PADANG – HARIANPAUH5.CAR.BLOG – 03/05/2020

Sudah menjadi hal yang lazim apabila mendekati ujian sekolah baik UTS, UAS dan UKK banyak orang tua yang senewen, bahkan anak-anaknya pun kadang banyak yang stress hingga jatuh sakit (mendadak) yang akhirnya sang anak malah tidak ikut ujian karena tidak bisa hadir.
Menilik dari kejadian-kejadian tersebut, ternyata sekarang ini banyak orang tua yang berorientasi pada hasil, bukan pada proses. Walaupun banyak yang memperhatikan proses belajar, namun kadang-kadang proses tersebut adalah sesuatu yang ‘dipaksakan’.
Anak-anak kita adalah bersih, suci, kosong ketika lahir. Kitalah yang membentuk mereka. Kitalah yang memprosesnya agar berhasil. Ketika mereka belajar di sekolah, mereka mengikuti apa yang diajarkan oleh bapak ibu guru di kelas. Lalu bagaimana ketika mereka pulang sekolah? Apakah mereka tahu cara mengulang atau mengevaluasi pelajaran-pelajaran tadi? Tentu tidak, atau susah bukan?
Nah, sebaiknyalah, kita sebagai orang tua mengajarkan kepada anak kita BAGAIMANA CARA BELAJAR YANG EFEKTIF sejak pertama kali mereka masuk sekolah dasar, agar kedepannya nanti, belajar adalah sesuatu hal yang mudah, menyenangkan dan bukan beban.
Lalu apa saja yang harus diperhatikan ketika membimbing anak-anak belajar?
- Logis
Bahwa apapun yang anak-anak pelajari itu harus bisa dicerna secara logis (masuk akal) oleh mereka. Apakah itu matematika, IPS, IPA, Kewarganegaraan atau lain-lain. Jangan mengharapkan mereka untuk menghafal apabila mereka belum mengerti logika apa yang mereka hapalkan. Itu hanya akan membebani otak mereka. Teruslah berusaha menjelaskan kepada mereka logika pelajaran yang sedang mereka pelajari itu. Gunakanlah bahasa anak-anak yang mudah dicerna. Ingatlah, apabila mereka belum mendapat logika dari suatu pelajaran, sudah dapat dipastikan, berulang kali belajarpun tetap akan sulit bagi mereka.
- Skematik
Buku pelajaran saat ini tebal-tebal, kadang-kadang hal ini membuat saya merinding. Mungkinkah anak saya berjam-jam hanya untuk menghapal 5 topik saja? Konyol sekali rasanya. Lalu bagaimana solusinya? Mudah, pelajarilah MIND MAPPING. Untuk yang belum tahu apa itu mind mapping, coba cari bukunya di Gramedia atau silakan browsing di internet. Intinya, mind mapping ini adalah suatu cara untuk mengajarkan anak-anak membuat konklusi atas apa yang mereka pelajari secara sistematik dalam bentuk peta bergambar seperti jaringan otak. Setiap topik bahasan akan digambarkan kedalam beberapa cabang secara sistematik. Persis seperti neuron (inti otak) dan sinapsnya. Apa kelebihannya? Selesai belajar anak tidak akan perlu membuka-buka lagi buku diktatnya, tetapi cukup melihatnya dalam semenit/dua menit. Tepat, akurat dan efektif!
- Repetisi atau pengulangan
Baru-baru ini saya menonton acara di National Geographic Channel mengenai kehebatan Otak Manusia. Di akhir acara dibuktikan bahwa orang-orang yang cerdas memanfaatkan otaknya untuk ‘melihat’ bukan ‘memperhatikan’.
Sudah bukan menjadi rahasia umum, bahwa sesuatu yang diulang-ulang (dilihat) itu akan mudah diingat. Maka ini berarti, ajarkanlah anak-anak belajar setiap hari!…. ya, setiap hari!…. Percayalah, dengan bantuan mind map yang setiap hari dibuka sebelum pelajaran hari esok dimulai, maka saat ujian, anak dapat dikatakan tidak perlu belajar keras. Mereka cukup mengulang dan mengkajinya saja.
Bahkan, waktu saya kuliah, saya tempel mind map saya di samping tempat tidur!… tiap sebelum tidur saya lihat (baca: bukan saya hapal), dan subhanallah, gambaran pelajaran itu otomatis nempel di otak…. Itulah hebatnya otak kita…
- Latihan
Apa-apa yang sudah dipelajari tidak akan terbukti apabila belum dicoba. Oleh karena itu rajin-rajinlah kita sebagai orang tua membekali mereka dengan bermacam-macam buku atau soal latihan. Biasakanlah mereka mengerjakan soal – soal latihan, agar ujian bagi mereka hanyalah suatu pengulangan
- Dongeng sebelum tidur
Biasakan setiap malam membacakan cerita sebelum tidur. Ritual ini membiasakan anak untuk fokus dan menyimak. Lalu bertanya dan mengembangkan rasa ingin tahunya.
InsyaaAllah di kelas anak akan lebih mudah menyimak guru saat pelajaran.
Selain itu, ritual ini melepaskan anak dari ketergantungannya terhadap hape sebelum tidur.
Dengan cara ini anak akan tau kapan saatnya tidur dan istirahat.
(Yang hape ini tambahan baru ya, jaman dulu anak2 belum bawa hape kalau tidur 🤦🏼♀️).
- Terakhir yang sangat penting adalah, kompensasi
Bersikaplah rasional dalam membimbing anak belajar. JANGAN KAKU. Beri kelonggaran waktu bagi mereka, bagi waktu main, ibadah dan belajar secara seimbang. Apabila telah belajar, berilah reward dengan boleh mengerjakan apapun kesukaan mereka. Dengan begitu mereka dapat belajar tanggung jawab dan kita tidak melupakan jati diri mereka, bahwa mereka adalah ANAK-ANAK.
Tambahan buat sahabat muslim, yang terus terang kami rasa mempunyai andil yang sangat besar dalam melahirkan anak2 yang mengerti kewajiban belajar.
Bagaimanapun berhasilnya kita menerapkan seluruh metode di atas, sisi ruhiyah anak janganlah diabaikan.
Bentuklah kebiasaan dan sifat anak dari pendidikan yang terdapat dalam ibadah hariannya.
Bagi sahabat muslim, pendidikan ibadah dini ini insya Allah membantu anak dalam kemampuan belajar dan menghargai waktu.
- Sholat 5 waktu.
Sholat mengajarkan anak mengenal waktu. Dengan sholat mereka terbiasa disiplin untuk tidak meninggalkan kewajibannya. Sholat juga mengajarkan anak2 mengendalikan nafsu. Saat mereka sedang senang bermain, mereka tersadar untuk berhenti dan bersegera sholat. Ritme yang seperti ini, mengajarkan mereka untuk tau diri kapan main gadget, menonton TV, main sepeda dan lain2 apabila sedang mempunyai PR, tugas atau mengulang pelajaran sekolah. - Sholat di awal waktu.
Biasakan anak2 mempersiapkan diri untuk sholat di awal waktu, dan jangan biarkan mereka menundanya hingga adzan sholat berikut. Karena kebiasaan ini akan mengajarkan anak2 untuk tidak menunda2 pekerjaan/tugas. Percaya deh 🙂 - Tilawah Al Qur’an harian.
Tiada hari tanpa Al Qur’an. Kemanapun anak2 bepergian kami sarankan untuk tidak pernah lepas dari Al Qur’an. Liburan dan menginap, Al Qur’an senantiasa dibaca dan dibawa, walau kadang hanya dibaca 5 menit. Kami percaya membaca Al Qur’an dengan tartil dengan ilmu tajwid yang benar akan mengajarkan anak2 ketelitian. - Menghapal Al Qur’an
Nah ini manfaat ya sangat dahsyat. Kemampuan anak menghapal al qur’an itu sangat bagus. Saya terus terang kagum mereka sangat mudah menghapalnya. Manfaatnya? Jelas sekali mereka mudah sekali mengingat pelajaran mereka. - Ini buat saya yang sangat penting. MATIKAN TV ANTARA MAGHRIB DAN ISYA.
Aturan satu ini sudah kami jaga sepanjang tahun. Saat maghrib adalah saatnya bersegera sholat dan tadarus al qur’an. Kami percaya syaithan berkeliaran di jam2 begini mengganggu penghuni rumah yang laksana kuburan.
Dengan mematikan TV dan serius beribadah, insya Allah anak2 terbebas dari acara2 TV yang merusak dan mereka mengerti kapan saat serius, kapan saat santai.
Semoga manfaat……
Penulis :Afrizal
editor :afrizal khoto Rajo jambi


Anda harus log masuk untuk menerbitkan komentar.