Harianpauh5.car.blog- Perawat yang bertugas melayani pasien Covid-19 di Semen Padang Hospital (SPH) Padang, Sumatera Barat (Sumbar) meninggal dunia, Selasa (16/6/2020).
Diduga, perawat tersebut meninggal dunia karena serangan jantung.
“Kami duga karena serangan jantung. Kami tidak duga sebelumnya, mungkin dia jatuh (pingsan) karena nyeri, mungkin itu tanda-awal awal, atau mungkin karena kecapekan, kelelahan, tapi itu tidak masuk akal juga karena dia baru satu hari bekerja di SPH,” ungkap Direktur Utama SPH Farhan Abdullah.
Namun, apapun cerita dan penyebabnya, dunia kesehatan Sumatera Barat berduka dengan meninggalnya seorang perawat tersebut.
Bagi Farhan Abdullah, perawat tersebut tetap nakes yang bekerja di garda terdepan untuk menghadapi pandemi Covid-19 di Sumbar.
“Mereka adalah pahlawan bagi kami,” tutur Farhan Abdullah berkaca-kaca.
Farhan Abdullah mengungkapkan, sebelum meninggal dunia, perawat tersebut masih dalam kondisi memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.
“Saat ber-APD lengkap masih ada refleks pupil. Saya buka maskernya pakai APD lengkap, saya geser dari zona merah ke zona hijau.
“Tapi, saat pingsan masih pakai APD level III lengkap. Pakai sepatu boot, pelindung wajah atau face shield, kacamata google, visor, masker N95, bagaimana protokol nakes di ruang rawat inap Covid-19,” jelas Farhan Abdullah.
Farhaan membantah yang bersangkutan meninggal dunia kemungkinan karena dehidrasi.
Hal ini diketahui perawat tersebut baru satu atau dua jam menggunakan APD level III lengkap.
Menurut teori, tegas Farhan Abdullah, APD level III baru menyebabkan dehidrasi itu kalau lebih dari 6 jam.
“Saya pikir ia memakainya baru 1-2 jam. Soal riwayat penyakitnya, menurut keterangan pihak keluarga tidak ada kelainan jantung, tapi menurut saya, karena serangan jantung,” kata Farhan Abdullah.
Farhan Abdullah menambahkan, penanganan jenazah apapun ceritanya, karena dia nakes di ruang Covid-19 dilakukan penanganan Covid-19.
Kemudian, yang bersangkutan dimasukan ke dalam peti dan dikuburkan di pandam keluarga dan sesuai protokol Covid-19.
“Kemarin sudah dikuburkan di pandam keluarga di Padang,” tutur Farhan Abdullah.(*)

