karyawan/wati Semen Padang Group, dan pemberian bantuan hand sanitizer.
Juga menggelar seminar tentang COVID-19 dan melakukan imbauan membangun optimisme kepada masyarakat, mengimbau masyarakat menjaga kebersihan dengan membiasakan mencuci tangan dengan sabun, menggunakan masker dan menjaga jarak 1, 5 meter serta di rumah saja.
Padang – Takbir kemenangan berkumandang Minggu (24/5/2020) pagi itu di Anak Aie, Padang. Bersahut-sahutan dari satu masjid ke masjid lain. Hari itu adalah hari kemenangan suci di tengah pandemi virus corona.
Agaknya, suasana lebaran tak begitu memengaruhi kesibukan di posko protek perbatasan Anak Aie. Seluruh petugas sibuk dengan tugas masing-masing. Ada yang duduk mencatat kendaraan yang lewat. Menyetop kendaraan yang datang, serta memeriksa suhu tubuh pengendara.
Meski tak berlebaran bersama keluarga, suasana kekeluargaan dan kegembiraan pun tetap terlihat jelas di wajah para petugas. Mereka saling bersenda gurau sambil menghilangkan suntuk dan jenuh, merintang-rintang waktu.
Tak lama handphone seorang petugas berdering. Bergegas diterimanya telepon masuk itu.
“Sama-sama, Dek. Abang juga mengucapkan maaf lahir batin,” katanya kepada seseorang di seberang telepon sana.
Di suasana lebaran kali ini, petugas di posko perbatasan Anak Aie mesti berpisah dengan keluarga. Mereka harus “berperang” dengan Covid-19. Meninggalkan rumah dan orang-orang dicintai. Demi kesehatan orang banyak.
“Tugas negara yang paling utama, beruntung handphone bisa mendekatkan kita semua,” kata petugas yang tak mau disebutkan namanya itu lirih.
Lebaran kali ini terasa berbeda bagi mereka. Seharusnya mereka berada di rumah bersama orang-orang terkasih, mengucapkan maaf. Menyambung silaturahmi ke sanak saudara dan karib kerabat
“Lebaran kali ini memang berbeda suasananya. Biasanya pagi kita salat Ied, lalu jalan ke tempat saudara sambil makan ketupat atau rendang. Sekarang tidak, mereka di rumah saja. Saya berjaga,” sebut petugas lain.
Beruntung lalulalang kendaraan tak begitu ramai pada pukul 07.30 Wib pagi itu. Para petugas meluangkan waktu dengan menelepon orang terdekat, membalas pesan di media sosial sambil mengucapkan maaf.
Pejabat Pemko Padang yang kebagian jadwal bertugas di posko perbatasan Anak Aie juga ikut merasakan berlebaran tanpa keluarga. Pagi itu dua srikandi di Pemko Padang kebagian tugas jaga. Kabag Perekonomian dan SDA Swesti Fanloni serta Kabag Pemerintahan Rachmadenny Dewi Putri berada di posko sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.00 Wib.
Keduanya datang membawa buah tangan. Petugas di posko disuguhi ketupat opor ayam dan minuman kaleng. Makanan yang wajib ada di saat lebaran.
“Alhamdulillah, suasana lebaran di rumah begitu terasa di posko ini, ada ketupat opor ayam dan minuman,” sebut Mulyadi petugas dari Tagana itu senang.
Tak lama makanan dan minuman datang mengalir dari dermawan-dermawan yang datang ke posko tersebut. Nasi bungkus, soto dan air mineral datang menemani lebaran mereka di posko itu. Lebaran kali ini memang berbeda. Namun hati dan silaturahim petugas posko tetap terjaga.(*)
Padang – Kendaraan masuk Padang terpantau sepi saat pagi Minggu (24/5/2020). Di pagi lebaran itu, kendaraan yang datang melewati Posko Protek Perbatasan tidak seramai biasanya.
Pantauan Diskominfo Padang pagi itu, aktifitas Posko Protek Perbatasan Anak Aie tidak sesibuk biasanya. Petugas yang berada di posko lebih banyak duduk dan santai. Terutama petugas pencatat kendaraan dan petugas yang memeriksa suhu tubuh pengendara.
“Kondisi hari ini relatif sepi dari hari biasa,” ujar Vino, petugas pencatat kendaraan yang masuk di Posko Protek Perbatasan Anak Aie.
Diakui Vino, sejak pukul 07.00 hingga 11.00 Wib, hanya 20 kendaraan yang melewati posko dan diperiksa.
“Hingga pukul sebelas siang ini hanya 20 kendaraan roda empat yang masuk Padang. Kalau hari biasanya di jam yang sama, kendaraan yang datang berkisar antara 35-40 unit kendaraan,” bebernya.
Vino juga menyebut bahwa dari duapuluh kendaraan yang masuk, seluruhnya memiliki KTP Padang. Artinya, kendaraan yang masuk adalah warga Padang yang kebetulan melewati posko tersebut.
“Pada umumnya yang datang adalah warga Padang yang kebetulan sempat keluar Padang,” jelasnya.(*)
Setiap jamaah harus pake masker dan wajib mencuci tangan
PADANG -HARIANPAUH.CAR.BLOG Sejumlah masjid di Kota Padang tetap melaksanakan Shalat Idul Fitri 1440 Hijriah dengan menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah Corona Virus Disease (Covid-19).
“Kami tetap melaksanakan shalat Idul Fitri, tapi setiap jamaah harus pake masker dan wajib mencuci tangan sebelum masuk masjid,” kata Pengurus Masjid masjid raya pauh di Padang, (24/5).
Menurut ketua setiap jamaah yang akan masuk harus pake masker dan wajib mencuci tangan sebelum masuk masjid serta harus memakai masker dan membawa sajadah sendiri dari rumah. Selain itu pengaturan shaf juga tidak terlalu rapat dan khatib Idul Fitri tidak terlalu panjang.
Ia mengatakan bahwa setelah 2,5 bulan melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan tetap berada di rumah kali ini pengurus masjid itu memutuskan melaksanakan shalat Idul Fitri. Dalam khutbahnya khatib Idul Fitri Kusnen Harahap mengajak semua jamaah mengevaluasi diri dan tidak melampaui batas.
“Dengan adanya pandemi Covid-19 mari renungi lagi semua kesalahan yang mungkin telah dilakukan apakah kita telah melampaui batas dan mari memohon ampunan kepada Allah SWT,” katanya.
Sementara berdasarkan pantauan di sepanjang Jalan Binuang kampung dalam sejumlah masjid yang berada di pinggir jalan tetap melaksanakan shalat Idul Fitri.
Warga melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid Raya pauh di Binuang kampung dalam , kota Padang , Minggu pagi (24/5/2020).
Harianpauh.com – Ratusan warga kampung dalam melaksanakan Salat Idul Fitri 1441 Hijriyah di Masjid Raya pauh di Kelurahan Binuang kampung dalam , kota Padang , Minggu (24/5) pagi.
Mereka memadati ruang dalam masjid yang tidak beralaskan karpet , kemudian dilapisi sajadah.
Salat Id dilaksanakan pukul 07.00 WIB, namun warga telah berdatangan ke masjid ini sejak pukul 06.00 WIB.
Meskipun salat dilakukan di dalam dan halaman masjid, namun warga tetap mematuhi protokol kesehatan mulai dari mandi, menggunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan saat hendak memasuki area masjid.
Pengurus masjid memberi tanda jarak di lantai dengan lakban hitam agar warga tak berdekatan dan tetap menjaga jarak saat beribadah. Tak hanya itu, tempat cuci tangan dengan sabun juga ada di beberapa titik di halaman masjid.
tanggal 20 Mei 2020 tentang pelaksanaan Shalat Idul Fitri di tengah pandemi COVID-19 di wilayah tersebut.
Pemerintah mengizinkan warganya melaksanakan Salat Idul Fitri di masjid. Syaratnya adalah kelurahan tempat warga bermukim harus berkategori zona hijau, artinya daerah itu terbebas dari paparan virus corona (COVID-19).
Padang: Tim gabungan dari Kepolisian dan TNI membubarkan keramaian di lokasi jual beli pakaian di depan SDN 03 Alai, Padang, Sumatra Barat (Sumbar).
“Kegiatan tersebut merupakan upaya membubarkan keramaian demi memutus mata rantai penyebaran covid-19,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, di Padang, Sabtu malam, 23 Mei 2020.
Selain membubarkan keramaian sekitar pukul 21.40 WIB, petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar mengikuti protokol pencegahan covid-19. Sekaligus memberi teguran langsung kepada sejumlah warga yang keluar rumah tanpa memakai masker.
Pantauan di lapangan, aktivitas di kawasan Alai yang terdapat pedagang di sisi kanan dan kiri jalan cukup padat sebelum didatangi petugas.
Lokasi tersebut biasanya memang menjadi salah satu tujuan warga untuk berbelanja sebelum Lebaran, seperti baju, baju koko, celana, sendal, sepatu, dompet, dan lainnya.
Menurut salah seorang juru parkir Diego, 39, keramaian di kawasan setempat telah terjadi dalam tiga hari terakhir. Keramaian biasanya terjadi sekitar pukul 19.00 WIB atau usai berbuka, hingga sekitar pukul 00.00 WIB.
Hal yang sama juga dikatakan oleh juru parkir lainnya Taufik, 24. “Untuk melindungi diri saya mengenakkan masker dan sering cuci tangan,” ujar mereka di lokasi terpisah.
Sementara salah seorang pedagang yaitu Andika menyebutkan dirinya tetap berjualan karena kebutuhan ekonomi kendati juga takut terjangkit covid-19.
“Takut juga, tapi karena kebutuhan ekonomi. Saya juga menjualkan barang orang lain,” katanya yang berjualan sepatu.
Pada bagian lain, sebelum sampai di kawasan Alai petugas juga telah menyisir sejumlah titik mulai dari Jalan Khatib Sulaiman, dan Jalan Gajah Mada.
Padang – Pandemi Covid-19 mengharuskan siswa di Padang belajar di rumah. Tidak saja belajar, akan tetapi juga mengikuti pelaksanaan Pesantren Ramadhan secara dalam jaringan (daring).
Pesantren Ramadhan secara daring di Padang dilaksanakan sejak 26 April hingga 17 Mei. Pesantren Ramadhan daring ini ternyata tidak merumitkan, tetapi justru memudahkan siswa. Siswa kurang mampu dan tidak memiliki handphone android, justru dapat mengikuti Pesantren Ramadhan secara manual.
“Bagi siswa kurang mampu kita beri keringanan dengan mengikuti Pesantren Ramadhan secara manual, bukunya sudah dibagikan melalui guru di sekolah masing-masing,” ungkap Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Amriman kepada Diskominfo Kota Padang, Sabtu (23/5/2020).
Amriman menyebut, siswa yang mengikuti Pesantren Ramadhan secara daring menggunakan media penyampai seperti WhatApss Group (WAG), Youtube, dan media daring lainnya. Serta disiarkan melalui televisi swasta di Padang dan RRI Padang.
“Anak-anak milenial sekarang sangat memahami penggunaan media daring, jadi tidak menyulitkan mereka dalam mengikuti Pesantren Ramadhan kali ini,” jelas Amriman.
Pelaksanaan Pesantren Ramadhan kali ini tidak lagi berbasis masjid dan musala. Sebelumnya, petugas masjid dan musala menjadi instruktur pelaksanaan Pesantren Ramadhan. Sedangkan di era daring kali ini, justru guru-guru yang ada di sekolah yang menjadi instruktur.
“Hingga berakhirnya kegiatan Pesantren Ramadhan, tidak ada keluhan dari siswa peserta,” tukas Amriman.
Pesantren Ramadhan secara online di Padang digelar dari pukul 08.00 hingga 12.00 Wib.Kegiatan ini diikuti seluruh pelajar mulai dari kelas IV (SD/MI) sampai kelas sembilan (SMP/MTS).(*)
Padang – Jumlah warga terpapar Covid-19 di Padang mengalami penurunan dalam kurun watu seminggu belakangan. Sementara jumlah pasien yang sembuh terus meningkat dari hari ke hari.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid menjelaskan bahwa selama seminggu belakangan, jumlah positif Covid-19 tertahan di angka 279 kasus.
“Alhamdulillah trend terkonfirmasi positif Covid-19 dalam enam hari terakhir menurun, bahkan hari ini Jumat (22/5/2020) tidak ada penambahan,” jelasnya saat dihubungi Diskominfo Kota Padang.
Kabar baik lainnya, angka pasien yang sembuh dari Covid-19 juga terus mengalami peningkatan. Dimana pada hari ini pasien yang sembuh dari virus corona mencapai 87 orang.
“Hari sebelumnya 74 orang yang sembuh,” tutur Feri Mulyani.
Menurut Feri Mulyani, trend positif ini harus tetap dipertahankan. Warga diharapkan tetap patuh dengan protokol kesehatan. Menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, menjaga jarak, serta meningkatkan imun tubuh.(*)
Padang – Harianpauh.com Lebaran sebentar lagi. Sudah di pelupuk mata. Warga diharapkan tetap waspada virus corona.
“Kita mengimbau warga yang sebentar lagi berlebaran untuk tidak lengah dengan virus corona,” imbau Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Feri Mulyani Hamid kepada Diskominfo Kota Padang, Jumat (22/5/2020).
Ajakan dan imbauan untuk tetap waspada virus corona itu diberikan karena saat lebaran akan banyak warga yang mudik. Pulang ke kampung halaman.
“Saat mudik, lupa dengan protokol kesehatan,” kata Kadiskes.
Kadiskes mengimbau kepada seluruh warga untuk tetap mempertahankan protokol kesehatan meski melakukan perjalanan. Seperti tetap mengenakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, serta meningkatkan imun tubuh.“Jangan lupakan protokol kesehatan dan waspada,” katanya.(*)
Padang – Tidak saja berebut pembeli, ternyata ‘amai-amai’ (ibu-ibu) pedagang di Pasar Raya Padang juga berebut masker. Saat pandemi virus corona ini, kesadaran pedagang untuk mengenakan masker semakin meningkat, seiring dengan semakin banyaknya ditemukan pedagang yang terpapar virus tersebut.
Kesadaran ‘amai-amai’ mengenakan masker terlihat saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Padang membagikan masker kepada para pedagang dan pembeli di Pasar Raya Padang, Jumat (22/5/2020). Ratusan lebih masker ludes terbagikan dalam kurun waktu dua jam saja.
“Kesadaran pedagang mengenakan masker sudah semakin membaik,” kata Kepala Seksi Informasi Komunikasi Publik (IKP) Diskominfo Padang, Charlie Ch. Legi saat membagikan masker di Pasar Raya Padang siang itu.
Sejumlah ‘amai-amai’ di lantai bawah Blok III, Pasar Raya Padang, bergeduru berebut masker. Begitu pula saat tim Diskominfo Padang menaiki lantai dua Blok III Pasar Raya Padang. Para pedagang di los daging juga diedukasi agar tetap mengenakan masker.
“Beberapa pedagang ada yang tidak mengenakan masker saat berjualan, kita ajak supaya masker dipasang terus,” sebut Kepala Seksi Statistik dan Persandian Diskominfo, Agus Salim.
Masker ludes dibagikan saat tiba di lantai III, Blok III. Di area tes swab bagi pedagang ini, masker dibagikan kepada pedagang yang akan melakukan tes swab. Bahkan masker juga diserahkan kepada Satpol PP Kota Padang yang bertugas di Pasar Raya. Masker diserahkan kepada Kasatpol PP Padang, Alfiadi.
Terpisah, Kepala Diskominfo Kota Padang Rudy Rinaldy menyebut bahwa sejak beberapa waktu belakangan pihaknya membagikan masker di sejumlah tempat keramaian di Padang. Sebelumnya dibagikan di Pasar Nanggalo. Bagi-bagi masker ini dilakukan bersama Kesbangpol dan Tim SK-4.
“Di Pasar Raya Padang kita bagikan 200 pcs masker. Bagi-bagi masker ini terus kita lakukan hingga PSBB tahap kedua berakhir,” jelas Kadiskominfo itu.(CC)
Padang – Harianpauh.car.blog– Setelah melewati masa kritis selama lima hari, Yudha Pratama Putra, korban pembacokan orang tidak dikenal (OTK) akhirnya meninggal dunia. Remaja 16 tahun ini menghembuskan napas terakhirnya di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang, Jumat (22/5/2020) sekitar pukul 13.15 WIB.
“Tadi pagi mau nyari darah Yudha, tapi siang sekitar pukul 13.15 dinyatakan meninggal dunia. Memang setiap hari kondisi Yudha menurun,” kata Winna dihubungi langgam.id, Jumat (22/5/2020) malam.
Ia mengatakan jenazah Yudha telah dibawa ke rumah duka di kawasan Pisang, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Pihak keluarga terpaksa memberikan jaminan berupa KTP untuk bisa membawa jenazah pulang.
Sebab, kata Winna, kalau tidak ada jaminan jenazah Yudha tidak bisa dibawa karena masih memiliki tunggakan pembiayaan pengobatan. Yudha diketahui tidak memiliki kartu BPJS, sehingga biaya pengobatan sangat besar selama dirawat di rumah sakit.
“Total biaya Rp82 juta, donasi yang kami lakukan baru terkumpul Rp5 juta dan telah kami serahkan ke rumah sakit. Jadi, Yudha masih ada tunggakan pembiayaan Rp77 juta lagi. Kami berharap adanya bantuan dari para dermawan untuk melunasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, Yudha dibacok OTK di kawasan Bypass, persis dekat SPBU Pisang. Kapolsek Pauh AKP Anton Luther menduga kasus pembacokan ini bukan aksi pembegalan karena barang berharga korban tidak sama sekali diambil para pelaku yang diketahui sebanyak empat sepeda motor.
“Jadi bukan kasus pembegalan. Kami duga dari keterangan saksi-saksi, terutama rekannya yang ada di lokasi. Dia melihat empat sepeda motor berhenti lalu mereka turun dan mengejar korban. Ada beberapa dugaan, apakah korban pernah bersiteru dengan pihak para pelaku,” jelasnya.
Anton mengakui ada beberapa keterangan dari saksi Fikri yang selalu berubah-ubah. Namun ia enggan membeberkan, dan meminta semua pihak untuk bersabar agar dapat segera mungkin memproses kasus ini segera terungkap.
Pantau Data dan Informasi terbaru Covid-19 di Indonesia pada microsite Katadata ini.
//Karantau madang di hulu babuah babungo balun
//marantau bujang daulu di rumah baguno balun
Penggalan sajak tersebut merupakan cerminan dari pentingnya merantau bagi masyarakat Minangkabau yang ditanamkan sejak dahulu. Hal ini diajarkan sedari kecil pada anak, cucu, dan para penerus terutama generasi muda. Bahwa untuk menjadi orang besar harus merantau.
Sebagai salah satu suku yang identik dengan kesukaan merantau, orang Minangkabau yang mencari penghidupan di Jakarta kerap lebih dikenal sebagai “orang Padang”. Walaupun sebenarnya Minangkabau tidak hanya yang berasal dari Kota Padang, salah satu kota besar di Sumatera Barat.
Saat memilih sebagai perantau, orang Minangkabau umumnya berdagang. Mereka menjajakan apa saja. Misalnya pakaian, mulai dari penutup kepala, badan, hingga kaki. Tidak jarang yang membuka lapak di kaki lima. Tidak sedikit pula yang menjadi pedagang besar di pusat-pusat perbelanjaan.
Namun bukan berarti profesi mereka sebatas pedagang. Ada yang sukses menjadi pebisnis, birokrat, politisi, bahkan Wakil Presiden RI pertama pun berasal dari Tanah Minangkabau yakni Mohamad Hatta.
Di Jakarta tidak sulit menemukan orang Padang. Jika merindukan percakapan atau logat khas Padang, bisa menemukannya dengan mudah di Pasar Tanah Abang atau rumah makan Padang.
Sebagai pedagang, momentum Lebaran merupakan masa yang selalu ditunggu-tunggu, di mana omzet dan penghasilan mereka terkadang mencapai masa jayanya. Mereka bersemangat mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk bekal dibawa pulang sekali setahun ke kampung halaman.
Namun, Idul Fitri 1441 Hijriah kali ini berbeda. Kampung halaman terasa lebih jauh. Kerinduan akan orang tua dan sanak saudara mesti ditanggung lebih lama. Pandemi virus corona mengubah rencana para perantau Minang 180 derajat. Jangankan untuk menginjakkan kaki di Tanah Minang, mereka harus melewati masa-masa sulit dalam mengais rezeki untuk sekadar bertahan hidup di Ibu Kota.
Yandri, salah seorang perantau asal Nagari Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatera Barat turut merasakan dampak dari pandemi Covid-19. Bapak dua anak tersebut biasanya berdagang pakaian anak-anak di sekitar Jalan Sabang, Jakarta Pusat.
Gelar Dagangan Menggunakan Mobil Pribadi (Adi Maulana Ibrahim|Katadata)
Namun, karena kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Ibu Kota, ia terpaksa menutup lapak kaki limanya yang disewa Rp15 juta per tahun. “Saya sudah berjualan sejak 2013. Namun badai corona seakan menghapus mata pencarian yang saya geluti untuk kebutuhan keluarga,” kata Yandri.
Sebelum terjadi pandemi corona dan kebijakan PSBB, Yandri bisa meraup omzet sekitar Rp1 juta pada hari biasa. Khusus pada Jumat dan Minggu, omzetnya jauh lebih banyak. “Bisa mencapai Rp 5 juta,” ujarnya. Pada Jumat ia menjajakan dagangannya di salah satu masjid dan hari Minggu memanfaatkan keramaian “Car Free Day” sehingga terjadi banyak transaksi.
Sejak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menerapkan PSBB, Yandri menutup habis lapaknya di Jalan Sabang. Imbasnya ia sekitar dua bulan tidak ada pemasukan. Untuk mencukupi kebutuhan selama itu, ia terpaksa menggunakan tabungan yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun guna menyambung hidup bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil.
Melihat ketidakpastian dari pandemi Covid-19, Yandri memutar otak untuk mencari peluang agar dagangannya bisa dijual terutama saat Ramadan. Ia bersama istri akhirnya berjualan secara daring dengan memanfaatkan aplikasi e-commerce atau perdagangan elektronik. “Alhamdulillah saya masih bisa mencari nafkah. Di luar sana banyak orang tidak bisa bekerja di tengah pandemi ini,” katanya.
Meskipun sudah mulai bisa memanfaatkan teknologi jual beli daring, namun pengeluaran lewat e-commerce atau potongan biayanya cukup besar, tergantung berapa banyaknya pesanan. Dia menerima pembayaran satu kali seminggu.
Perjuangan mencari sesuap nasi dan bertahan di ibu kota juga dirasakan Nober, pemuda asal Kabupaten Solok yang sehari-hari mengandalkan jasa percetakan. Sejak pandemi Covid-19 dan kebijakan PSBB, ia tidak memiliki penghasilan tetap sebab perkantoran di sekitar toko yang disewanya tidak beroperasi.
Sehari order yang ia terima sekitar Rp 50 ribu, dan paling banyak Rp 200 ribu. Bahkan sering tidak ada pemasukan dalam satu hari karena sepinya pemesan jasa di percetakannya. Padahal, sebelum pandemi, Nober bisa meraup omzet minimal Rp 500 ribu per hari. “Saya berharap situasi kembali normal,” kata pemuda yang telah merantau ke Jakarta sejak 2010 tersebut.
Lain lagi cerita Wahyu. Perajin asesoris di Jakarta Selatan ini sudah tidak bekerja lagi sejak awal Ramadan. Pemuda asal Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat tersebut terpaksa menutup sementara usahanya entah sampai kapan.
Sebelum menutup lapaknya, Wahyu sempat bertahan selama beberapa pekan dengan bantuan dua pekerja. Lima dari tujuh pekerja terpaksa dipulangkan lebih awal mengingat kondisi perekonomian yang makin mengkhawatirkan. “Tidak ada pesanan, sementara biaya hidup terus berjalan,” kata lulusan Universitas Negeri Padang tersebut.
Sebelum pandemi Covid-19 menerjang Tanah Air, Wahyu bisa meraup omzet hingga Rp 30 juta per bulan. Secara bertahap omzet tersebut merosot menjadi Rp 15 juta, Rp 5 juta, hingga sama sekali tidak ada. Kini ia bersama istri dan satu anaknya terpaksa tinggal di rumah kerabat dan bergantung dari sisa tabungan yang dikumpulkan sejak merantau ke Tanah Jawa.
Rindu Perantau Minang ke Rumah Gadang Terhalang Corona
Lebaran merupakan momentum yang selalu ditunggu-tunggu banyak orang terutama umat Muslim untuk merayakan hari besar keagamaan. Namun, Idul Fitri tahun ini terasa berbeda sebab banyak orang tidak bersua dan berkumpul bersama sanak saudaranya di kampung halaman.
Bagi perantau, lebaran tidak hanya sekadar hari besar semata, lebih dari itu ada kerinduan untuk bisa pulang ke kampung halaman. “Rindu rasanya pulang kampung,” kata Yandri.
Namun keinginan itu terpaksa dipendam dalam-dalam karena pemerintah melarang masyarakat mudik guna memutus mata rantai penyebaran virus corona. Jika ada warga yang tetap mudik dan ditemukan di jalanan maka tak jarang pula disuruh putar balik oleh petugas yang berjaga.
Meskipun melarang warga untuk mudik, namun transportasi massal sudah mulai normal seperti biasanya. Bahkan, beberapa waktu lalu tumpukan penumpang tampak mengantre di Bandara Soekarno-Hatta.
Bagi Yandri, Nober, dan Wahyu saat ini menahan diri di Ibu Kota jauh lebih penting dari pada tetap memaksakan untuk mudik. Selain terkendala kebijakan, uang untuk pulang kampung juga sudah tidak ada.
Bila tetap mudik, di kampung halaman pun mereka akan merasa asing oleh setiap orang. Bisa jadi masyarakat di sana khawatir perantau membawa virus dari daerah zona merah. “Bisa dikucilkan. Orang takut bersua dengan kita,” ujar Yandri.
Karena itu, Idul Fitri 2020 kali ini akan dimanfaatkan dengan menghabiskan waktu bersama anak dan istri di kontrakan termasuk rencana berkunjung atau silaturahmi ke rumah kerabat di Jakarta.
Sejak badan kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO) menetapkan pandemi Covid-19, sejumlah negara menerapkan kebijakan jaga jarak untuk melindungi warga dari ancaman virus. Ada yang menerapkan karantina wilayah ataulockdown hingga PSBB seperti yang dilakukan pemerintah Indonesia di sejumlah daerah. Kebijakan ini tentu berdampak pada masyarakat terutama yang sehari-hari mengandalkan keramaian untuk menyambung hidup.
Hingga Rabu (20/5) sebanyak 19.189 orang dinyatakan positif Covid-19, 1.242 meninggal dan 4.575 orang dinyatakan sembuh. Lihat grafikDataboks di bawah ini:
Katadata bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 2005 2020 55). Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik di sini untuk info lebih lengkapnya.
Padang – Harianpauh.car.blog- Membaca kalimat takbir pada malam terakhir bulan Ramadan merupakan ibadah yang disunahkan bagi umat Islam. Hari-hari biasa pada tahun-tahun sebelumnya, takbiran biasa dilakukan dengan berkeliling di kampung atau kawasan tertentu.
Saat takbiran, orang biasanya berkumpul untuk melakukan takbir bersama. Bisa di masjid-masjid, musala atau titik-titik lokasi tertentu. Sebagian yang mengikuti malam takbiran kadang berjalan kaki sambil mengumandangkan kalimat takbir dengan suara keras, ada pula yang disertai iringan tetabuhan.
Namun begitu, pandemi virus corona tak memungkinkan orang berkumpul seperti layaknya lebaran sebelum-sebelumnya. Untuk sementara, orang dilarang berkerumun, dibatasi aktivitasnya, dan diminta tetap berada di rumah demi mengerem penyebaran virus penyebab Covid-19.
Tapi bukan berarti tak bisa melaksanakan ibadah malam takbiran. Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan panduan melaksanakan takbiran. Pedoman ini tertuang dalam fatwa mengenai panduan kaifiat takbir dan salat Idul Fitri saat pandemi Covid-19.
Berikut panduan takbir Idul Fitri:
1. Setiap Muslim dalam kondisi apapun disunahkan untuk menghidupkan malam Idul Fitri dengan takbir, tahmid, tahlil menyeru keagungan Allah SWT.
2. Waktu pelaksanaan takbir mulai dari tenggelamnya matahari di akhir Ramadan hingga jelang dilaksanakannya salat Idul Fitri.
3. Disunahkan membaca takbir di rumah, di masjid, di pasar, di kendaraan, di jalan, di rumah sakit, di kantor, dan di tempat-tempat umum sebagai syiar keagamaan.
4. Pelaksanaan takbir bisa dilaksanakan sendiri atau bersama-sama, dengan cara jahr (suara keras) atau sirr (pelan).
5. Dalam situasi pandemi yang belum terkendali, takbir bisa dilaksanakan di rumah, di masjid oleh pengurus takmir, di jalan oleh petugas atau jamaah secara terbatas, dan juga melalui media televisi, radio, media sosial, dan media digital lainnya.
6. Umat Islam, pemerintah, dan masyarakat perlu menggemakan takbir, tahmid, dan tahlil saat malam Idul Fitri sebagai tanda syukur sekaligus doa agar wabah Covid-19 segera diangkat oleh Allah SWT.
Padang – Harianpauh.car.blog Hari Raya Idul Fitri 1441 H sudah di depan mata. Umat muslim merayakannya Minggu (24/5/2020).
Menjelang lebaran, arus kendaraan memasuki Padang terus meningkat. Ini terlihat di Posko Protek Perbatasan Covid-19 di Anak Aie, Kamis (21/5/2020).
“Ada peningkatan jumlah kendaraan yang datang pada hari ini,” jelas Yetri, petugas pencatat kendaraan yang datang di posko tersebut.
Wanita yang sehari-hari bekerja di Komunitas Siaga Bencana (KSB) Kota Padang itu menyebut, sejak pukul 07.00 hingga 15.00 Wib, sebanyak 345 unit kendaraan melewati posko. Sedangkan di hari sebelumnya di waktu yang sama, jumlah kendaraan ke Padang hanya di kisaran 200 unit kendaraan.
“Diperkirakan dalam sehari ini lebih seribu unit kendaraan ke Padang. Sedangkan di hari-hari sebelumnya hanya berada di kisaran maksimal seribu unit kendaraan,” bebernya.
Yetri mengakui masih ada pemilik kendaraan yang tidak membawa identitas lengkap seperti surat tugas dari daerah asal. Sehingga tidak diperbolehkan masuk Padang.
Pantauan Diskominfo Padang, antrean kendaraan terlihat mengular di pintu masuk posko perbatasan Anak Aie. Kendaraan berhenti untuk kemudian diperiksa kelengkapan tanda pengenal serta suhu tubuh sopir dan penumpang. Identitas mereka dicatat, tujuan ke Padang juga dicatat. Jika tidak memiliki tanda pengenal berdomisili di Padang, tidak mengantongi surat izin / surat tugas dari daerah asal, kendaraan diharuskan putar balik alias tidak boleh masuk Padang.
“Dari pukul tujuh pagi hingga tiga sore, sudah enam kendaraan yang kita suruh putar balik,” aku Yetri.(*)
Padang – Harianpauh.car.blog- Tim gabungan TNI, Polri, Satpol PP Kota Padang Panjang dan Satpol PP Provinsi Sumatera Barat melakukan razia sembari memberikan edukasi terkait Covid-19 dan pemberitahuan tentang pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid III ke masyarakat, Rabu malam, (20/05/2020).
Kali ini, sasaran edukasi tersebut dilakukan di seluruh sudut Kota Padang Panjang, pasar pusat, dan toko-toko yang masih buka melewati batas jam buka yang telah ditentukan disaat masa PSSB serta masyarakat yang masih membandel keluyuran dimalam hari dan tidak mentaati peraturan PSBB seperti menggunakan memakai masker.
Kasat Pol PP Kota Padang Panjang, Drs. M. Albert Dwitra, MM mengungkapkan secara umum sasaran dari razia tetap kepada masyarakat yang tidak mengindahkan aturan jam malam yang telah di tentukan oleh pemerintah Kota Padang Panjang disaat masa pemberlakuan PSBB. Bagi masyarakat yang berkumpul melewati waktu yang telah ditentukan (22:00 WIB) akan dibubarkan.
Sasarannya pembubaran kerumunan atau masyarakat yang masih berkumpul di kedai-kedai atau tempat makan melewati waktu yang telah ditentukan. Dan kita juga mengimbau masyarakat menggunakan masker serta menerapkan Sosial Distancing, ungkapnya.
Namun demikian beliau mengatakan pembubaran yang dilakukan oleh tim gabungan ini dilakukan secara humanis yakni dengan melakukan pendekatan persuasif serta memberikan pengertian bahaya dari virus corona yang sedang mewabah di Tanah Air saat ini.
“Bagi pelaku yang telah berulang kali melakukan pelanggaran terhadap aturan yang berlaku di masa PSBB. Nanti akan dibawa langsung ke Polres Padang Panjang dan diberi tindakan hukuman seperti membuat surat pernyataan. Kalau sekiranya yang bersangkutan kembali mengulang maka hukumannya bisa dinaikan, ” ucapnya.
Disamping itu, razia gabungan yang dilakukan pada malam hari ini juga dibantu oleh 30 orang personil dari Satpol PP Provinsi Sumatera Barat. “Jadi personil yang turun malam ini lengkap mulai dari TNI-Polri, Satpol PP Kota Padang Panjang sebanyak 50 orang ditambah personil Satpol PP Provinsi 30 orang. Jadi total personil yang turun malam ini sebanyak 80 orang, “tambahnya.
Dengan adanya razia yang dilakukan oleh tim gabungan ini, beliau berharap masyarakat dapat segera sadar akan bahaya dari Covid-19. (*)
Padang – harianpauh.car.blog –Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengakui kehebatan mualaf dalam menghafal Alquran. Bahkan Wali Kota Padang pernah bertemu langsung dengan sejumlah mualaf yang mampu hafidz Alquran.
“Iya, saya saja kalah dengan Cin Kun Min (mualaf-red) yang mampu hafal 30 juz,” sebut Mahyeldi usai menghadiri penyerahan bantuan paket sembako dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sumatera Barat kepada mualaf Kota Padang di Balaikota, Rabu (20/5/2020).
Diakui Mahyeldi, banyak mualaf yang mendalami agama dengan baik. Seperti Koh Steven, Muslim Nur, dan banyak lainnya.
“Kita berharap Mualaf Center yang ada mampu membina para mualaf dan berjalan dengan baik,” harap Mahyeldi.
Sementara itu, di tengah pandemi Covid-19 serta akan masuknya Hari Raya Idul Fitri 1441 H, sejumlah mualaf di Padang mendapat bantuan sembako. Bantuan paket lebaran dari ACT itu diberikan kepada 240 mualaf.
“Alhamdulillah ACT konsern luar biasa dengan membantu saudara-saudara kita,” kata Mahyeldi.
Kepala Cabang ACT Sumbar Zeng Wellf menyebut, ACT mengambil inisiatif berbagi peduli kepada sesama. Sumbangan dari donatur itu diharapkan dapat terus memompa semangat mualaf untuk mendalami Islam.
“Harapan kita mualaf tetap istiqomah dan mendalami Islam secara sempurna,” tuturnya.(*)
Padang, – Harianpauh.com – Petugas kepolisian dari Polsek Lubuk Kilangan menangkap pelaku pencurian di areal PT Semen Padang bernama Metro Soriko, 38 tahun, di rumahnya Jalan Blok B No 36 RT 004 RW 002 Kelurahan Batu Gadang, Kecamatan Lubuk Kilangan, Senin (18/5/2020) malam.
Ironisnya, menurut pihak kepolisian, tersangka adalah anak dari Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan.
Sebelum tertangkap, tersangka sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polsek Lubuk Kilangan sejak Januari 2019.
Sebelumnya teman-teman tersangka sudah ditangkap oleh Polsek Lubuk Kilangan usai melakukan aksinya di wilayah PT Semen Padang. Namun, tersangka berhasil meloloskan diri dan meninggalkan Kota Padang.
Polisi kemudian menetapkan tersangka sebagai DPO. Setahun melarikan diri, tersangka kemudian pulang ke rumahnya.
Polisi yang mencium keberadaan pelaku tak mau menyia-nyiakan kesempatan dan menangkap pelaku yang sedang santai menonton televisi bersama anak dan istrinya.
Kapolsek Lubuk Begalung Kompol Zulkafde menjelaskan pelaku merupakan anak Ketua KAN Lubuk Kilangan.
“Pelaku sudah setahun DPO dan ditangkap di ruang tamu rumahnya sedang nonton bersama keluarga,” ujar Zulkafde.
Polisi sempat mendapatkan perlawanan karena keluarga pelaku tidak mau melepaskan pelaku dibawa ke Polsek.
Dari hasil interogasi petugas, diketahui selama pelariannya, pelaku tinggal di Pasaman dan bekerja di sana.
“Jadi, karena akan Lebaran, dia pulang ke Padang. Namun, langkahnya diketahui petugas dan langsung ditangkap,” jelas Zulkafde. (*)
Padang – HARIANPAUH.CAR.BLOG –Korban bernama “Yudha Pratama Putra” anak dari ibu “Neti” beralamatkan Pisang Rt 01 RK 01.Skrg sdg kritis di RSUP M. Djamil Padang akibat tusukan di punggung belakang yang sudah merusak tembus pd organ dalam lainnya, Minggu (17/5/2020) Sesudah Sahur.
Kronologi Kejadian. Yudha bersama seorang temannya bernama “Vikri” dia akan menjemput sepeda motornya yg rusak dan ditinggalkan di kalumbuk karena pagi hari ayahnya memerlukan motor itu. Motornya akan diperbaiki menjelang ayahnya pergi, yudha memutuskan untuk menjemput motor yg semalam ditinggalkan di kalumbuk sehabis sahur, maka yudha dan temannya berangkat dari rumah sehabis sahur.
Saat di perjalanan tepatnya di simpang pisang motor temannya kehabisan bensin, maka mereka berdua memutuskan untuk mendorong motor ke SPBU terdekat yang jaraknya tidak beberapa meter,setiba di SPBU Pisang ternyata SPBU masih belum buka dan akan buka sehabis sholat subuh dan dilihat yang jual minyak eceran tidak ada maka korban memutuskan menunggu di tepi jalan degan temannya.
Dalam posisi yudha duduk diatas motor sedangkan temannya berdiri disamping motor. Tiba-tiba ada segerombolan remaja dengan jumlah 6 motor datang menghampiri korban. Lalu ingin merampas hp milik korban, sedangkan teman korban yang tidak membawa apa-apa di pegang oleh segerombolan remaja itu, yudha tidak mau memberikan hp nya kepada pelaku, temannya yudha akhirnya bisa melarikan diri.Sedangkan yudha di kepung segerombolan remaja itu, yudha pun melawan dan akan lari tapi malang sekejap mata yudha sudah dapat tusukan (bacok) di punggung belakang dengan kedalaman yg membuat dokter terkejut.
Sekarang yudha sedang kritis di RSUP M. Djamil Padang dan belum keluar dari ICU karena belum sadarkan diri pasca operasi. Yudha dirawat umum yang sekarang biayanya sudah mencapai 50jt.
Selanjutnya Kasus ini akan di Naikkan Pihak Keluarga ke Polresta Padang untuk bisa menindaklanjuti dan Menangkap Pelaku Pembacokan Yudha ini secepatnya
Mari Kita Doakan Yang Terbaik Buat Yudha dan Kerja Kepolisian Nantinya menbuahkan hasil dan segerombolan remaja tersebut segera tertangkap. Dan menerima ganjaran serta hukuman.(*)
Harianpauh.car.blog– Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengungkapkan saat ini banyak modus yang digunakan oleh sejumlah pihak untuk mengelabui petugas yang berjaga di posko check point Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), agar bisa masuk ke wilayah Sumatera Barat. Di posko Kabupaten Limapuluh Kota misalnya, Nasrul Abit menemukan banyak cara yang digunakan oknum masyarakat yang datang dari Pekanbaru agar bisa lolos dari pemeriksaan petugas jaga.
Mulai dari kendaraan angkutan umum yang disulap menjadi kendaraan logistik barang, alasan menghantarkan kendaraan yang baru dibeli, hingga alasan keluarga ada yang sakit, salah satu cara agar bisa melewati posko PSBB di pintu masuk perbatasan.
“Sidak yang saya lakukan Selasa dini hari tadi, masih banyak kita temukan oknum masyarakat dengan berbagai macam modus untuk bisa mengelabui petugas jaga kita.
Bahkan, informasinya, ada juga oknum masyarakat yang menggunakan jasa transportasi angkutan perairan yakni perahu yang membawa mereka, melewati posko jaga. Ada juga travel isinya motor dan barang lain. Juga banyak sekali yang sebut mau antar kendaraan yang baru saja dibeli. Ini kan tidak masuk akal,”kata Nasrul Abit, Selasa 19 Mei 2020.
Di sisa waktu pelaksanaan PSBB ini kata Nasrul, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak akan lagi memberikan toleransi. Aturan PSBB diperketat. Semua masyarakat yang datang dari luar Provinsi Sumbar, dilarang masuk. Kecuali tenaga kesehatan, aparat yang bertugas dan kendaraan pengangkut kebutuhan logistik.
Demi Sumatera Barat terbebas dari pandemic COVID-19, Nasrul Abit meminta kepada seluruh masyarakat untuk memaklumi kondisi saat ini. Jika, pemerintah membatasi akses keluar masuk, itu semata-mata agar persoalan penanganan COVID-19 ini cepat selesai.
“Ini mohon maaf kepada semua. Kami ingin Sumatera Barat ini aman, sehat. Jadi, ikuti seluruh protokol kesehatan, instruksi yang sudah dibuat oleh pemerintah. Tidak ada lagi yang masuk ke Sumbar sementara waktu. Jadi, mohon bersabar. Ini semua, untuk kesehatan dan keselamatan kita semua,”ujar Nasrul.
Di sisa waktu penerapan PSBB yang tinggal Sembilan hari lagi, Nasrul Abit bertekad akan menuntaskan kasus transmisi lokal. Menurut hasil analisis kata Nasrul Abit, saat ini kasus penyebaran COVID-19 di Sumbar terjadi akibat adanya transmisi lokal. Sementara, untuk imported case sudah tidak ada lagi.
“Jadi, kami ingin menyelesaikan kasus transmisi lokal ini. Maka dari itu, kami tegaskan sekali lagi tidak ada yang boleh masuk lagi ke Sumbar. Kalau masih ada, tentu juga imported case bisa berpotensi terulang kembali,” tutup Nasrul.
Sebelumnya, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sumatera merilis angka kasus tambahan Coronavirus Disease 2019. Berdasarkan laporan dari laboratorium fakultas kedokteran Universitas Andalas dan Balai Veteriner Bukittinggi, Selasa 19 Mei 2020, terjadi penambahan sebanyak 11 kasus dengan rincian Delapan dari Kota Padang, Dua dari Kabupaten Dharmasraya dan Satu kasus dari Kota Solok.
Total sampai Selasa 19 Mei 2020, sebanyak 420 orang warga Sumatera Barat dinyatakan terinfeksi pandemik COVID-19. Sedangkan yang sudah sembuh, tercatat ada sebanyak 117 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 22 orang.
Dari total yang telah dinyatakan positif terinfeksi COVID-19 tersebut, 141 orang diantaranya masih dirawat di berbagai Rumah Sakit, isolasi mandiri 50 orang, isolasi daerah 6 orang, di Bapelkes 11 orang dan di BPSDM 73 orang, meninggal dunia 22 orang dan sembuh sebanyak 117 orang.
Padang – Pandemi virus corona membuat perekonomian dunia terjun bebas. Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah menyebut, akibat pandemi Covid-19, pelaku UMKM di Padang dipastikan ikut terdampak.
“Akibat Covid-19, UMKM ikut terdampak,” kata Mahyeldi usai menerima bantuan secara simbolis dari Bank Bukopin Padang di Balaikota, Selasa (19/5/2020).
Dijelaskan Mahyeldi, sejak Covid-19 melanda, cukup banyak UMKM yang harus menyesuaikan diri. Bahkan ada yang mesti mengurangi karyawannya. Ditambah lagi daya beli yang terus menurun hingga beberapa UMKM terpaksa berhenti beroperasi.
“Ada UMKM yang memperkirakan usahanya hanya bisa bertahan hingga Juni nanti,” kata Mahyeldi.
Agar dapat terus beroperasi di bulan Juni ke depan, dibutuhkan modal besar. Mahyeldi memperkirakan akan banyak pelaku UMKM yang mendatangi bank untuk meminjam uang sebagai modal usaha.
“Diperkirakan pada bulan Juni nanti para pelaku UMKM akan mengadu ke pihak bank untuk meminjam modal usaha,” sebut Wali Kota Padang.
Mahyeldi berharap tiap bank yang ada membantu para pelaku UMKM untuk memberikan modal pinjaman. Termasuk keringanan bagi para pelaku UMKM.
“Dengan begitu roda perekonomian terus berputar,” tutur wali kota.
Sementara itu, Bank Bukopin Cabang Padang memberikan bantuan kepada petugas keamanan (security) dan cleaning service Kantor Balai Kota Aie Pacah. Sebanyak 100 paket sembako dibagikan.
“Bantuan dari Bank Bukopin sangat berarti bagi mereka yang membutuhkan, sekaligus menjadi amal ibadah bagi Bank Bukopin serta seluruh jajarannya,” kata Mahyeldi.
Sementara Branch Manager Bank Bukopin Cabang Padang Mufti Dusky menuturkan bahwa Bukopin hadir membantu di masa Covid-19. Meski nominal tidak besar akan tetapi diharapkan mampu meringankan beban.
“Semua ini merupakan program Bukopin Peduli yang digelar serentak secara nasional,” tuturnya.(*)
PADANG – Pemerintah Kota Padang terus didukung sejumlah pihak untuk percepatan penanganan virus corona (Covid-19) di Kota Padang.
Kali dukungan itu datang dari Satuan Tugas (Satgas) Bencana Nasional BUMN Provinsi Sumatera Barat.Tak tanggung-tanggung, sejumlah bantuan pun dikucurkan dan diserahkan kepada Pemko Padang oleh Ketua Satgas Insan Kesuma kepada Wali Kota Padang Mahyeldi di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (19/5/2020).
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengatakan, atas nama pemerintah dan warga Kota Padang tentu sangat berterima kasih atas pemberian bantuan yang luar biasa tersebut.
“Bantuan demi bantuan yang terus diberikan kepada kami, tentu sangat mendukung upaya kita dalam percepatan penanganan memutus penyebaran virus corona di Kota Padang. Untuk itu, kami mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan oleh Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar kali ini. Semoga menjadi ibadah bagi kita semua, dan juga dapat ditiru oleh pihak-pihak lainnya,” harap wako mengapresiasi.
Sementara itu Ketua Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar Insan Kesuma menyebutkan, bantuan ini sebagai upaya dukungan dari beberapa BUMN di Sumbar yang tergabung dalam Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar terhadap penanganan Covid-19 di Kota Padang.
“Kita melihat Pemko Padang sangat serius dan terus melakukan upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Padang. Maka itu, kita juga berusaha membantu untuk memenuhi dan melengkapi kebutuhan di lapangan,” tuturnya.
Insan juga mengungkapkan, adapun beberapa bantuan yang diberikan kali ini beberapa diantaranya adalah westafel sebanyak 11 pcs, pakaian hazmat 250 pcs, face shield 250 pcs, APD lengkap 66 pcs dan thermo gun 4 pcs. Selanjutnya masker kain 500 pcs, masker N95 600 pcs, hand sanitizer 35 liter dan disinfektan 50 liter.
“Total semuanya adalah Rp160.250.000. Semoga bermanfaat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dalam upaya percepatan penanganan Covid-19 di Kota Padang,” imbuhnya.
Dalam kesempatan itu juga hadir Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, Kepala DPMPTSP Corri Saidan, Kepala Bapenda Al Amin, Kabag Perekonomian dan SDA Swesti Fanloni, Kabid Kedaruratan BPBD Nasrul Sugana dan Kasi IKP Diskominfo (Prokopim Padang)
Padang, Harianpauh.car.blog – Wakil Gubernur Sumatra Barat (Sumbar) Nasrul Abit mengatakan ada beberapa permasalahan yang ditemukan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) yang dibagikan kepada masyarakat.
Nasrul Abit menyatakan hal tersebut berdasarkan evaluasi tentang data masyarakat miskin yang berada di Sumatra Barat (sumbar) bersama sejumlah instansi terkait.
Menurutnya persoalan yang ditemukan dan terjadi di lapangan setelah bantuan sosial (bansos) yang dibagikan yakni penerima bantuan yang tidak berhak menerima, menerima bantuan ganda, dan penerima bantuan yang meninggal dunia.
“Ada juga yang dalam satu keluarga menerima dua bantuan atau sudah tidak lagi masuk kategori keluarga miskin tapi masih menerima bantuan,” katanya dilansir dari laman resmi wagub, Selasa (19/5/2020).
Selain itu, masalah lain yang ditemukan adalah adanya masyarakat terdampak khususnya yang miskin dan kehilangan pekerjaan utamanya akibat Covid-19 belum terakomodir dalam daftar penerima bantuan.
Wagub mengatakan dalam waktu dekat akan melaporkan hal tersebut kepada Gubernur Sumbar.
Hal ini juga akan dibicarakan dengan Bupati dan Wali Kota untuk mencari solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut.
“Kita akan bicarakan ini dengan bupati dan wali kota agar dicarikan solusi mengenai hal tersebut,” jelasnya.
Dirinya berharap masukan dari Pemprov bisa diterima oleh semua pihak baik pemerintah kabupaten dan kota serta kementerian dan juga lembaga negara lainnya. (*)
Di Padang Sumatera Barat memasuki akhir bulan Mei serta menjelang hari Raya Idul Fitri yang tinggal hanya hitungan hari, semakin banyak jumlah orang yang positif ter infeksi Corona Virus sesuai data DKK serta Ketua Gugus Tugas penanganan Covid-19, sehingga berdampak pada per ekonomian masyarakat dari semua sektor, disebabkan terhambatnya masyarakat untuk melakukan aktifitas.
Peduli wabah covid-19 ini, PSKP Santu Yusuf Kota Padang Salurkan Paket Babuko ke Personil Satpol PP Padang. Satpol PP sebagai bagian dari tim gugus tugas dalam percepatan penaganan Covid-19.
Sebanyak 120 bungkus nasi bungkus disalurkan ke personil yang piket sore ini, Senin (18/5). 2020.
Serta 10 Kota Sirup dan Tiga kardus air Meneral mengiring dalam bantuan tersebut.
Bantuan Babuko serta minuman tersebut diterima langsung oleh Kasat Pol PP Padang di Mako Satpol PP di dampingi sejumlah pejabat lainya. Yang dilanjutkan kegiatan Babuko bersama personil yang piket di Mako Satpol PP Padang.
Kasat Pol PP Padang mengucapkan terimakasih atas bantuan Babuko yang di berikan ke personilnya. Tentu ini juga kebahagian bagi personil kita di Tengah pandemi Corona.
“Terimakasih atas bantuan makanan serta minuman ini dapat membantu personil Kita,”ungkap Alfiadi. (tb)
Gubernur Sumbar: Berdamai dengan Corona Berarti Menjaga Diri
Harianpuah
2020/05/19 03:26
Masyarakat kembali bekerja, belajar, ke pasar, tapi tetap dengan protokol covid.
PADANG — HARIANPAUH.COM Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno memberikan pandangan mengenai imbauan Presiden Joko Widodo agar masyarakat berdamai dengan corona. Menurut Irwan, berdamai dengan corona berarti masyarakat harus menjaga kehidupan dengan terus menjalankan protokol covid secara disiplin.
“Damai dengan corona itu maksudnya tetap menjaga diri dengan protokol kesehatan. Tetap disiplin,” kata Irwan di Kantor Gubernur Sumbar, Senin (18/5).
Irwan menyebut, virus corona masih akan sulit untuk dihentikan meskipun nantinya jumlah kasus sudah menurun. Menurut dia, virus corona masih akan tetap ada dalam beberapa waktu ke depan.
Namun masyarakat tentu tidak bisa seterusnya berdiam diri di rumah. Sehingga begitu sudah kembali beraktivitas secara normal, masyarakat tetap harus mengikuti protokol covid supaya tidak lagi memperpanjang mata rantai penularan virus corona.
“Masyarakat kembali bekerja, belajar, ke pasar tetap dengan protokol covid,” ucap Irwan.
Namun pemerintah, akan terus berupaya mencegah penularan covid-19 agar tidak semakin meluas. Irwan menyebut, pemerintah mengantisipasi adanya episentrum atau ledakan kasus covid dalam jumlah besar karena akan membuat masyarakat kembali ke dalam situasi panik.
“Jadi berdamai dengan corona itu karena serum atau vaksinnya kan masih lama bisa ditemukan. Jadi kita harus membentengi diri agar tak tertular,” kata Irwan menambahkan.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan virus corona. Sebab, berdasarkan informasi dari WHO, virus ini tak akan hilang meskipun jumlah kasus sudah mulai menurun.
“Kita memang harus berkompromi dengan Covid, bisa hidup berdampingan dengan covid. Yang kemarin saya bilang, kita harus berdamai dengan Covid,” ujar Jokowi dalam pernyataannya, Jumat (15/5).
Karena itu, kata dia, masyarakat pun dinilainya harus bisa berdamai dengan Covid-19 dan kembali melakukan kegiatan sembari menjaga kesehatan diri. Namun, tegas Jokowi, hidup berdampingan dengan Covid-19 tak berarti menyerah terhadap pandemi ini. Menurutnya, hidup berdampingan berarti menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada.
“Berdampingan itu justru kita tidak menyerah. Tapi menyesuaikan diri. Kita lawan keberadaan virus Covid-19 tersebut dengan mengedepankan dan mewajibkan protokol kesehatan yang ketat, yang harus kita laksanakan,” ujarnya.
Tahapan baru inilah yang disebutnya sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru. Masyarakat nantinya dapat kembali beraktivitas normal dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat.
Ini untuk mengantisipasi meluasnya pandemi Covid-19 yang mungkin dibawa para pemudik
PADANG — HARIANPAUH.BLOG.COM Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Toni Harmanto menegaskan warga yang mudik jelang Lebaran Idul Fitri 1441 Hijriah yang masuk melalui jalur darat ke daerah itu akan diminta putar balik. “Kita tegaskan sikap kita masih sama dan hal ini untuk mengantisipasi meluasnya pandemi Covid-19,” kata dia di Padang, Senin (18/5).
Ia mengatakan saat ini personel Polri, TNI serta instansi terkait terus melakukan pemeriksaan di wilayah perbatasan. Pemeriksaan dilakukan baik di perbatasan provinsi maupun kota dan kabupaten.
“Kita tidak ingin warga yang dari zona merah pergi ke luar daerah. Ini dapat menyebarkan virus sehingga pemeriksaan di perbatasan terus dilakukan,” kata dia.
Sebelumnya sejak 24 April hingga 17 Mei 2020 sebanyak 2.734 kendaraan yang ingin masuk Sumbar diminta untuk putar balik. Selain itu 41.430 kendaraan juga diminta putar balik di perbatasan kota dan kabupaten di daerah itu.
Kemudian sejak 24 April hingga 17 Mei 2020 petugas telah mengeluarkan 130 surat tilang dan 908 surat teguran. Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan personel yang bertugas di perbatasan saat ini terdiri atas dua operasi yakni Operasi Aman Nusa II dan Operasi Ketupat Singgalang 2020.
“Kita terus bertugas melakukan pemeriksaan dan meminta kendaraan dari luar Sumbar untuk tidak masuk. Kita juga imbau para perantau agar tidak mudik pada tahun ini untuk meminimalkan penyebaran virus,” kata dia.
HARIANPAUH.COM — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padang Pariaman mengalokasikan dana bedah rumah keluarga miskin sebanyak 2 (dua) unit per kecamatan pertahunnya.
“Setiap tahunya bedah rumah dilakukan rata-rata 40 unit rumah,” kata Ketua Baznas Syamsuardi Syurma, Senin (18/5/2020).
Dia mempersilahkan masyarakat Padang Pariaman mengajukan permohonan kepada Baznas untuk rehab rumah, tentu setelah mendapatkan rekomendasi dari Wali Nagari dan Camat setempat.
“Masyarakat yang sangat membutuhkan tetap menjadi prioritas utama,” kata dia.
Disamping itu Baznas Padang Pariaman sudah menyampaikan kepada Dinas Sosial untuk pendataan calon rumah yang akan dibedah etapi hingga kini belum ada datanya, meski sudah terjadi pergantian pimpinan di dinas tersebut.
Disebutkan Syamsuardi, Baznas akan memfasilitasi keluhan-keluhan masyarakat dengan beberapa alternatif. Misalnya jika 2 kuota per kecamatan sudah terpenuhi, maka akan ada kuota tambahan. Nominal untuk masing-masing program ini berkisar antara Rp10 juta sampai Rp15 juta.
“Jika sudah terpenuhi kuota itu, kita juga akan ajukan ke Baznas propinsi dan Baznas pusat. Atau ada bantuan usaha dan juga bantuan lepas menjelang mendapatkan bantuan bedah rumah di tahun berikutnya,” ujarnya.
Dia mengharapkan juga pemerintahan nagari memfasilitasi kelengkapan administrasi warganya yang berpotensi untuk mendeapatkan bantuan dari Baz. Bila tak memiliki kartu keluarga (KK) bisa diganti dengan surat keterangan domisili.
“Kita tekadkan, ke depan tak ada lagi masyarakat Paadang Pariaman yang tinggal di rumah tidak layak huni,” kata Syamsuardi. (*)
Padang – Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kota Padang, Mursalim Nafis mengajak masyarakat untuk tetap berolahraga. Meski saat ini pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), akan tetapi olahraga harus dilakukan untuk menjaga kesehatan.
“Meski virus corona sedang mewabah, kita harus tetap berolahraga,” sebutnya, Senin (18/5/2020).
Dijelaskannya, olahraga yang baik dan teratur akan membuat badan sehat dan bugar. Stamina menjadi prima.
“Jika berolahraga dan stamina terjaga, imun tubuh akan meningkat, virus pun tidak mudah menjangkiti,” jelas Mursalim.
Olahraga yang paling baik dilakukan oleh semua umur yakni joggjng atau jalan kaki. Akan tetapi di masa Covid-19 ini, Kadispora menyarankan berolahraga di rumah. Seperti menggunakan treadmill ataupun alat olahraga lainnya.
“Banyak bentuk olahraga menggerakkan badan. Jika ada ruang kosong di belakang rumah, lakukan bertanam atau berkebun. Keringat keluar, pangan pun aman nantinya,” kata Mursalim.
Mursalim juga mengingatkan warga Padang untuk selalu mengenakan masker. Apapun aktifitas, dimana pun berada, tetap memasang masker.(*)
Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah mengimbau warganya untuk lebih mementingkan pangan dibanding papan pada saat pandemi virus corona. Apalagi sebentar lagi akan memasuki Hari Raya Idul Fitri 1441 H.
“Sebenarnya pada saat ini kita mementingkan pangan, bukan papan,” kata Mahyeldi usai menerima bantuan secara simbolis dari Group Astra Financial di Rumah Dinas Wali Kota, Senin (18/5/2020).
Menjelang lebaran ini, warga berbondong-bondong mendatangi pasar. Membeli pakaian untuk lebaran. Pasar dan mall pun ramai.
“Kini saya tidak ada beli baju lebaran,” sebut wali kota.
Mahyeldi menyebut, pakaian tidak penting saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan pandemi Covid-19 ini. Menurutnya, pangan sangat dibutuhkan bagi warga agar tercukupi.
“Apalagi nanti yang akan memicu perang dunia ketiga adalah masalah pangan,” kata Mahyeldi.
Sementara itu, Group Astra Financial menyerahkan bantuan untuk warga Kota Padang. Bantuan berupa sembako ini diserahkan ke Pemko Padang untuk kemudian disalurkan kepada penyandang disabilitas.
“Alhamdulillah hari ini ada orang baik yang menyerahkan bantuan kepada warga kita penyandang disabilitas yang terdampak Covid-19,” sebut wali kota.
Kepala Cabang Asuransi Astra Finance Adhrian Yudha mengatakan, sebanyak 275 paket sembako diserahkan kepada Pemko Padang. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyandang disabilitas di Padang.
“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat meringankan beban saudara kita,” katanya.
Bantuan tersebut diserahkan ke Dinas Sosial Kota Padang untuk kemudian disalurkan ke penyandang disabilitas. Nampak hadir dalam penyerahan bantuan itu Kepala DPMPTSP Corri Saidan, Kepala Dinas Sosial Afriadi, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Swesti Fanloni, Kabid Logistik Sugana, Kasi IKP Diskominfo Charlie Ch. Legi, dan lainnya. Selain itu juga hadir karyawan dan karyawati Group Astra Financial.(*)
PADANG, HARIANPAUH.CAR.BLOG –Jumlah pasien positif virus Corona atau Covid-19 di Sumbar terus bertambah. Minggu (17/5/2020), jumlah positif kembali bertambah sebanyak 12 orang, sehingga totalnya menjadi 408 orang. Kasus tersebut mendominasi dari cluster Pasar Raya Padang.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal mengatakan, dari 874 sample swab yang diperiksa oleh tim Laboratorium Diagnostik dan Riset Terpadu Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan Balai Penyidikan dan Pengujian Veteriner Wilayah II Bukitinggi terkonfirmasi warga Sumbar positif terinfeksi Covid-19 sebanyak 12 orang lagi.
“Sehingga total warga Sumbar terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 sampai hari ini Minggu, 17 Mei 2020 pukul 09.00 WIB, adalah 408 orang,” ujar Jasman.
Pertambahan 12 orang ini, kata Jasman, berasal dari Kota Padang sebanyak 11 orang, dimana masih dominasi dari cluster Pasar Raya.
“Kabupaten Limapuluh Kota 1 (satu) orang, pria 52 tahun. Sample swab yang bersangkutan dikirim oleh RS Adnan WD Kota Payokumbuah, berdasarkan hasil tracing dari riwayat kontak dengan pasien positif pertama di Kota Payokumbuah. Namun berdasarkan KTP dan tempat tinggal, yang bersangkutan adalah warga Taeh Baruah, Koto Kaciak Kecamatan Payakumbuh, Kelahiran Simalanggang,” tukasnya. (*)
16 Mei 2020 Tempat: Kantor Dinas Perhubungan Sumatera Barat. Hadir: Kadishub Sumbar, kepala satpol PP dan personil Dinas Perhubungan Sumatera Barat.
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno melepas personil Dishub di kantor Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar dalam rangka mempertegas menindak lanjuti pengamanan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Sumatera Barat dan disambut langsung oleh kadishub Sumbar Heri Nofriadi.
Dalam sambutannya Gubernur menyampaikan antara lain:
Gubernur Sumatera Barat meminta personil Dishub dan dibantu oleh TNI, Polri betul-betul tegas dalam pelaksanaan tugas tanpa ada pertimbangan dan bagi pejabat yang berkerja harus ada surat tugasnya.
Selanjutnya Gubernur mengatakan bagi pengendara yang nekat tetap masuk atau keluar Sumbar akan disuruh putar balik sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 25 Tahun 2020, tentang Pengendalian Transportasi dalam Masa Mudik Lebaran Tahun 2020 melarang angkutan darat untuk keluar dan masuk daerah yang menerapkan PSBB seperti Sumbar.
Terkait dengan itu Gubernur juga menyampaikan sarana transportasi darat yang dilarang adalah kendaraan bermotor umum, dengan jenis mobil bus dan mobil penumpang. Kemudian, kendaraan bermotor perseorangan, dengan jenis mobil penumpang, mobil bus, sepeda motor, kapal angkutan penyeberangan, kapal angkutan sungai dan danau.
Namun ada pengecualian berlaku untuk kenderaan pejabat yang mengurus Covid-19, kendaraan dinas operasional dari TNI dan Polri, kendaraan pemadam kebakaran, ambulans mobil jenazah dan mobil barang tidak membawa penumpang.
Lebih lanjut, juga dikecualikan kepada masyarat yang mengalami musibah dan kemalangan, seperti meninggal dunia, sakit keras atau harus berobat ke daerah lain diizinkan keluar/masuk dari Sumatera Barat, dikecualikan dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 25 tahun 2020, namun untuk mereka tetap ada syarat yang harus dipenuhi. Jika tidak bisa memenuhi syarat, tetap tidak bisa bepergian keluar atau masuk Sumbar.
Gubenur juga berpesan kepada seluruh Personil Dinas Perhubungan, agar tegas menerapkan Permenhub 25 tahun 2020, namun tetap dalam kesantunan dan etika sebagai aparat.
Sementara itu terkait dengan tugas dibandingkan dengan 31 Maret hanya mencatat dan mengecek, yang sekarang melarang orang berpergian, pemudik dilarang pulang kampung, ada yang tetap pulang disuruh putar balik. Dan tugas yang kita ikuti harus sesuai dengan kepala Gugus Tugas Nasional, terkait dengan SE No 4 kriteria syarat pengecualian yang diperbolehkan dalam Permenhub 25 tahun 2020. cs
HARIANAPAUH.COM – Tak hanya di Ibu Kota, sejumlah wilayah juga memberikan hukuman bagi warganya yang tidak memakai masker di tengah pandemi virus corona atau Covid-19.
Termasuk Kota Padang, Sumatera Barat, yang memberi sanksi bagi warga yang melanggar.
Warga Kota Padang, Sumatera Barat, yang tidak menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah saat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akan diberi sanksi.
Warga yang kedapatan tidak memakai masker akan diwajibkan membayar denda sebesar Rp 250.000.
Sanksi tersebut diatur dalam Peraturan Wali Kota Padang Nomor 40 Tahun 2020.
Pemberian sanksi tersebut dijelaskan di Pasal 10 tentang pembatasan aktivitas di luar rumah.
Pada Pasal 10 ayat 1 berbunyi, setiap orang yang tidak melaksanakan kewajiban menggunakan masker di luar rumah pada tempat umum atau fasilitas umum akan dikenakan sanksi.
Pasal tersebut menjelaskan sejumlah sanksi seperti administratif, teguran dan kerja sosial berupa membersihkan fasilitas umum dengan menggunakan rompi.
Selain itu, sanksi yang diatur bisa juga denda administratif paling sedikit Rp 100.000 dan paling banyak Rp 250.000.
Kemudian, dalam ayat 2 Pasal 10 tersebut menjelaskan bahwa pemberian sanksi dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan dapat didampingi oleh pihak kepolisian.
“Perwako tersebut berlaku sejak tanggal 11 Mei 2020. Selama tiga sampai empat hari kita sosialisasikan kepada masyarakat,” ujar Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Padang Yopi Krislova kepada sejumlah wartawan, Sabtu (16/5/2020).
Pemantauan dan evaluasi pelaksanaan dari Peraturan Wali Kota ini dilakukan oleh Gugus Tugas Covid-19 Kota Padang.
Hasil pelaporan pemantauan dan evaluasi dilaporkan kepada Wali Kota sebagai bahan evaluasi.
Sebelum dikeluarkannya Peraturan Wali Kota ini, sanksi kepada masyarakat yang tidak menggunakan masker adalah denda dua buah masker.
Satu masker langsung digunakan sendiri bagi si pelanggar dan satu lagi diberikan kepada masyarakat yang belum menggunakan masker.
Padang – Harianpauh.com – Sumatera Barat kemungkinan bisa menyelenggarakan ibadah salat Idulfitri berjamaah di tengah penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) karena hingga saat ini masih aman tanpa ada yang positif terpapar COVID-19.
“Informasi dari Wali , 80 persen masjid di sana sudah menggelar shalat Jumat. Rencananya juga akan diselenggarakan shalat Idul Fitri. Ini karena daerahnya bebas COVID-19 serta penerapan kearifan lokal,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Padang, Sabtu (16/5/2020).
Menurutnya untuk izin pelaksanaan salat Idulfitri itu, Pemkot Sawahlunto tengah melaksanakan pool test. Sebanyak 1.600 sampel swab akan diambil masing-masing 400 sampel dari tiap kecamatan dengan sistem multi stage sampling.
Sawahlunto bekerja sama dengan Universitas Andalas untuk melaksanakan pool test tersebut. “Sekarang sedang menunggu hasil sampel. Jika negatif, Sawahlunto bisa jadi satu-satunya yang menggelar salat Idulfitri berjamaah nanti,” katanya.
Namun jika ada positif tentu harus ditelusuri, kecamatan mana. Nanti dibuat lagi kebijakan sesuai dengan kearifan lokal, acuannya tetap Maklumat MUI Sumbar 007/2020.
Maklumat MUI Sumbar 007/2020 itu diantaranya berisi udzur syara’i untuk tidak melaksanakan ibadah shalat fardhu berjamaah di masjid dan mengganti salat Jumat dengan salat fardhu di rumah masih tetap ada karena mengingat perkembangan penularan COVID-19 di Sumbar.
Sementara bagi daerah yang menunjukkan tidak ada yang positif COVID-19, secara bertahap bisa melaksanakan salat Jumat selama ada jaminan dari pemerintah daerah.
Irwan menyebut, untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, Sumbar memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga 29 Mei 2020.
PSBB kedua lebih fokus pada pengetatan mobilitas warga, sesuai Permenhub Nomor 25/2020. Selain itu juga menjalankan Maklumat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar Nomor 007/2020.
Dari evaluasi disepakati, jika ada daerah yang benar-benar masih bersih dari COVID-19, maka PSBB dapat direlaksasi, melalui kearifan lokal. Pemerintah daerah bisa mengizinkan masyarakat beribadah berjamaah di masjid dengan memperhatikan protokol kesehatan.
Irwan menilai Sawahlunto sudah sampai pada penerapan kearifan lokal itu sehingga bisa mengizinkan 80 persen masjid menggelar shalat Jumat berjamaah, meski tetap sesuai dengan prosedur kesehatan seperti pakai masker, jaga jarak, cuci tangan dan bawa sajadah sendiri dari rumah.
“Masjid yang 20 persen lagi adalah yang berada di lintas Sumatera, di jalan raya. Mereka masih belum berani, karena daerah perlintasan. Kesadaran itu juga patut diapresiasi,” ujarnya.
Menurut Irwan langkah maju tersebut bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Karena, bisa menjadikan daerahnya masih zona hijau, melalui peraturan yang tegas dan ketat untuk orang keluar masuk. “Penyebaran ini intinya kan orang keluar masuk, jika tegas dan ketat. Orang yang masuk itu benar-benar sehat,”katanya.
Sementara itu Wali , Deri Asta menjelaskan salat Jumat diperbolehkan berdasarkan kesepakatan bersama antara Forkompinda, MUI dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) .
Itu merujuk surat MUI Sumbar kepada Gubernur dan Wali kota/Bupati se-Sumbar untuk memfasilitasi umat untuk shalat Jumat. Selain itu, hingga saat ini, masih tercatat sebagai salah satu dari tiga daerah bebas COVID-19 di Sumbar.
“Karena itu mulai tanggal 15 Mei 2020 ini, mesjid di Sawahlunto sudah bisa melaksanakan shalat Jumat,” tambah Deri Asta.
Meskipun diperbolehkan, namun, protokol kesehatan tetap diberlakukan. Petugas kesehatan melakukan pemeriksaan suhu tubuh kepada setiap jemaah yang memasuki Mesjid. Sementara Satpol PP perempuan mengecek masker dan sajadah jemaah.
PADANG – HARIANPAUH.COM Sebanyak 19 orang di Padang terkonfirmasi positif Covid-19. Sedangkan di Sumbar sebanyak 22 orang, dua orang dari Bukittinggi dan satu orang dari Padang Panjang.
Kasus positif Covid-19 di Padang semuanya berasal dari kluster Pasar Raya Padang.
“Update hari ini pukul 10.00 WIB, Sumbar mencatatkan 22 kasus baru, 19 orang warga Padang kluster Pasar Raya,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumbar, Jasman Rizal, Jumat (15/5/2020) seperti dikutip dariHarianhaluan.com (Haluan Media Group).
Adapun rincian pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Padang, Kota Bukittinggi dan Padang Panjang yaitu Kota Padang sebanyak 19 orang dari klaster Pasar Raya, Kota Bukittinggi sebanyak 2 orang dan Kota Padang Panjang hanya 1 orang.
Total warga Sumbar yang telah terkonfirmasi positif terinfeksi Covid-19 sampai saat ini adalah 393 orang.
Mengenai rincian lengkap warga yang positif terinfeksi virus Corona atau Covid-19, termasuk rincian meninggal dunia dan pasien sembuh akan disampaikan nanti sore.
“Nanti sore akan disampaikan lagi data lengkapnya,” jelasnya.
Padang – Harianpauh.com – Wali Kota Padang, Mahyeldi sidak ke Kantor Pos Jalan Bagindo Aziz Chan, Jumat (15/5/2020) siang saat pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos), yang diperuntukan untuk warga yang terdampak pandemi corona.
Karena memicu kerumunan, Mahyeldi meradang melihat kondisi yang tidak sesuai dengan kesepakatan terhadap protokol kesehatan.
Mahyeldi langsung memanggil pihak POS dan di dampingi Alfiadi Kasat Pol PP Padang.
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Mahyeldi meminta protokol kesehatan tetap diterapkan untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19.
Hal ini dilakuan menindak lanjuti dari hasil pertemuan beberapa waktu yang lalu antara Pemko Padang dengan pihak POS terkait penyaluran bantuan dari Kemensos yang melanggar protap-protap pencegahan corona dan memicu kerumunan.
“Beberapa waktu yang lalu, kita telah panggil pimpinan PT Pos, tentang pencairan BLT dari Kemensos ini,” ucapnya.
Wali Kota Padang pada kesempatan tersebut menekankan pentingnya menjaga protokol kesehatan COVID-19 dalam proses penyaluran bantuan.
Wali Kota Padang, meminta pihak pos tidak membuat kerumunan di saat pembagian BLT.
Di hadapan ratusan warga Padang yang lagi menuggu antrian, Wali Kota langsung mehimbau dan mengatur masyarakat agar menerapkan pola-pola pencegahan.
“Jangan sampai di Kantor POS ini pula di saat pengambilan bantuan sosial masyarakat kita tertular oleh corona,” kata Mahyeldi.
Selain itu kasat Pol PP Padang Alfiadi akan membantu mengerahkan personilnya ke lokasi pembagian, guna mengatur jarak masyarakat dalam proses penyaluran bantuan dari Kemensos tersebut.
“Kita siagakan personil kita di kantor-kantor POS, seperti Kantor Pos Jalan Bagindo Asiz Chan dan Kantor Pos Jalan Khatib Padang. Masyarakat yang datang ke Kantor Pos dihimbau agar menerapkan phisical distancing. hal tersebut dilakukan guna mehindari agar jangan semakin banyak warga kita terinveksi oleh Virus Corona,” jelas Alfiadi.
Melalui akun instagramnya @kantorpospadang, kantor pos cabang Padang mengeluarkan jadwal lengkap pencairan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial Republik Indonesia bagi warga kota Padang yang terdampak pandemi covid-19.
Bantuan dari pemerintah pusat ini, mesti dijemput langsung oleh warga kekantor pos yang sudah ditunjuk, yaitu kantor pos pusat di jalan Bagindo Azischan dan kantor cabang di jalan Khatib Sulaiman.
Jadwal pembagian blt dari kementrian sosial:
1. Silahkan datang ke kantor pos sesuai jadwal per-kecamatan
2. Tanya kepada keluharan setempat terkait apakah data termasuk yang berhak menerima bantuan dari “KEMENTRIAN SOSIAL”
3. Pastikan data sesuai antara Nik / no. ktp dgn Nama penerima bantuan
4. Datang ke kantor pos ambil nomor urut dengan warna yg sesuai kecamatan (beritahu petugas)
5. Pergi ke kantor pos usahakan tidak datang “sekeluarga” , boleh datang salah satu anggota keluarga di kk dengan syarat membawa foto copy ktp penerima bantuan dan foto copy ktp yang mengambil (anggota kluarga di kk)
Pessel – Wakil Gubenur Sumatera Barat Nasrul Abit melakukan monitoring penyaluran jaringan pengaman sosial bantuan langsung tunai (BLT) pemprov Sumbar di Kabupaten Pesisir Selatan.
“Kita melakukan monitoring bersama tentang penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) Jaringan Pengaman Sosial (JPS) bagi masyarakat yang terdampak penanganan covid 19. Alhamdulillah semua berjalan baik, dan tidak ada PT Pos dan Giro yang membagikan di kantor Pos, karena perjanjian kita diantar kerumah dan di beri stiker rumah warga yang menerimanya”, ujar Wagub Sumbar Nasrul Abit disela-sela monitoring pemprov Sumbar pelaksanaan penyaluran bantuan sosial dari Provinsi Sumbar, Rabu (13/5/2020).
Hadirin juga dalam rombongan tersebut, Sekdaprov Sumbar, Asisten Bidang Pemerintahan, Kadis Kadis Perdagangan, Kabiro Kerjasama Pembangunan dan Rantau, Kabiro Pemerintahan, Kadis Kelautan dan Perikanan dan pimpinan cabang PT Pos dan Giro Pessel.
Lokasi yang dikunjungan rombongan pemprov tersebut, Kantor Pos Tarusan Pessel dan Rumah Warga yang menerima bantuan.
Nasrul Abit juga katakan, bantuan pemprov Sumbar yang dilakukan PT Pos dan Giro telah berjalan baik dan mudah-mudahan tidak ada yang tumpang tindih karena kita memasang stiker dirumah warga yang telah menerima.
” Jika semua data itu beriringan jelas dan terukur, tentunya tidak ada pemberian bantuan ini tumpang tindih. Karena datanya sudah terbagi baik yang menerima melalui program PKH, Sembako, BLT Kemensos RI, Bantuan sosial Dana Desa, Bantuan Sosial Kabupaten dan bantuan prakerja nantinya”, ujarnya.
Nasrul Abit katakan, hampir 70 persen masyarakat Sumatera Barat akan mendapat bantuan bagi terdampak penanganan covid 19 ini.
” Karena itu tolong dipastikan nama KK nya dimana terdaftarnya. Jika tidak dapat di JPS provinsi Sumbar, mungkin dapat di PKH, atau di BLT Kemensos, Sembako Pemerintah Pusat, atau di Dana Desa jika tidak tentunya di dana bansos Kabupaten. Yang jelas dikonfirmasi kepada RT/RW, Kepala Jorong, Kepala Desa, Walinagari, Lurah “, terangnya.
Klaster-klaster penyebaran Covid-19 di 19 kabupaten kota di Sumbar juga saat ini sudah mulai menunjukkan penurunan. Dan ini sebagai tanda laju penyebaran Covid-19 di Sumbar berhasil ditekan dengan diterapkannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pemeriksaan secara massif. Walaupun ada peningkatan kasus positif di Sumbar. Ini berarti ditemukan orang-orang yang berpotensi menularkan sehingga bisa diputus mata rantai COVID-19 ini
Hal ini disampaikan Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno pada Rapat Koordinasi Video Confrence Kepala Dinas Kesehatan se Sumatera Barat, di ruang kerja gubernur, Kamis (14/5/2020).
Gubernur menyakinkan, coba bayangkan kalau orang tanpa gejala tidak teridentifikasi, berapa banyak orang-orang akan terinfeksi oleh mereka sehingga kasus semakin membesar.
“Saat ini jumlah pasien positif COVID-19 di Sumbar sebanyak 72,6 persen merupakan orang dalam pemantauan (ODP) dan orang tanpa gejala (OTG) dan hanya 27,4 persen pasien dalam pengawasan (PDP) yang berada di rumah sakit. Artinya data ini memperlihatkan ada upaya serius Sumbar untuk mendeteksi sebanyak mungkin OTG dan ODP karena mereka adalah sumber penular”, ujarnya.
Menurut gubernur, jika ada daerah yang pelit mengirim tes SWAB-nya ke Laboratarium Kesehatan RS Unand Padang, berarti kepala daerahnya adalah sosok yang jahat.
“Karena ingin daerahnya zero positif Covid-19, sehingga kepala daerahnya enggan mengirim tes SWAB serta melakukan tracking terhadap warganya. Padahal, seluruh pembiayaan tes SWAB menjadi tanggung jawab pemprov “, sebut gubernur.
Menurut Irwan Prayitno, jalan pikiran kepala daerah itu, harus diluruskan oleh kepala dinas kesehatan. Sebab, jika dibiarkan, wabah virus corona di daerah tersebut bakal banyak merenggut nyawa masyarakat, karena penanganannya sudah terlambat. Dan ini akan dipertanggung jawabkan kepala daerah bersangkutan kepada Allah SWT.
“ Kita mengajak Kepala Daerah dan seluruh kadiskes seluruh daerah di Sumbar, harus pro aktif dalam melakulan tracking terhadap orang-orang yang pernah kontak dengan kasus positif Covid-19 sambil diambil tes SWAB mereka. Bagaimana penularan Covid-19 bakal habis di Sumbar, jika cara berpikir di antara kepala daerah banyak yang salah mengerti”, sebutnya.
Irwan Prayitno juga menegaskan, tugas besar saat ini adalah memutus mata rantai penyebaran virus Corona (Covid-19) melalui local transmission atau penyebaran lokal di Sumbar.
“Secara umum penanganan Covid-19 sudah sesuai dengan protokol kesehatan yang ada. Meski pun hingga kini masih cenderung ada peningkatan kasus positif Corona di Sumbar. Kita sudah melakukan penanganan dengan baik. Sebentar lagi kita memasuki fase puncak dan setelah itu diharapkan terus turun:, harapnya.
Padang – Harianpauh.com –Masyarakat saling berdesakan melihat data penerima BLT Kemensos di Kelurahan Lubukbuaya, Kecamatan Kototangah, kemarin.
Pihak kelurahan menemukan sejumlah data ganda penerima bantuan Jejaring Pengaman Sosial (JPS) berupa bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp 600 ribu baik dari Kemensos, Provinsi Sumbar, maupun BLT dari Pemko Padang. Data ganda penerima tersebut saat ini tengah dikumpulkan oleh pihak kelurahan.
Sekretaris Lurah Ulakkarang Selatan, Yunis Marni kepada orang media , kemarin mengatakan, di Kelurahan Ulakkarang Selatan daftar penerima bantuan BLT Kemensos, APBD Provinsi Sumbar, dan BLT Pemko Padang telah dipajang di papan pengumuman.
Dalam proses penyaluran BLT tersebut, pihaknya menemukan ada beberapa data ganda dalam penerimaan BLT tersebut. Ia mengungkapkan ada lebih kurang 50 data ganda yang ditemukan oleh pihak kelurahan Ulakkarang Selatan.
“Ini kan datanya baru kita terima, jadi kami masih memeriksa dan melakukan verifikasi. Ada sekitar 50 data ganda yang baru ditemukan, kemungkinan bertambah atau tidak itu ada,” jelasnya.
Yunis menyampaikan, untuk data penerima BLT dari Pemko Padang di Kelurahan Ulakkarang Selatan ada 881 orang. Bagi yang ditemukan data ganda, maka sesuai dengan surat edaran Wali Kota Padang maka dana tersebut akan dikembalikan ke Dinsos Kota Padang.
“Jika ada data nama ganda penerima BLT Pemko Padang dengan BLT Kemensos atau Provinsi, maka akan kami kembalikan uang tersebut,” tukasnya.
Hal yang sama juga terjadi di Kelurahan Rimbokaluang. Di Kelurahan tersebut terdapat laporan dari beberapa RT bahwasanya ditemukan data ganda penerima bantuan Kemensos, Provinsi Sumbar, dan Pemko Padang.
“Ya, tadi saat kami memeriksa data penerima, memang ditemukan adanya data ganda penerima bantuan sosial ini. Telah kami catat nama tersebut untuk dilakukan tindakan lebih lanjut,” jelas Lurah Rimbokaluang, Syafardi.
Ia mengatakan, saat ini pihaknya baru mendapatkan laporan adanya data ganda dari dua RT di Kelurahan Rimbokaluang ada dua data ganda. Namun, ia menambahkan, di hari selanjutnya tidak menutup kemungkinan adanya penambahan data ganda.
Syafardi menjelaskan, jumlah kepala keluarga (KK) di kelurahan Rimbokaluang yang menerima BLT dari Pemko Padang berjumlah 241 KK, sedangkan jumlah penerima BLT Pemprov Sumbar ada 129 KK.
“Untuk data ganda nantinya akan kita kembalikan ke Dinsos Kota Padang sesuai dengan surat edaran Wali Kota Padang,” ungkapnya.
Sementara itu, Lurah Rawang Andi Amir kepada media menyebut pihaknya juga menemukan sejumlah data penerima ganda di Kelurahan Rawang.
“Kalau yang ganda dengan bantuan JPS dari provinsi atau dari pusat ada sekitar sembilan. Tapi kami sudah memberitahukan ke Pos, karena penyerahannya kan melalui Pos,” katanya.
Dia menambahkan, data penerima yang telah meninggal dunia juga ditemukan dua orang. Namun, pihaknya telah menandai penerima yang telah meninggal dunia tersebut.
Andi menjelaskan, masih adanya penerima yang telah meninggal dunia, lantaran ada sebagian masyarakat yang tidak melakukan perubahan kartu keluarga (KK) atau mengurus surat kematian ketika ada keluarganya yang meninggal dunia.
“Seharusnya kan, kalau ada yang meninggal dunia, itu harus dibuat surat kematian atau minimal melapor ke Disdukcapil dan lakukan perubahan KK. Tapi masyarakat kita lalai terhadap itu, sehingga masih ada ditemukan tapi cuma dua dan itu sudah kami tandai,” jelasnya.
Lebih lanjut, dia mengatakan untuk penerima yang tidak tepat sasaran, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari RT setempat. “Begitu juga dengan hasil pemantauan di lapangan belum ada kami temukan yang tidak tepat sasaran. Namun, ini akan kami coba telusuri lagi,” tukas Andi.
Sementara di Kelurahan Lubukbuaya Kecamatan Kototangah Padang, pihak kelurahan sejauh ini belum menemukan data penerima ganda baik dari pemeriksaan oleh pihak Kelurahan maupun laporan masyarakat.
Lurah Lubukbuaya, Riri Chandra Asri menjelaskan, sampai sejauh ini pihaknya belum menerima laporan adanya data ganda penerima bantuan sosial (bansos). Namun pihaknya akan terus melakukan pemeriksaan mendetail terkait potensi data ganda tersebut.
“Jika kami menemukan data ganda nanti pasti kami akan catat dan laporankan agar tidak ada masyarakat yang mendapatkan lebih dari satu bantuan,” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinsos Kota Padang, Afriadi mengatakan, sampai saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait adanya penambahan data ganda penerima BLT Pemko Padang.
Ia menambahkan, sesuai dengan surat edaran dari Wali Kota Padang tentang penyaluran BST bagi masyarakat terdampak Covid-19 di Kota Padang dari tiga sumber dana yaitu APBN, APBD Provinsi Sumbar, dan APBD Kota Padang berjumlah 74.126 kepala keluarga (KK) tidak tertutup kemungkinan terjadinya pencatatan data.
“Maka dari itu, jika ditemui data penerima beasiswa ganda maka diminta kepada RT dan RW melalui lurah setempat untuk dapat menyerahkan laporan serta menyetorkan uang tersebut ke kas daerah khususnya BLT APBD Kota Padang,” jelasnya.
Alfiadi menuturkan, jika terdapat di masyarakat yang belum terdata dan layak untuk mendapatkan bantuan, maka diminta kepada RT dan Kelurahan Olo untuk tetap mendata masyarakat tersebut.
Lebih lanjut Alfiadi mengatakan, pihaknya telah melakukan penyaluran atau mentransfer uang BLT Pemko Padang tersebut. Dana BLT dari Dinsos kemudian diserahkan ke pihak Bank yang nantinya akan mentransfer langsung kepada tiap-tiap kelurahan.
“Sementara itu setelah diterima oleh pihak bank, kemudian ditransfer ke rekening Kelurahan masing-masing di Kota Padang. Nanti pihak kelurahan akan menyerahkan kepada masing RT,” ungkapnya.
Mekanisme penyerahan dari Kelurahan ke RT tergantung keinginan dari Kelurahan atau RT itu sendiri. Afriadi mengatakan, pihak RT bisa langsung mengambil tunai ke masing-masing kantor kelurahan, atau mentransfer kepada rekening masing-masing RT.
“Namun sebaiknya ditransfer dari kelurahan ke RT karena setiap RT sudah memiliki rekening masing-masing,” jelasnya.
Lebih lanjut Afriadi menjelaskan, setelah uang diterima oleh RT, maka nanti RT akan membagikan uang BLT tersebut ke masyarakat mereka yang masuk dalam data penerima sesuai dengan nama dan alamat atau by name by address.
“Insyaallah sore tadi sudah diserahkan ke pihak Bank, dan berkemungkinan kelurahan bisa mengambil dana BLT itu besok,” tukasnya.
Bagi masyarakat yang ingin mengetahui apakah mereka masuk dalam data penerima BLT Pemko Padang atau tidak, bisa dilihat di masing-masing Kelurahan karena sudah dipajang di papan pengumuman.
Masjid Al-Hijriah Dadok Tunggul Hitam, Koto Tangah ditutup.
Harianpauh.com – Masjid Al Hijrah yang berada di Kelurahan Dadok Tunggul Hitam Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) ditutup sampai waktu yang tak ditentukan, lantaran seorang jemaah masjid yang rajin menunaikan Salat Jumat dan Tarawih dinyatakan positif Covid-19.
Dilansir dari Klikpositif.com-jaringan Suara.com, informasi penutupan masjid disampaikan langsung pengurus melalui pengeras suara kepada warga sekitar masjid tadi malam sekira pukul 19.30 WIB.
“Kepada ibu dan bapak jemaah kami, sesuai surat dari Dinas Kesehatan Kota Padang, mulai malam ini (Rabu, 13/5/2020) Masjid Al-Hijrah ditutup dan semua kegiatan berjemaah ditiadakan,” ujar pengurus masjid setempat Mulyadi Yunus.
Dia juga meminta kepada warga dan jemaah agar menunaikan salat di rumah masing-masing. Selain itu, kepada jemaah atau siapa saja yang pernah kontak dengan M sejak tanggal 1 Mei 2020 hingga 8 Mei 2020 untuk melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing.
“Mohon juga isolasi mandiri di rumah 14 hari untuk memutuskan rantai penyebaran COVID-19. Kemudian jika ada gejala seperti batuk, pilek dan demam segera untuk datang ke Puskesmas terdekat,” katanya.
Mulyadi juga menginformasikan, jika M yang diketahui merupakan pasien orang tanpa gejala (OTG) yang sudah melakukan isolasi mandiri.
“Ini kasus pertama di Dadok Tunggul Hitam, semoga tidak ada lagi penambahan. Mari sama-sama menjaga diri dan keluarga kita dan kita sama-sama berdoa untuk jemaah yang positif agar cepat sembuh,” katanya.
Kemudian karena lokasi masjid di pasar, juga disampaikan, mulai Kamis (14/5/2020) pengunjung dan pedagang pasar pagi untuk memakai masker.
“Jangan panik, perbanyak berzikir dan melakukan kegiatan yang bisa menjaga imunitas,” sebutnya.
Terakhir dia menyampaikan, dalam jangka waktu yang cukup lama, pihaknya sedang menunggu keputusan apakah di masjid dibolehkan melaksanakan Salat Idulfitri atau tidak.
“Kemudian terkait salat Idulfitri kita tunggu keputusan dari pemerintah, apakah kita dibolehkan melaksanakannya akan kami informasikan lagi setelah ada keputusan pemerintah.”
Sementara itu, saat dikonfirmasi Klikpositif pada Kamis (14/5/2020) pagi, Mulyadi menjelaskan ada sekitar 20 orang jemaah rutin melaksanakan salat berjemaah di masjid tersebut.
“Sekitar 20 jemaah, sekarang sudah isolasi mandiri di rumah masing-masing,” katanya.
Diterangkannya, dari pantauan cctv masjid, M terpantau rutin ke masjid sejak 1 hingga 8 Mei 2020.
“Makanya kita minta jemaah yang salat berjemaah dalam rentang waktu tersebut untuk isolasi mandiri.
PT Tabungan dan Asuransi Pegawai Negeri (Persero) atau Taspen bakal membagikan THR bagi pensiunan PNS, TNI, hingga penerima tunjangan veteran secara serentak pada Jumat (15/5).
Pembagian THR ini sesuai perintah Menteri Keuangan Sri Mulyani yang menyebut, pembagian THR bagi PNS hingga TNI dan Polri paling lambat dicairkan besok.
Hal ini menunjuk Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 49/PMK.05/2020 tanggal 11 Mei 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian THR Kepada PNS, Prajurit TNI, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Penerima Pensiun, dan Penerima Tunjangan Yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 24 tahun 2020.
SVP Sekretaris Perusahaan Taspen, M. Ali Mansur, mengatakan THR yang diberikan sebesar penghasilan Maret 2020. THR tidak dikenakan potongan iuran atau potongan lain kecuali potongan pajak penghasilan sesuai ketentuan perundang-undangan dan ditanggung pemerintah.
Komponen penghasilan THR tahun 2020 bagi para Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan tambahan penghasilan tanpa tunjangan beras dan hanya dikenakan potongan pajak.
“Bagi Penerima Pensiun atau Penerima Tunjangan yang menerima lebih dari satu penghasilan yang sama-sama bersumber dari APBN, hanya diberikan salah satu yang lebih menguntungkan,” kata dia dalam keterangan tertulis dikutip kumparan, Kamis (14/5).
Ia menegaskan kepada kantor bayar untuk tetap memperhatikan protokol pelayanan pencegahan penyebaran COVID-19 serta mengimbau Penerima Pensiun dan Penerima Tunjangan untuk berhati-hati terhadap penipuan yang mengatasnamakan Taspen (Persero).
Untuk lebih jelas terkait informasi atas pembayaran THR 2020, dapat menghubungi kantor Taspen terdekat atau call center 1 500 919.
Adapun Pembayaran THR tahun 2020 diberikan kepada:
1. Pensiun Pegawai Negeri Sipil, terdiri dari:
a. Pensiun Pegawai Negeri Sipil Pusat/Daerah;
b. Pensiun Pegawai Negeri Sipil eks Pegadaian;
c. PNS eks Departemen Perhubungan pada PT Kereta Api Indonesia (Persero).
2. Penerima Pensiun Pejabat Negara;
3. Penerima Pensiun Hakim;
4. Penerima Pensiun TNI/POLRI;
5. Penerima Pensiun Janda/Duda/Yatim-Piatu dari Penerima Pensiun sebagaimana dimaksud pada angka 1, angka 2, angka 3 dan angka 4;
6. Penerima Pensiun Orang Tua dari Pegawai Negeri Sipil yang Tewas;
7. Penerima Tunjangan Veteran;
8. Penerima Tunjangan PKRI;
9. Penerima Tunjangan KNIP;
10. Penerima Tunjangan KNIL; dan
11. Penerima Tunjangan Janda/Duda dari Penerima Tunjangan sebagaimana dimaksud pada angka 7, angka 8, angka 9 dan angka 10.
Rindu perantau Bengkulu akhirnya terobati. Terobati setelah Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah dengan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan bertemu di dunia maya (Dumay).
Kamis (14/5/2020), Wali Kota Padang Mahyeldi Ansharullah melakukan pertemuan singkat melalui aplikasi “Instagram” dengan Wali Kota Bengkulu. Pertemuan singkat itu berlangsung hangat. Banyak cerita yang disampaikan antara kedua sahabat itu. Apalagi keduanya tak pernah bertemu lagi semasa pandemi Covid-19.
“Warga Padang di sini rindu sama Pak Wali. Mereka tidak bisa mudik, kata mereka kalau sudah melihat wajah Pak Wali, rindu kampung terobati,” sebut Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan kepada Mahyeldi.
Mendengar itu, Mahyeldi tersenyum dan menyampaikan salam kepada seluruh perantaunya lewat Wali Kota Bengkulu.
Mahyeldi juga menanyakan kondisi di Bengkulu di masa pandemi. Wali Kota Helmi Hasan menyebut bahwa bantuan bagi warga terdampak Covid-19 sudah disalurkan.
“Bantuan berupa beras dan mie instan sudah kami berikan,” jelas Helmi Hasan.
Bantuan bagi warga Bengkulu diberikan secara menyeluruh. Tidak saja untuk warga Bengkulu, bahkan juga untuk perantau. Termasuk perantau Padang.
“Bantuan kita berikan tanpa melihat KTP, disalurkan ke siapa saja,” jelas Helmi Hasan.
Pertemuan lewat “Dumay” berlangsung sekitar setengah jam. Disaksikan followers di Padang, Bengkulu dan lainnya. Lewat pertemuan melalui akun Instagram @Diskominfopadang dan akun milik Helmi Hasan itu, keduanya berjanji akan bersua setelah Covid-19 selesai.(*)
PADANG – HARIANPUAH.COM Melalui aplikasi Instragram yang dilaksanakan secara jarak jauh, Wali Kota Padang Mahyeldi dan Wali Kota Bengkulu ceritakan pengalaman dalam menangani wabah virus corona (covid-19) didaerahnya masing-masing, Kamis (14/5/2020).
Kedua kepala daerah itu pada 22 Oktober 2019 lalu juga telah menjalin kerjasama atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam melaksanakan program-program keumatan dengan tujuan menghadirkan masyarakat yang relegius dan bahagia.
Sebelum memulai pembicaraan dengan Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan, Wali Kota Padang Mahyeldi terlebih dahulu menyapa warga Kota Padang maupun perantau minang yang berada di kota Bumi Raflesia itu.
Mahyeldi mengingatkan, warga Kota Padang maupun perantau minang agar tetap menjaga kesehatan dan melindungi diri dari wabah covid-19.
Ia pun juga meminta warga Kota Padang maupun perantau minang untuk tidak pulang kampung dulu mengingat Provinsi Sumatera Barat dan Kota Padang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
“Sebetulnya Pemko Padang tidak melarang warga Kota Padang atau perantau minang untuk pulang, tapi karena adanya wabah covid-19 ini dan aturan pemerintah maka untuk sementara waktu para perantau agar menahan keinginannya untuk pulang,” ulasnya.
Dalam menangani wabah pandemi covid-19, kata Mahyeldi, Pemerintah Kota Padang telah menyalurkan bantuan sosial berupa paket Sembako sebanyak 20 ribu paket kepada masyarakat.
“Alhamduliliah, kita sudah menyalurkan bantuan kepada lebih dari 20 ribu Kepala Keluarga (KK) di Kota Padang berupa beras dan ini kita lakukan dengan melibatkan 10 lembaga zakat yang ada di kota Bengkuang ini,” ulasnya.
Kedepan, Pemerintah Kota Padang juga akan memberikan santunan kepada para guru-guru TPQ/TQA dan para da’i Kota Padang yang selama ini mereka di beckup melalui APBD.
“Melalui Baznas nantinya, kita akan memberikan santunan kepada guru TPQ/TQA dan para da’i kepada sebanyak 21 ribu KK. Bantuan yang akan kita berikan nanti berupa Sembako dan sejumlah uang,” jelasnya.
Sementara itu, Wali Kota Bengkulu Helmi Hasan mengatakan, Pemerintah Kota Bengkulu saat ini juga telah memberikan bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak sosial ekonominya berupa paket Sembako.
“Alhamdulillah, paket Sembako berupa beras 20 Kg dan 2 Kardus mie instan itu kita antarkan langsung, door dan to door kerumah masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19,” jelasnya. (*).
Kabar baik kembali berhembus dan terus menghampiri Kota Padang. Hal itu dikarenakan semakin banyaknya warga di kota tersebut yang dinyatakan sembuh dari virus corona (covid-19).
Seperti kali ini, 1 (satu) keluarga positif corona yang beralamat di jl. Sawahan Dalam 4 No. 13, Kelurahan Sawahan, Kecamatan Padang Timur kini telah dinyatakan sembuh dari covid-19. Dimana dari 6 orang pada satu keluarga yang sempat positif covid-19 itu, sang ibu Hj. Napisah (62) merupakan owner Ambasador Textil. Ia merupakan pasien pertama dari klaster Pasar Raya Padang yang terkena covid-19.
Wali Kota Padang H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan, atas nama Pemerintah Kota Padang mengaku bersyukur mengingat dari hari ke hari warga Kota Padang semakin banyak yang sehat dan pulih dari virus corona. Begitu juga kelurahan-kelurahan yang selama ini (merah-red), kini diantaranya telah menjadi hijau.
“Alhamdulillah, kita bersyukur kali ini di Kelurahan Sawahan satu keluarga yang sebelumnya dinyatakan positif covid-19 kini telah sembuh dan sehat semua. Hal ini saya rasa, di samping berkat upaya keras dan keyakinan mereka untuk sembuh dari virus ini, tentu juga berkat dukungan dan dorongan semua pihak terutama masyarakat sekitar. Untuk itu, berarti hari ini Kelurahan Sawahan sudah berhasil kita hijaukan,” ucap Wako Mahyeldi sewaktu mengunjungi rumah keluarga pasien sembuh covid-19 itu, Rabu (13/5/2020).
Dijelaskannya, Pemerintah Kota Padang menyatakan optimis untuk menjaga dan melindungi zona-zona yang putih (bebas covid-19) di Kota Padang dari penyebaran covid-19 dan sekaligus menghijaukan zona yang merah.
“Kita Gugus Tugas Covid-19 Kota Padang sudah mengobarkan semangat perang terhadap covid-19 ini. Maka itu, serangan nanti akan kita arahkan kepada daerah-daerah yang positif untuk kita hijaukan. Kemudian daerah yang putih atau belum kena akan kita lindungi,” tukasnya optimis.
“Mudah-mudahan dengan upaya ini semua, pada waktu yang kita rencanakan yaitu pada 29 Mei 2020 nanti insya Allah Kota Padang dapat terbebas atau 0 (nol) kasus covid-19. Semoga dengan bersama-sama dan semangat gotong royong kita dapat membasmi covid-19 ini secepatnya,” tukas wako optimis.
Sementara itu Ilham (29) anggota keluarga yang sembuh dari covid-19 di Sawahan itu menyebutkan, selaku anak pertama dari tiga bersaudara ia mengucapkan puji dan syukur terutama kepada Allah SWT yang telah memberikannya kesembuhan dari positif corona yang ditimpa sekeluarga.
“Selain itu kami juga mengucapkan terima kasih dan memohon maaf kepada warga sekitar. Mungkin untuk upaya isolasi mandiri kami waktu itu sempat meresahkan warga baik ada yang setuju atau pun sebaliknya. Tapi alhamdulillah berkat ditengahi Ketua RT setempat dan kami diterima melakukan isolasi di rumah sesuai protokol kesehatan. Begitu juga melakukan pemeriksaan-pemeriksaan yang dianjurkan oleh dokter,” ungkapnya.
“Alhamdulillah kita sekeluarga sudah dinyatakan sembuh dan terakhir dua hari yang lalu mama saya Hj. Napisah dinyatakan sembuh setelah melalui serangkaian tes VCR,” ungkapnya.
Ilham menceritakan, adapun awal mula proses masuknya covid-19 kepada dirinya dan sampai menjangkiti anggota keluarganya yang lain yaitu dikarenakan dirinya yang bekerja sebagai dokter residen di RSUP M. Djamil.
“Jadi waktu itu kami melakukan ‘screening’ terhadap semua residen. Berawal dari sana dan ternyata dari semua residen hanya saya yang dinyatakan positif covid-19 dan harus melakukan isolasi tepat 28 Maret lalu,” ungkapnya.
Kemudian sambung Ilham, pemeriksaan pun juga dilakukan kepada anggota keluarganya. Alhasil, 5 orang keluarganya termasuk sang ibu Hj. Napisah dinyatakan positif covid-19.
“Maka setelah itu kita langsung melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumah, karena hanya termasuk positif ringan dan rata-rata dari kami tidak bergejala. Selanjutnya kita juga mendapatkan pengobatan intensif dari RSUP M. Djamil yang ditangani langsung dokter spesial paru.
Senada dengan itu, Hj. Napisah Untuk selaku pemilik Toko Ambassador berharap ke depan nama baik tokonya kembali diperbaharui atau dipulihkan kepada publik.
“Kita pernah dengar ada yang bilang jangan belanja ke toko Ambassador karena pemiliknya dan karyawannya ada yang positif covid-19. Maka itu sekarang kita sudah sembuh, dan kami ingin toko kami kembali baik namanya. Insya Allah kami akan kembali membuka toko kalau sudah diizinkan pemerintah kota. Lebih kurang sudah dua bulan toko saya ga buka,” cetusnya.
Pada kesempatan itu juga hadir Camat Padang Timur Ances Kurniawan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Feri Mulyani, Unsur Forkompimca Padang Timur, Kepala Puskesmas dan Lurah beserta RT/RW setempat. (Prokopim Padang)
Padang – Harianpauh.com – Proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi warga Kota Padang, Sumatra Barat (Sumbar) yang terdampak Covid-19 dari pemerintah kota mulai menemui titik terang.
Kepala Dinas Sosial Kota Padang Afriadi mengatakan proses pembukaan rekening untuk penyaluran dana tersebut telah dilakukan di Bank Nagari.
“Petugas Bank Nagari telah mendatangi seluruh Kecamatan di Kota Padang untuk membuka rekening kelurahan,” katanya, Selasa (12/5/2020).
Dirinya menjelaskan di masa penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ini, para Lurah tidak diperkenankan untuk datang bersama-sama ke Bank Nagari untuk membuka rekening Bantuan Langsung Tunai (BLT) Covid-19. Sehingga pihak Bank yang mendatangi Kecamatan dan mengumpulkan lurah untuk menandatangani pembukaan rekening.
“Pihak Bank yang datang dan mengumpulkan lurah untuk tanda tangan pembukaan rekening,” jelasnya.
Afriadi berharap pembukaan rekening bisa dituntaskan hari ini, Rabu (13/5/2020) agar uang bisa segera ditransfer ke rekening kelurahan.
Untuk diketahui, masyarakat Kota Padang penerima BLT berjumlah 74.126 Kepala Keluarga (KK) dengan nominal Rp600 ribu per KK yang akan langsung diantarkan ketua RT ke rumah masyarakat yang tercatat sebagai penerima.
Dirinya meminta kelurahan dan RT teliti dalam penyaluran bantuan. Jika ditemukan penerima ganda, penerima meninggal dunia atau pindah tempat atau masyarakat yang tidak berhak mendapatkan bantuan agar tidak memberikan BLT tersebut.
Ia juga mengimbau bagi masyarakat Kota Padang yang terdampak Covid-19 namun belum masuk dalam penerima bantuan dari Kemensos RI, Pemprov Sumbar maupun dari Pemko Padang untuk melapor ke RT dan kelurahan setempat.
Selain bantuan Covid-19 dari Pemko Padang, masyarakat juga menerima bantuan dana Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kemensos RI bagi 28.594 KK sebesar Rp600 ribu untuk satu bulan yang bisa diambil di Kantor Pos Cabang Padang.
Ada juga Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Provinsi Sumbar kepada 13.415 KK sebesar Rp1,2 juta untuk dua bulan dan diantarkan langsung oleh petugas pos ke rumah masyarakat.
Pemerintah Kota Padang bertekad, menjelang 29 Mei 2020 bisa memenangkan perlawanan terhadap virus corona (Covid-19). Target capaian ini menyusul berakhirnya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II di Sumatera Barat.
Hal itu disampaikan Mahyeldi saat diskusi bersama dengan anggota WhatApps Group (WAG) kawal Covid-19 Sumbar, yang dilaksanakan secara virtual mengunakan aplikasi Zoom, bertempat di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa malam (12/5/2020).
Wako Mahyeldi mengatakan, dalam rangka untuk mencapai dan terealisasinya tekad sekaligus dapat memenangakan perang melawan covid-19, Pemerintah Kota Padang membuat rencana aksi dengan 12 objek atau sasaran, antara lain;
Pertama, pengetatan masuknya orang ke Kota Padang dengan melibat seluruh unsur Forkopimda di Kota Padang. “Alhamdulillah ini sudah kita lakukan dan dalam tiga hari terkahir ini kita telah mengembalikan kendaraan yang masuk sebanyak 220 kendaraan,” jelasnya.
kedua, kawasan pemukiman. Dengan melibat seluruh lurah dan RT/RW untuk melakukan pembatasan orang masuk di setiap kelurahan. Tidak kurang dari 30 persen kelurahan telah melakukan karantina wilayahnya masing-masing.
Keempat, melakukan pemetaan kawasan episentrum penyebaran virus corona. Ada tiga tipe kawasan yang dipetakan. Kawasan putih bebas virus corona, hijau dan merah yang terjangkit.
“Ada 53 kawasan merah di Kota Padang, inilah yang akan kita lakukan penyerangan agar kemenangan dalam melawan covid-19 dapat kita raih,” jelasnya.
Keenam, memindakan posko-poko pengawasan (chek point) ke pusat-pusat keramaian, Ketujuh, menerapkan protokol kesehatan covid-19 di kantor-kantor pelayanan milik pemerintah, kedelapan, melakukan pengawasan dan pengaturan penumpang angkutan umum didalam kota, kesembilan, memberikan suplai kebutuhan pokok kepada warga yang terinfeksi positif virus corona.
kesepuluh, pengambilan swap. pengambilan swap yang dilakukan saat ini telah mencapai angka 0,2
Mengantisipasi merebaknya virus corona (Covid-19), Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Padang mengunjungi tempat-tempat makan. Hal ini dilakukan untuk melihat penerapan protokol kesehatan di tempat makan tersebut.
Kadisbudpar Kota Padang, Arfian menyampaikan, sebanyak lebih kurang 300 rumah makan, restoran dan kafe terdata di dinasnya. Setelah dilakukan kunjungan ke sejumlah tempat makan tersebut, belum seluruhnya yang menerapkan protokol kesehatan.
“Sejak PSBB diberlakukan, kita sudah mengunjungi 57 restoran, kafe dan rumah makan,” jelasnya di Balaikota Padang, Rabu (13/5/2020).
Dijelaskan Arfian, dari 57 tempat makan itu, seluruhnya belum menerapkan protokol kesehatan Covid-19. Seperti menyediakan thermogun (alat ukur suhu tubuh) bagi pengunjung yang akan masuk.
“Dari sebanyak itu yang kita kunjungi, hanya satu restoran yang menyediakan thermogun,” jelas Arfian.
Namun begitu, Arfian menukaskan, dari 57 tempat makan yang dikunjungi itu, seluruhnya telah memberlakukan penyemprotan disinfektan, menyediakan tempat cuci tangan, serta menerapkan physical distancing.
“Kita mengimbau dan berharap seluruh tempat makan menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan thermogun agar suhu tubuh pengunjung dapat terlacak,” harap Kadisbudpar Kota Padang itu.(*)
PADANG, HARIANPAUH.COM –Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Kementerian Sosial (Kemensos) mulai dibagikan. Karena Kantor Pos Pusat Kota Padang sudah mengagendakan pembagian BLT sebesar Rp600 ribu kepada 17.303 warga di Kota Bingkuang. Jadi warga yang menerima BLT dari Kemensos wajib mendatangi ke kantor Pos Pusat.
Kepala Kantor Cabang Padang Sartono mengatakan, pihaknya telah menyalurkan bantuan langsung tunai dari Kemensos RI yang dimulai sejak Sabtu 9 Mei 2020 lalu pada 17.303 rumah tangga penerima manfaat di daerah ini. Namun bantuan sosial tunai tersebut tidak diantarkan ke rumah penerima, melainkan warga penerima menjemput ke Kantor Pos Pusat Jalan Bagindo Aziz Chan.
“Mekanismenya tidak seperti bantuan dari provinsi yang diantarkan langsung ke rumah. Jemput langsung ke kantor pos pusat, tidak bisa di kantor pos yang ada di kecamatan,” kata Sartono, baru-baru ini.
Sartono mengungkapkan, dengan membawa kartu keluarga dan kartu tanda penduduk, warga yang sudah terdaftar, dapat mencairkan uang tunai sebesar Rp600 ribu untuk satu bulan. Bantuan akan diberikan bertahap untuk tiga bulan yakni April, Mei dan Juni, dengan total dana satu Rp1,8 juta.
“Yang cair baru untuk April sebesar Rp600 ribu,” sebut Sartono.
Menurut Sartono, pemberian bantuan dari Kementrian Sosial ini digilir per kecamatan setiap harinya. Kecamatan pertama yang dapat mengambil bantuan yakni Kecamatan Padang Barat pada Sabtu 9 Mei, dan masih dilanjutkan pada Senin 11 Mei, sedang pada hari Selasa 12 Mei bantuan dijadwalkan bagi rumah tangga penerima manfaat di Kecamatan Padang Timur.
“Dalam satu hari, petugas membatasi pencairan bagi 750 orang, dan ditargetkan penyaluran bantuan dapat diselesaikan 20 Mei atau setidaknya sebelum Idul Fitri. Paling banyak menerima nanti dari Kecamatan Koto Tangah,” ujar Sartono.
Sartono menambahkan, dalam menyalurkan bantuan pusat tersebut pihak menerapkan protokol Covid-19 seperti menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak tempat duduk, membagi waktu pembangian bantuan guna mengantisipasi kerumuman masyarakat saat mengambil bantuan.
“Namun pada pencairan pertama, banyak masyarakat yang tidak mematuhi protokol Covid-19, sehingga terjadi keramaian Kondisi itu menjadi bahan evaluasi bagi PT Pos Cabang Padang agar tidak terjadi kembali. “Besok akan lebih kami perhatikan terkait physical distancing ini,” tuturnya. (*)
PADANG – HARIANAPAUH.COM Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno menyampaikan kabar baik soal penyebaran Covid-19 di wilayahnya yang mulai bisa diputus.
Dia juga optimistis dalam beberapa waktu ke depan jumlah pasien positif akan terus menurun.
Hingga Senin (11/5) kemarin, kara Irwan, jumlah pasien positif di Sumbar sebanyak 299 orang.
Dari jumlah itu, 72 persen adalah ODP dan OTG, sehingga sisanya merupakan PDP.
“Kemudian dari 299 yang positif itu semenjak dengan tanggal 22 April mulai pertamanya PSBB di Sumatera Barat yang pertama, tidak ada lagi yang impor, atau datang dari luar Sumatera Barat,” sebut Irwan usai rapat evaluasi PSBB dengan Presiden, Selasa (12/5).
Kasus yang dibawa pendatang dari luar Sumbar ini sebelumnya cukup tinggi.
Namun setelah adanya PSBB disusul larangan mudik, hal itu cukup efektif menekan penyebaran virus tersebut.
Selain itu, Pemprov Sumbar juga melakukan pengetesan Covid-19 dalam jumlah yang masif melibatkan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang. Di mana tercatat semenjak 23 Maret sampai saat ini, 9000 spesimen yang diperiksa di lab.
“Satu hari itu bisa sampai lebih 758 spesimen dan rata-rata bisa 300 spesimen,” kata Irwan.
Selain itu, untuk memutus rantai penyebaran dari pasien positif, juga dilakukan tracking secara cepat. Ketika ada satu yang positif langsung diikuti minimal 50 spesimen swab. Bahkan ada yang sampai 500 spesimen.
“Sehingga bisa terkendali mereka-mereka yang terpapar dari yang positif tersebut dan dari situ kita bertindak cepat untuk melakukan pengendalian dan pemutusan transmisi. Kemudian isiolasi,” jelasnya.
Dengan pendekatan yang dilakukan, serta kuatnya dukungan bupati dan wali kota di Sumbar, kata Irwan, dia optimistis kasus Covid-19 wilayahnya bisa segera mereda. Apalagi dari 19 kabupaten dan kota, ada 3 daerah hijau, antara lain Sawahlunto Sijunjung dan Kota Solok.
Kemudian yang sudah mulai menurun yaitu Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pasaman Timur dan Kota Pariaman. Beberapa klaster bahkan sudha berhasil diputus seperti di Kota Padang.
“Nah, Kota Padang ini dari di sekitar 15-16 klaster, delapan sudah terputus. Sisanya itu mungkin masih bentuknya beberapa rumah yang berkembang sedikit keluar dan kemudian yang menjadi episentrum ada dua titik setidaknya Pasar Raya dan Pegambiran,” pungkas Irwan.
Sementara dari laporan situasi terkini corona di Sumbar per Selasa (12/5), tercatat ada 319 kasus positif, 70 sembuh dan 18 meninggal.
Padang, Harianpauh.com – Wali Kota Padang, Mahyeldi meminta warga yang terdampak Covid-19 belum dapat bantuan sosial (bansos) untuk segera melapor ke RT/RW, Selasa (12/5/2020).
“Jika benar ada warga yang belum menerima bantuan silahkan lapor ke RT/RW setempat. Nanti akan kita tinjau kembali,” kata Mahyeldi.
Sebelumnya, kata Mahyeldi, ia mendapat kabar ada beberapa warga Kota Padang yang layak menerima bantuan, namun tidak masuk dalam data penerima bantuan pemerintah. Oleh sebab itu, pihaknya telah menyiapkan langkah untuk mengantisipasi hal tersebut.
“Saya telah perintahkan kepada seluruh Camat maupun Lurah untuk selalu berkoordinasi dengan RT/RW dalam melihat kondisi warganya. Jika ada memang ada masyarakat yang melapor dan mereka layak masuk dalam penerima bantuan, maka tolong catat nama dan alamatnya kembali,” ucap Mahyeldi.
Mahyeldi menjelaskan ada beberapa alasan nama warga yang tidak tercatat dalam penerima bansos tersebut. Yaitu, karena tidak memiliki KTP Padang ataupun tidak ber-KTP sama sekali. Maka, ia kembali lagi menegaskan kepada jajarannya untuk menvalidasi data kembali.
“Jadi Inilah tugas RT/RW. Maka tolong validasi lagi data yang benar layak menerima bantuan. Nanti kalau memang mereka layak menerima bantuan akan kita berikan bantuan selanjutnya,” jelasnya.(*)
Penampakan warga berkerumun saat penerimaan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Padang, Selasa (12/5/2020).
HARIANPAUH.COM – Pembagian Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk masyarakat terdampak pandemi Covid-19 di Kantor PT Pos Indonesia Cabang Padang Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) tidak mengindahkan aturan physical distancing.
Berdasarkan pantauan Covesia, Selasa (12/5/2020), pukul 13.25 WIB, masyarakat yang hendak mengambil bantuan itu tampak berkerumun di Kantor PT Pos Indonesia. Padahal, Sumbar saat ini sedang menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Kepala Kantor PT Pos Indonesia Cabang Padang Sartono mengatakan pihaknya sudah melakukan penjadwalan penyaluran BST per kecamatan tiap harinya. PT POS Indonesia Cabang Padang juga sudah membuat markah-markah agar warga bisa physical distancing.
“Untuk kursi-kursi sudah disusun dengan jarak satu meter. Begitu pula dengan antrian saat mereka melakukan pemeriksaan bukti diri, seperti KTP dan KK, itu juga sudah diatur berdasarkan markah antrean,” jelasnya.
Meski demikian, kata Sartono, warga masih saja tidak mau bersabar. “Masyarakat berkerumun, pertama, karena mereka ingin melihat jadwal mereka, apakah nama mereka tercantum sebagai penerima atau tidak, yang kami pajang di papan pengumuman. Kedua, mereka berkerumun untuk menerima kartu antrian,” tuturnya.
Padahal, masyarakat sudah diingatkan untuk tertib dan menjaga aturan physical distancing dalam pembagian BST dari Kemensos ini. Tapi, masih saja ada warga yang bukan penerima yang datang ke lokasi.
“Tadi pagi saja, Pak Kabag Ops sudah datang dan memberikan arahan ke masyarakat bahwa yang datang ke lokasi adalah penerima saja. Jadi, bagi warga bukan penerima, baik itu pendamping atau siapalah, untuk tidak berkerumun di lokasi pembayaran,” imbuh Sartono.
Sartono menjelaskan ada 27.546 KK penerima BST dari Kemensos di Kota Padang. BST sudah mulai dibagikan sejak Sabtu (9/5/2020) kemarin hingga Jumat (22/5/2020) nanti.
“Ini jumlah yg sangat besar. Kalau kita bagi 10 hari saja. Itu berarti kita harus membayarkan kepada 2000 KK tiap harinya. Jadi bisa dibayangkan betapa besar antriannya,” ucapnya.
Oleh karena itu, dia kembali mengimbau agar masyarakat yang datang ke Kantor PT Pos Indonesia adalah warga yang benar-benar menerima BST sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Selain itu, PT Pos Indonesia Cabang Padang juga mengeluarkan kebijakan baru bahwa mulai besok, Rabu (12/5/2020), penyaluran BST dari Kemensos untuk warga Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Padang Utara bisa dilakukan di Kantor Regional PT Pos Indonesia di Jalan Khatib Sulaiman Nomor 103 Padang.
“Dengan kita membuka cabang baru, diharapkan kita bisa memecah antrean,” harapnya.
Peduli dengan Tenaga Medis Covid-19, Wali kota Mahyeldi Terharu dan Menangis
PADANG – HARIANPAUH.COM — Air mata Wali Kota Padang, Mahyeldi tumpah saat melihat perjuangan tenaga medis dan petugas lapangan dalam memerangi wabah Covid -19 di Kota Padang.
“Saya tidak bisa berkata-kata melihat perjuangan, tenaga medis, petugas di Dinas Sosial dan para relawan di lapangan. Hanya apresiasi tinggi yang bisa saya ucapkan untuk mereka yang tanpa kenal waktu memerangi wabah ini,” ujar Mahyeldi di Padang, Senin (11/5/20).
Mahyeldi yang memberi apresiasi kepada patugas lapangan saat pelantikan pejabat Pemko Padang, menjelaskan, apa yang diberikan petugas lapangan ini tidak sebanding dengan apa yang mereka dapat. Tapi mereka tidak pernah mengeluh, mereka terus bekerja. Keselamatan diri mereka tidak dipedulikan. Malahan ada yang sedang sakit, tetap bekerja siang dalan malam.
“Saya hanya bisa berdoa, semoga apa yang dilakukan telah dilakukan petugas lapangan ini makin mempercepat pemusnahan virus ini,” harapan Mahyeldi dengan air mata berlinang melihat perjuangan para petugas lapangan ini.
Sebagai orang nomor satu di ibu kota provinsi Sumbar ini, Mahyeldi akan terus membantu mereka agar perjuangan mereka ini bisa berjalan sukses. “Saya yakin mereka ini adalah pahlawan yang patut kita hargai. Saya menghimbau kepada semua pihak untuk terus mendukung perjuangan petugas lapangan ini,” terangnya.
Mahyeldi melihat, perjuangan yang diberikan petugas lapangan ini tidak sebanding dengan perlakukan yang mereka terima. Malahan ada juga yang menilai, perjuangan mereka ini tidak seberapa.
“Ini batin yang tak terima. Saya melihat sendiri berapa kerasnya perjuangan mereka di lapangan. Malahan di Dinas Sosial, ada beberapa orang tenaga tidak memiliki waktu istirahat. Mereka terus bekerja, agar data masyarakat bisa utuh diterima. Begitu juga dengan tenaga medis. Mereka rela tidak pulang ke rumah demi menjaga dan merawat pasien,” terangnya.
“Saya saja udah tidur di rumah, tapi mereka masih bekarja untuk kita semua. Makanya, saya meminta semua pihak terkait jangan sampai hak mereka ini terlabat. Mereka rela mengobarkan jiwa mereka untuk menjaga kita,” terang Mahyeldi sampil melap air matanya.
Semua pihak, pintanya, harus memberikan dukungan moril kepada tenaga lapangan ini. Jangan lagi bikin berita bohong tentang mereka.Kasihan kita dengan mereka dan keluarganya. Pengorbanan petugas ini tidak bisa kita balas,”ucap Mahyeldi terharu sambil mengeluarkan air matanya. Suasana hening semua pejabat yang dilantik juga ikut terharu dan mengeluarkan air mata
“Saya meminta mari kita bantu mereka dengan doa, agar perjuangan mereka untuk memerangi wabah ini bisa berhasil,” (*)
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, menyampaikan kekuatan testing, tracking, isolasi, dan treatment yang dilakukan di Sumbar bersama dukungan dari para bupati dan wali kota untuk menangani pandemi Covid-19.
“Di Sumatera Barat, terakhir data data kemarin 299 yang positif. Namun demikian dari 299 positif ini, 72% adalah ODP dan OTG. Jadi sisanya 27 koma sekian itu adalah PDP. Dari 299 yang positif itu sebenarnya tanggal 22 April, mulai pertama PSBB di Sumatera Barat yang pertama, tidak ada lagi yang impor,” ujar Gubernur Sumbar saat memberikan keterangan, Selasa (12/5).
Jadi, katanya kasusnya tidak ada lagi impor sejak tanggal 22 April, impor itu datang dari luar Sumatra Barat. Sementara itu, awalnya semuanya impor dari pendatang dan jumlahnya hampir 40.
“Semenjak PSBB 22 April adanya larangan mudik 24 April sesuai Permenhub No. 25 Tahun 2020, dianggap cukup efektif dalam artian tidak muncul lagi impor positif dari luar Sumatera Barat,” imbuh Irwan Prayitno.
Provinsi Sumbar, menurut Gubernur, melaksanakan sesuai dengan arahan Presiden, sebagai berikut:
Pertama, melakukan testing secara dini, cepat dan itu sudah dilakukan di Fakultas Kedokteran Unand, laboratorium semenjak tanggal 23 Maret sampai saat ini kita sudah lebih dari 9.000 spesimen yang kita periksa di lab.
“Dan 1 hari pun bisa sampai lebih 758 spesimen dan rata-rata bisa 300 spesimen. Dan kita 2 minggu terakhir bahkan hampir 3 minggu kita sudah masuk ke ODP-OTG dan perantau datang 20 hari, selama 20 hari,” urainya.
Jadi, menurut Gubernur Sumbar, PDP dalam waktu 6 jam itu insyaallah sudah keluar hasilnya dan itu sudah ada di rumah sakit, kalau positif langsung di-tracking yang terpapar.
Kedua, melakukan tracking masif.
“Jadi tracking masif ini kami bersama bupati dan wali kota melakukantracking masif ini, sehingga 1 yang positif itu bisa minimal 50 spesimen swab yang diambil bahkan sampai 500. Sehingga demikian bisa terkendali mereka-mereka yang terpapar dari yang positif tersebut, dan dari situ kita bertindak cepat untuk melakukan pengendalian dan pemutusan transmisi terhadap yang positif yang kita ketahui cepat tersebut,” jelas Irwan.
Ketiga, langkah isolasi.
“Isolasi ini tentu mereka yang sudah terpapar itu kita isolasi, kita siapkan tempatnya di karantina-karantina provinsi dan kota/kabupaten. Selama itu kita langsung hari pertama masuk di swab dan kemudian hari ke-2 dan ke-3 di swab yang ke-2,” papar Gubernur Sumbar.
Keempat, adanya treatment.
“Nah ini treatment yang kita lakukan alhamdulillah tingkat kesembuhan kita meningkat, mungkin minggu depan akan semakin banyak karena Covid ringan yang banyak dengan perawatan di karantina pun sudah bisa mencukupi,” ujarnya.
Sebagai informasi, lanjut Gubernur Sumbar, bahwa dari 19 kota/kabupaten, masih 3 yang negatif, yaitu Sawahlunto, Sijunjung, dan Kota Solok.
“Dan kemudian yang sudah mulai menurun yaitu Pesisir Selatan, Dharmasraya, Pasaman Barat, Pasaman Timur, dan kemudian Pariaman. Dan kemudian yang sedang berjuang tapi berbagai klasternya sudah mulai terputus yaitu antara lain Kota Padang,” urainya.
Kota Padang ini, menurut Gubernur Sumbar, dari sekitar 15-16 klaster, 8 sudah terputus, sisanya itu mungkin masih bentuknya beberapa rumah yang berkembang sedikit keluar.
“Kemudian yang menjadi episentrum ada 2 titik setidaknya Pasar Raya dan Pegambiran. Ini pun oleh wali kotanya luar biasa, di-tracking sampai lebih 1.000 yang diambil spesimennya. Ini upaya-upaya yang kita lakukan. Dan kemudian di Payakumbuh dan Agam ini 1 klaster,” katanya.
Padang Panjang dan Tanah Datar ini, lanjut Gubernur Sumbar, satu klaster yang kemudian berkembang, saat ini pun sebetulnya sudah mulai menurun, landai, tidak muncul lagi yang positif secara signifikan.
Kekuatan di PSBB dengan pembatasan ini, menurut Gubernur Sumbar, tentu merupakan pencegahan agar tidak terpapar di luar dan tetap terisolasi di rumah, untuk mengurangi keluar dan tetap di rumah.(*)
Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.